REVIEW KURIKULUM: Suasana Rapat review kurikulum yang dipimpin Dekan FE UIN Maliki Malang, Dr. H. Misbahul Munir, Lc., M.EI. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Perkuat daya saing lulusan dan respons keuangan digital, Prodi Perbankan Syariah FE UIN Maliki Malang menggelar Rapat Review Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Selasa (18/8/2026).
Menjawab perkembangan industri keuangan syariah yang semakin dinamis, Program Studi (Prodi) Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi (FE) UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang menggelar Rapat Review Kurikulum pada Selasa (18/8/2026). Bertempat di ruang rapat fakultas, kegiatan ini mempertemukan jajaran pimpinan, ketua program studi, dan para dosen untuk mengevaluasi serta memperkuat kurikulum agar semakin adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Rapat tinjauan kurikulum ini menjadi bagian krusial dari upaya peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memastikan kurikulum yang diterapkan tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta dinamika industri keuangan dan perbankan syariah yang terus melaju pesat.
Sejumlah agenda strategis menjadi fokus pembahasan dalam rapat, di antaranya evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), penataan dan restrukturisasi mata kuliah, serta penguatan implementasi pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Melalui pendekatan tersebut, proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, melainkan juga memastikan lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat dan dunia industri.
Suasana rapat berlangsung hangat, dinamis, dan interaktif. Para dosen aktif menyampaikan berbagai gagasan serta masukan terkait pengembangan kurikulum, termasuk penguatan materi financial technology (fintech) syariah, etika dan tata kelola perbankan, perkembangan industri keuangan digital, hingga perluasan kesempatan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman melalui magang dan pembelajaran berbasis industri.
Selain aspek kompetensi profesional, pembahasan kurikulum menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai keislaman dan keilmuan Ulul Albab sebagai karakter khas pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dengan demikian, lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis dan profesional, melainkan juga berintegritas, beretika, serta mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman.
Tinjauan kurikulum ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menghasilkan kurikulum yang adaptif, relevan, dan responsif terhadap perubahan zaman. Penataan kurikulum yang dilakukan secara berkala juga menjadi bagian dari komitmen Prodi Perbankan Syariah FE UIN Malang dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan daya saing lulusan.
Melalui penguatan kurikulum tersebut, Prodi Perbankan Syariah FE UIN Maliki Malang menegaskan komitmennya untuk melahirkan lulusan yang inovatif, profesional, berintegritas, dan berdaya saing tinggi, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan sektor ekonomi dan keuangan syariah di tingkat nasional maupun internasional.

Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, Rektor UIN Maliki Malang. (Foto: Istimewa)
Sentuhan Hangat Rektor UIN Maliki Malang di Pembukaan PBAK 2026
MALANG POST – Sementara itu, pada hari yang sama, suasana Pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Maliki Malang, Selasa (18/8/2026), berlangsung berkesan. Di hadapan ribuan mahasiswa baru atau “Maliki Muda”, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. tidak hanya berbicara tentang kehidupan akademik, melainkan juga menyampaikan pesan mendalam layaknya seorang ibu kepada anak-anaknya.
Pesan pertama yang dititipkan sederhana, tetapi sarat makna: jangan pernah melupakan orang tua. “Bunda Rektor”—sapaan akrab Prof. Ilfi Nur Diana—mengingatkan Maliki Muda agar selalu memohon doa dan izin kepada orang tua saat berangkat kuliah maupun menjalankan aktivitas harian. Di balik langkah seorang anak hingga sampai ke perguruan tinggi, lanjutnya, terdapat doa, perjuangan, dan pengorbanan orang tua yang tidak pernah putus.
Pesan tersebut kemudian berkembang menjadi nasihat tentang bagaimana mahasiswa menjalani kehidupan di kampus. Selain menghormati orang tua dan dosen, Maliki Muda juga diingatkan untuk senantiasa menjaga salat, meluruskan niat, serta memahami bahwa masa depan tidak hanya ditentukan oleh pencapaian IPK, melainkan juga oleh kedalaman karakter dan rasa tanggung jawab.
Usai acara pembukaan, Rektor justru turun langsung mendekati barisan mahasiswa baru. Ia menyapa dan berinteraksi secara hangat dengan para Maliki Muda yang berada di tengah lapangan acara.
Pertemuan singkat itu menghadirkan respons emosional dari sejumlah mahasiswa. Ada yang tampak haru, bahkan meneteskan air mata saat disapa dan diberi motivasi langsung oleh Sang Rektor. (*/Eka Nurcahyo)




