MALANG POST – Sepuluh pejabat eselon II atau Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kota Batu, menjalani uji kompetensi berkala di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (23/6/2026) kemarin. Agenda asesmen yang digawangi oleh BKPSDM Kota Batu ini sengaja digelar berdasarkan penerapan sistem merit guna memetakan ulang kapasitas, kompetensi, serta profesionalitas para kepala dinas dalam menduduki pos birokrasi strategis.
Mengelola birokrasi modern itu tidak boleh lagi memakai sistem kekeluargaan. Apalagi urusan menaruh orang di kursi jabatan strategis. Pola lama yang hanya bersandar pada urutan senioritas atau sekadar kedekatan administratif harus dibuang ke tong sampah sejarah.
Urusan menempatkan pejabat itu ada ilmunya: the right man on the right place. Figur yang tepat di posisi yang tepat.
Kesadaran itulah yang kini sedang dipraktikkan di Kota Batu. Peta kekuatan birokrasi di lingkungan Pemkot mulai dipotret lebih detail. Tidak tanggung-tanggung, sepuluh pejabat eselon II dikirim ke Surabaya. Mereka dipaksa menjalani uji kompetensi (uji kom) berkala di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur, Selasa kemarin (23/6).
Asesmen ini bukan sekadar formalitas administratif pelengkap dokumen. Hasilnya bakal menjadi instrumen penting, semacam radar objektif untuk membaca kapasitas, kompetensi, hingga tingkat kecocokan sang pejabat dengan kursinya. Inilah yang disebut sistem merit dalam manajemen ASN. Yakni pengelolaan SDM yang menekankan kinerja dan profesionalitas sebagai dasar pengembangan karier.

UJIKOM: Sebanyak 10 pejabat di lingkungan Pemkot Batu saat mengikuti uji kom di Badan Kepegawaian Daerah Jatim. (Foto: Istimewa)
Kepala BKPSDM Kota Batu, Santi Restuningsasi, menegaskan bahwa uji kompetensi ini adalah agenda rutin yang wajib dijalani.
Hasil dari uji kom di Surabaya ini memiliki masa kedaluwarsa selama dua tahun. Dalam rentang waktu itulah, profil kompetensi masing-masing pejabat akan terlihat secara telanjang dan objektif.
“Dari hasil penilaian itu akan terlihat kompetensi dan kemampuan yang dimiliki,” ujar Santi, Rabu (24/6).
Nantinya, tumpukan hasil evaluasi tersebut akan diserahkan ke meja kepala daerah. Gunanya jelas: sebagai bahan pertimbangan utama dalam menentukan arah gerak karier ASN. Termasuk untuk kebutuhan rotasi, promosi, hingga pengisian jabatan yang lowong.
Mari kita bedah siapa saja sepuluh pejabat yang dikirim tes tersebut. Daftarnya diisi oleh para pemegang sektor vital di Kota Batu.
Mulai dari Pj Sekda sekaligus Asisten Pemerintahan Eko Suhartono, Kepala Diskominfo Aries Setiawan, Kepala DPMPTSP Dyah Lies Tina Purwaty, Kepala DPUPR Esty Dwiastuti, hingga Asisten Perekonomian Muhammad Chori.
Barisan digenapi oleh Kepala Disnaker Mokhamad Forkan, Kepala Dinas Pertanian Hendry Suseno, Kepala Dinas Kesehatan Aditya Prasaja, Kepala Dinas Perpustakaan Abdul Rais, serta Kepala Dinas Pariwisata Onny Ardianto.
Komposisi ini menunjukkan bahwa Pemkot Batu sedang mengotopsi mesin-mesin utamanya. Sektor infrastruktur, kesehatan, pertanian, ketenagakerjaan, hingga pariwisata semuanya diuji ulang kelayakannya.
Di tengah tuntutan zaman yang bergerak cepat, kualitas kepemimpinan pejabat adalah modal utama daerah. Uji kompetensi ini menjadi langkah penting untuk melahirkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan transparan. Dengan pemetaan SDM yang presisi, pelayanan publik kepada masyarakat Batu diharapkan bisa jauh lebih efektif dan responsif.
Birokrasi tidak boleh lagi dijalankan dengan mengira-ngira. (Ananto Wibowo / Ra Indrata)




