MAYORITAS: Dari enam pemain asing ini, hanya Dalberto Luan Belo, yang tidak lagi memperkuat Arema FC di Super League musim 2026/2027 mendatang. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, secara mengejutkan mengubah arah kebijakan transfer, dengan merekomendasikan jajaran pemain asing non-Brasil asal Argentina hingga Eropa Timur, untuk mengarungi kompetisi Super League musim 2026/2027. General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengonfirmasi pada Rabu (24/6/2026), bahwa draf nama tersebut kini telah diserahkan ke Dewan Direksi, guna memasuki tahapan pengiriman offering letter (surat penawaran) dan finalisasi administrasi kontrak.
Selama ini, publik sepak bola Malang sudah telanjur hafal dengan selera transfer klub kesayangannya. Jika pelatih kepala berasal dari Brasil, maka gerbong pemain yang dibawa hampir pasti berbau Samba. Monoton.
Tapi untuk musim kompetisi 2026/2027, pakem itu sepertinya bakal didobrak.
Sebuah fakta menarik terkuak di tengah memanasnya bursa transfer musim panas. Sang arsitek, Marcos Santos, ternyata mulai berani keluar dari zona nyaman. Pria asal Brasil itu secara resmi merekomendasikan barisan pemain asing non-Brasil untuk memperkuat kedalaman skuad Singo Edan.
Padahal musim lalu, dominasi kekuatan Samba di tubuh Arema hampir mutlak. Menyentuh angka 90 persen. Hanya ada dua legiun asing yang berani tampil beda: Ian Puleio asal Argentina dan gelandang lincah Julian Guevara asal Chile.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, membenarkan manuver baru tim kepelatihan tersebut. Pria yang akrab disapa Inal itu mengaku sudah mengantongi daftar nama buruan dari Marcos.
“Coach Marcos sudah merekomendasikan beberapa pemain asing, bukan cuma dari Brasil. Ada nama-nama dari Argentina, bahkan negara Eropa Timur,” ungkap Inal. Tentu saja, keputusan akhir untuk mencairkan anggaran tebusan tetap berada di tangan Dewan Direksi Arema.
Inal pun membeberkan bagaimana alur birokrasi Arema dalam berburu pemain ekspatriat. Prosesnya tidak instan. Ada tahapan profesional yang wajib dilewati sebelum si pemain bisa mendarat di bandara dan berfoto memegang jersi biru.
Begitu nama rekomendasi pelatih mendapat lampu hijau dari direksi, manajemen langsung melayangkan offering letter (surat penawaran).
Di sinilah negosiasi nilai kontrak yang alot dimulai. Jika agen si pemain sepakat dengan angka yang disodorkan, manajemen langsung tancap gas mengurus visa dan dokumen imigrasi.
“Begitu persyaratan administrasi beres, si pemain akan segera tiba di Kandang Singa untuk teken kontrak,” tambah pria asal Bogor ini.
Singo Edan memang sedang berbenah total. Setelah melakukan cuci gudang dengan melepas banyak pemain lokal maupun asing usai kompetisi lalu, pergerakan Arema di pasar transfer terhitung agresif. Selain berburu pemain lokal berlabel timnas, sektor asing dikunci rapat.
Sejauh ini, sudah ada tiga nama yang dipastikan aman bertahan, yakni Julian Guevara, Betinho, dan Matheus Blade.
Keputusan mempertahankan trio gelandang ini menjadi sinyal kuat bahwa Arema tidak ingin merusak fondasi kerangka utama tim yang sudah padu. Pemain yang sudah terbukti memberikan kontribusi positif wajib dipagari.
Namun, rumor di luar kamar ganti justru menggelinding lebih seksi. Arema dikabarkan sukses mengamankan tanda tangan tujuh legiun asing tambahan.
Menariknya, empat di antara tujuh nama itu adalah muka lama yang memilih bertahan. Ada bek tengah kokoh Wallison Maia, jenderal lapangan tengah Gustavo Franca, serta duet penyerang sayap Joel Vinicius dan Gabi Silva.
Performa impresif Franca yang direkrut dari Persija serta Vinicius dari Borneo FC pada paruh kedua musim lalu, terbukti ampuh mengatrol posisi Arema ke papan tengah. Wajar jika manajemen ketagihan memakai jasa mereka.
Lalu, siapa tiga nama baru pelengkapnya? Radar transfer Arema mengarah ke bek tengah Diego Landis dan gelandang Marcus Vinicius. Keduanya adalah mantan pilar klub Liga Super Malaysia, Terengganu FC, yang dilaporkan sudah berpamitan dengan klub lamanya.
Satu slot sisa di lini depan bakal diserahkan kepada Gustavo Henrique, penyerang tajam asal klub V-League Vietnam, Ninh Binh FC. Rekam jejak Henrique musim lalu cukup menjanjikan: tampil dalam 23 laga, mengemas enam gol dan delapan assist.
Henrique diproyeksikan sebagai suksesor ideal bagi Dalberto Luan yang memilih angkat kaki beberapa hari lalu. Ramuan kombinasi Samba, Tango, hingga Eropa Timur ini jelas membuat Aremania penasaran. Menarik ditunggu! (Ra Indrata)




