MALANG POST – Pertandingan kedua yang sarat gengsi ini berlangsung sangat sengit. Kedua tim sama-sama mengalami kekalahan di laga perdana (Jakarta kalah 2-1 dari Samarinda). Sejak menit pertama, kedua tim saling jual beli serangan. Kehadiran suporter dari masing-masing kesebelasan membuat atmosfer pertandingan semakin panas.
Jakarta, yang dikenal sebagai tim favorit juara berkat banyaknya SSB di kota tersebut, tampil dengan percaya diri. Tim asuhan Sasi Kirana ini membangun serangan dari bawah dengan intensitas tinggi dan memaksimalkan teknik individu para pemainnya.
Di sisi lain, Malang yang merupakan tim baru bentukan, tidak mau kalah. Semangat juang mereka luar biasa. Jual beli serangan pun tersaji sepanjang pertandingan.
BABAK PERTAMA: IMBANG 1-1
Babak pertama berakhir dengan skor imbang 1-1. Gol cepat terjadi pada menit ke-1 untuk Jakarta setelah kemelut di muka gawang Malang berhasil dimaksimalkan oleh Euis Siti Farhatus Sa’adah.
Malang membalas pada menit ke-13 melalui tim All Star Malang. Menjelang akhir babak pertama, All Star Malang mulai memanas. Pola serangan balik cepat memanfaatkan kesalahan pemain Jakarta berbuah hasil. Guest star mereka, nomor punggung 8, Garneta Falentina Imelda, melepaskan tembakan indah untuk menyamakan kedudukan.
BABAK KEDUA: JAKARTA UNGGUL
Babak kedua berlangsung tidak kalah sengit. Jakarta kembali menambah gol pada menit ke-24 melalui gol bunuh diri pemain belakang Malang, Auwie Kaori Ramadhani. Dominasi nomor 5 sekaligus kapten tim Jakarta, Andien Haifa Syakira, menjadi pelengkap kemenangan timnya.
Usai pertandingan, Asisten Pelatih All Star Malang, Syamsul Huda, mengatakan bahwa timnya masih dalam tahap adaptasi. Ini menjadi ajang perdana bagi tim asuhannya di turnamen MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026.
“Malang baru pertama kali ikut event ini, mungkin anak-anak masih grogi. Tapi alhamdulillah pada pertandingan kedua ini, tim kami sebenarnya sudah mulai bisa bermain lepas. Kami lakukan evaluasi dan banyak perubahan. Minimal ini menjadi pengalaman berharga untuk bekal ke depan. Semoga besok lawan Samarinda kami bisa bermain semaksimal mungkin. Insyaallah kami bertanding lebih semangat lagi untuk mewakili Malang,” ujar Syamsul.

Kapten All Star Arema , Ananda N.D. Berlian. Mesti tim nya kalah, tetap tampil ciamik saat melawan All Star Jakarta. (Foto: Istimewa)
Sementara itu, Pelatih Kepala All-Stars Jakarta, Sasi Kirana, bersyukur atas kemenangan ini, “Alhamdulillah akhirnya kita meraih poin penting di laga ini. Anak-anak sudah mulai tampil lepas. Kami lakukan evaluasi dan alhamdulillah terbukti. Inilah kemampuan mereka sesungguhnya, tampil tanpa nerves dan percaya diri dengan maksimal.”
“Dari segi strategi sebenarnya tidak terlalu banyak opsi, tetapi kami evaluasi internal pemain yang sebelumnya grogi. Saya lihat skill mereka sudah keluar dan instruksi pelatih mulai dipahami.”
Mengenai performa tim Malang, Sasi Kirana menambahkan, “Meski kebobolan dua gol, All Star Malang tampil cukup baik, terutama kapten mereka, Ananda N.D. Berlian.”
Dalam kompetisi ini, turnamen yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini, mempertemukan para pemain hasil seleksi dan pembinaan sepanjang musim kompetisi.
“Semoga di pertandingan melawan Samarinda para pemain tampil bagus, percaya diri dan dapat menerapkan intruksi pelatih, terutama finising”, jelasnya.
Kota-kota yang berpartisipasi berasal dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Kudus, Samarinda dan Banjarmasin.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menyebut All-Stars menjadi tahapan penting untuk menyiapkan para pemain menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi.
“MilkLife Soccer Challenge All-Star 2026 merupakan puncak dari komitmen kami dalam mengawal ekosistem sepak bola putri usia dini di Indonesia,” terangnya. Para pemain terbaik yang terpilih diharapkan mampu menjadi pondasi bagi masa depan Tim Nasional Putri Indonesia.
“Kami membawa para calon srikandi terbaik ini ke panggung All-Star di Kudus dengan satu tujuan besar, yaitu mematangkan mental juara dan mempersiapkan mereka menjadi fondasi masa depan Tim Nasional Putri Indonesia,” imbuhnya.
Sedang, Business Unit Head Dairy PT Global Dairy Alami, Didiet Fadriana Abdulkadir, mengungkapkan MLSC All-Stars 2026 menjadi penutup rangkaian kompetisi yang melibatkan lebih dari 25 ribu peserta. “Kami mengapresiasi semangat, kerja keras, dan perjuangan seluruh peserta dari 12 kota yang telah mengikuti rangkaian MilkLife Soccer Challenge 2026,” ucapnya.
Didiet berharap pengalaman bertanding di Kudus dapat menjadi motivasi bagi para pemain muda untuk terus berkembang dan menginspirasi anak perempuan Indonesia lainnya.
“Jadikan pengalaman ini sebagai momentum untuk belajar, berprestasi, dan menginspirasi lebih banyak anak perempuan Indonesia untuk berani mengejar mimpinya melalui sepak bola,” tutupnya. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




