Dr. H. Raden Djoni Sudjatmoko SE, M.M, Penggagas Apel Akbar. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Setidaknya 15.000 orang simpatisan Makan Bergizi Gratis (MBG) Malang Raya akan memadati Alun-alun Tugu, Kota Malang pada Sabtu (20/6/2026) pagi. Mereka akan mengikuti kegiatan Apel Akbar dan Senam Bersama.
Peserta Apel Akbar terdiri dari relawan, petani, peternak, pedagang, elemen sekolah, masyarakat dan lainnya yang berasal dari Malang Raya. “Intinya kita mau sampaikan ke masyarakat luas bahwa MBG diharapkan betul bermanfaat bagi anak-anak Indonesia. Secara teknis untuk mengawal gizi anak menyambut Indonesia emas 2045,” jelas Dr H Raden Djoni Sudjatmoko SE, M.M, penggagas kegiatan ini saat dihubungi Malang Post, Kamis (17/6/2026).
Menurutnya, MBG memberikan multiplayer effect ekonomi di kalangan petani peternak dan pedagang UMKM. Menciptakan lapangan pekerjaan baru secara langsung para relawan di SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Juga pelaku ekonomi yang mensuplai SPPG.
“Sejauh ini sudah berjalan sangat bagus pada SPPG yg sudah jalan. Menciptakan gairah dan kegembiraan di kalangan bawah, kalangan UMKM,” kata Djoni.
Perkara ada kegaduhan di Badan Guzi Nasional (BGN) Pusat, lanjut dia. itu kan sudah ditindaklanjuti Pemerintah Pusat. Tidak berpengaruh pada jalannya kegiatan rutin SPPG di daerah.
Menurut Djoni, MBG ini program baik Presiden Prabowo Subianto yang direstui rakyat Indonesia secara mayoritas. Karena program MBG ini yang dibawa sebagai janji kampanye Presiden terpilih. Jadi tidak bisa, gara-gara dituntut sebagian kecil rakyat terus membatalkan program MBG.

Harapan para simpatisan MBG kepada masyarakat luas bahwa dengan adanya MBG, generasi penerus bangsa bergizi baik, UMKM tambah aktivitas bisnisnya, dan tambah skala bisnisnya.
“Bisnis mereka juga emakin membesar dan berputar lebih cepat, sehingga dengan adanya MBG fakta di lapangan memberikan kegairahan dan kegembiraan bagi masyarakat bawah secara luas,” ungkapnya.
Djoni memaparkan bahwa Apel Akbar ini menunjukkan kegembiraan masyarakat bawah atas adanya MBG. Di kegiatan itu juga ada donor darah. Masyarakat pelaku MBG jadi sehat, sehingga bisa berbagi manfaat dengan lainnya.
“Sekitar 250 SPPG, petani, peternak dan pelaku UMKM akan berpartisipasi dalam Apel Akbar ini,” pungkas Djoni.
Sementara itu, SPPG-SPPG di Malang Raya hingga kini tetap beroperasi seperti biasanya. Mereka tetap memasak sesuai kuota selama ini. “Jadi tidak benar kalau ada berita penghentian,” ujar seorang owner SPPG di Malang.
Terpisah Wakil Walikota Malang, Ali Muthohirin, ketika dimintai tanggapannya soal demo yang mengkritisi MBG mengatakan bahwa MBG itu program nasional. Tugas pemerintah daerah hanya menjaga bahwa program itu berjalan dengan baik.
“Nah, kami ini diberi tugas untuk bagaimana kelayakan masing-masing dapur itu bisa siap operasional. Itu saja,” kata Ali.
Terkait kewenangan untuk menstop MBG, tentu itu berada di pusat. Namun untuk mengevaluasi dan menjaga standarnya, itu jadi kewenangan pemkot. Ali mengungkapkan saat kunjungan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) di SPPG di Sawojajar, SOP-nya sangat luar biasa, sangat bagus. Itu bisa kita contoh,” kata Wawali Ali Muthohirin. (Eka Nurcahyo)




