NGE-GYM: Johan Alfarizi dan kawan-kawan, memulai latihan perdana untuk persiapan Super League 2026/2027, dengan melalap porsi kebugaran di gym. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Tim pelatih Arema FC secara resmi menggebrak persiapan perdana menjelang kompetisi Super League 2026/2027, dengan menggelar sesi penguatan fisik di pusat kebugaran (gym), Kamis (2/7/2026). Langkah awal yang dilahap oleh Johan Alfarizi dan kawan-kawan ini, sengaja dipilih oleh Pelatih Kepala Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, ketimbang langsung menempa diri di atas rumput hijau.
Memulai persiapan kompetisi sepak bola kasta tertinggi itu, tidak harus selalu identik dengan langsung berlari mengejar bola di lapangan terbuka. Pola lama itu membosankan. Kaku. Bagi klub modern yang mengedepankan ilmu keolahragaan (sports science), fondasi utama yang harus disentuh setelah libur panjang adalah kekuatan otot dan organ dalam.
Metode modern itulah yang kini diterapkan di Bhumi Arema.
Kamis (2/7/2026), rombongan besar penggawa Singo Edan, berkumpul untuk melakoni latihan perdana menyambut musim 2026/2027. Menariknya, Robi Darwis dkk tidak tampak memakai sepatu pul di atas rumput hijau. Mereka justru berjejer di dalam pusat kebugaran. Melahap menu beban.
Pola ini sebenarnya bukan barang baru bagi skuad Singo Edan. Sejak putaran kedua musim lalu, juru taktik asal Brasil, Marcos Santos, sudah merutinkan ritual ini. Kamar kebugaran dijadikan terminal awal. Baik saat jeda kompetisi maupun sebagai pemulihan setelah melakoni laga sengit.
“Metode ini sudah sering diterapkan klub-klub sepak bola di berbagai belahan dunia untuk menjaga kondisi fisik pemain,” ujar Marcos Santos.
Pria berusia 46 tahun itu tidak mau gegabah. Dia ingin mengumpulkan data akurat mengenai level kebugaran anak asuhnya setelah menikmati liburan. Angka-angka statistik fisik itulah yang nantinya menjadi kompas tim pelatih sebelum meramu menu latihan berikutnya yang lebih berat.
Marcos sangat cerewet soal presisi. Dia ingin menghindari momok menakutkan berupa cedera otot atau problem kaki pemain akibat kejutan intensitas latihan yang salah di pekan pertama. “Program ini bukan hanya tambahan saja. Tapi, start awal penting untuk tim pelatih dan pemain,” tegas arsitek berlisensi CONMEBOL Pro tersebut.
Di sudut lain, Pelatih Fisik Arema FC, Siswantoro, membenarkan langkah kepala pelatihnya. Berada di dalam ruangan kebugaran, jauh lebih ramah bagi tubuh pemain yang baru bangun dari masa rehat. Tekanannya terukur dan bertahap. Fokus pekan pertama adalah memulihkan kebugaran dasar. Mengunci ketahanan fisik sebelum melangkah ke taktik.
Sembari kondisi fisik pemain digembleng, manajemen Arema FC meniupkan kabar segar dari balik meja bursa transfer. Proses perakitan skuad diklaim hampir mencapai status sempurna. Seratus persen selesai.
Urusan perburuan legiun asing, manajemen menaruh rasa percaya mutlak pada insting Marcos Santos. Hak prerogatif menyusun komposisi diberikan penuh. Manajemen emoh cawe-cawe karena menganggap Marcos sudah sangat khatam dengan karakteristik kompetisi domestik tanah air setelah perpanjangan kontraknya disepakati.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, membuka kartu. Seluruh legiun asing incaran pelatih kepala sudah berhasil diikat kontrak. Sekarang, manajemen tinggal mencari hari baik yang pas untuk memperkenalkan deretan wajah baru tersebut ke hadapan publik Aremania.
Singo Edan dipastikan akan memaksimalkan kuota mewah regulasi baru: 11 pemain asing.
Bocoran menariknya, beberapa nama anyar yang sukses dipinang bahkan belum pernah menginjakkan kaki di Indonesia. Mereka diimpor langsung untuk memberikan warna dan kejutan strategi baru dalam skema permainan Arema.
Mari kita bedah sisa slot yang ada. Sejauh ini, fondasi asing lama sudah aman dipagari. Tiga pilar utama, yakni Julian Guevara, Matius Blade, dan Betinho Filho, resmi memperpanjang masa bakti. Ditambah lagi dengan ikatan kontrak lama milik Gustavo Franca, Walison Maya, Joel Vinicius, serta Gabriel Silva yang masih aktif.
Sebagian besar kuota impor sudah terisi penuh. Manajemen tinggal melengkapi beberapa posisi lubang sesuai pesanan taktis Marcos Santos.
Mesin fisik sudah mulai dipanaskan di dalam gym, urusan paspor pemain asing sudah beres dikunci, sekarang tinggal konsistensi ramuan Marcos Santos yang ditantang: sanggupkah modal kemewahan hak veto transfer ini membawa Singo Edan mengaum di takhta juara Super League musim depan? Kita tunggu kelanjutannya di atas lapangan. (Ra Indrata)




