Dirut Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo bersama Wawali Kota Tomohon, Sendy Gladys Adolfina R. Ketika berada di booth ajang ICE APEKSI 2026 di Kota Medan, Kamis (2/07/2026). (Foto: Humas Tugu Tirta Kota Malang)
MALANG POST – Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, yang bertindak sebagai representasi resmi Pemerintah Kota Malang, sukses memukau panggung nasional dengan menyajikan konsep Smart Water City dalam ajang Indonesia City Expo (ICE) 2026 di Ballroom Hotel Santika Dyandra, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026). Kehadiran badan usaha milik daerah ini di dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tersebut bertujuan memamerkan modernisasi tata kelola air bersih berbasis digital yang kini langsung diminati untuk diadopsi oleh tujuh kota luar pulau.
Mengurus air bersih di wilayah perkotaan itu perkara pelik. Rumit. Bukan sekadar menyambung pipa dari sumber lalu mengalirkannya ke bak mandi pelanggan. Jika pengelolaannya masih menggunakan cara-cara kuno, bersiaplah menghadapi jeritan warga akibat pasokan mampet atau kebocoran tersembunyi yang menguras kas daerah.
Diperlukan lompatan pemikiran modern untuk mengubah manajemen air menjadi lebih pintar.
Lompatan teknologi itulah yang kemarin dipamerkan oleh Kota Malang di tanah Sumatra. Perumda Air Minum Tugu Tirta datang ke Kota Medan tidak dengan tangan kosong. Mereka membawa cetak biru bertajuk Smart Water City untuk diperkenalkan di arena Indonesia City Expo (ICE) 2026. Sebuah hajatan pameran bergengsi yang menjadi menu utama Rakernas XVIII APEKSI, 1-3 Juli 2026.
Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, mengomandoi langsung timnya di lokasi pameran. Pria yang akrab disapa Bogank ini ingin menunjukkan kepada 98 pemerintah kota se-Tanah Air bahwa Malang sudah melangkah jauh ke depan.
Di dalam stan pameran, Tugu Tirta membedah seluruh rahasia dapurnya. Pengunjung disuguhi rantai alur kerja yang rapi. Mulai dari mekanika pengambilan air baku di sumber alami, proses sterilisasi di instalasi pengolahan, hingga sistem komputerisasi distribusi logistik air melalui jaringan pipa bawah tanah menuju ke rumah-rumah warga.
Daya pikat utamanya ada pada teknologi digitalnya. Tugu Tirta memamerkan sistem pengawasan aliran berbasis SCADA. Sebuah piranti pemantau elektronik jarak jauh yang mampu mendeteksi tekanan air dan kebocoran pipa secara seketika (real-time).
Ditambah lagi dengan suguhan program komersial yang humanis: Anjungan Air Siap Minum (AASM). Sebuah fasilitas umum yang menjamin ketersediaan air higienis gratis bagi publik di titik-titik strategis Kota Malang.
“Pada kesempatan berharga ini, info yang ditularkan ini bakal dikenal banyak daerah. Kami menilai ini bisa menginspirasi bagi kota lainnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih di perkotaan luas,” tutur Bogank, Kamis (2/7/2026).
Hasil dari pameran itu luar biasa. Stan Malang mendadak kebanjiran tamu penting. Paparan teknologi Tugu Tirta memicu ketertarikan masif dari para petinggi daerah luar pulau. Mereka antre, berminat mengadopsi total sistem digital ini untuk disuntikkan ke dalam BUMD air minum di daerah masing-masing.
Tercatat ada tujuh wilayah yang menyatakan ketertarikannya secara serius. Daftarnya panjang: Kota Tomohon, Manado, Tarakan, Palembang, Padang, Payakumbuh, hingga sang tuan rumah, Medan.
Geliat ketertarikan ini bahkan berlanjut ke jalur diplomasi antarkepala daerah. Beberapa pemimpin wilayah kedapatan langsung menemui Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, di sela forum APEKSI untuk menjajaki kerja sama transfer teknologi.
Di antara yang antusias terdapat Wakil Wali Kota Tomohon Sendy Gladys Adolfina Rumajar, Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, Wali Kota Manado Andrei Angouw, serta Wali Kota Payakumbuh Dr. dr. Zulmaeta.
Bagi Bogank, esensi dari keikutsertaan Malang di ajang nasional ini adalah membuka ruang komunikasi seluas-luasnya. Forum APEKSI tahun ini sangat selaras dengan tema besar yang diusung: “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”. Sebuah panggung etalase kreasi, investasi, serta peningkatan mutu pelayanan publik yang nyata.
Pameran di Medan tinggal menyisakan satu hari lagi, apresiasi tertulis dari tujuh kepala daerah sudah dikantongi, dan pembuktian status BUMD percontohan nasional sudah ditegaskan. Sekarang tinggal jajaran Tugu Tirta ditantang di kandang sendiri: sanggupkah mempertahankan kesempurnaan pelayanan Smart Water City ini tanpa gangguan teknis di rumah-rumah warga Malang minggu depan? Kita tunggu kelanjutannya. (Humas Tugu Tirta/Iwan Kaconk/Ra Indrata)




