MALANG POST – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Malang, secara resmi menggelar kegiatan doa bersama dan penyaluran santunan bagi puluhan anak yatim piatu di Masjid Ashumul Muhsinin, Markas Polres Malang, Jumat (12/6/2026) siang. Agenda spiritual yang digulirkan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 ini, dipimpin langsung oleh Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, sebagai ikhtiar batin memohon keselamatan bangsa sekaligus mengetuk pintu langit demi kelancaran tugas operasional kepolisian di lapangan.
Menjadi polisi di zaman sekarang itu beratnya minta ampun. Tantangannya kompleks. Tugasnya tidak pernah sepi: mulai dari mengurai kemacetan jalan raya, memburu pelaku kriminal, hingga menjaga ketertiban sosial. Semua itu butuh kekuatan fisik dan kecerdasan otak.
Tapi bagi Polres Malang, modal otot dan otak saja belum cukup. Harus ada modal batin. Harus ada ketukan spiritual agar tugas yang berat itu menjadi berkah.
Jumat siang ini, suasana di dalam Markas Polres Malang mendadak teduh. Ruang utama Masjid Ashumul Muhsinin dipenuhi oleh barisan saf yang tidak biasa. Ada personel kepolisian, pengurus Bhayangkari Cabang Malang, dan puluhan anak yatim yang diundang khusus dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Malang.

Mereka berkumpul untuk satu misi: shalat dan doa bersama. Ini adalah rangkaian awal menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, memimpin langsung jalannya refleksi. Bagi Taat, ulang tahun korps baju cokelat ini jangan melulu diisi dengan urusan seremonial yang kaku atau pamer pasukan di lapangan. Pendekatan spiritual justru harus ditaruh di depan.
“Momentum Hari Bhayangkara menjadi kesempatan bagi kami untuk melakukan refleksi dan memohon doa agar Polri senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, serta kemampuan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar AKBP Taat Resdi, Jumat (12/6).
Logika Taat sederhana namun bermakna dalam: polisi butuh doa dari anak-anak yatim itu. Lewat ketulusan doa merekalah, Korps Bhayangkara berharap mendapatkan limpahan keberkahan, keselamatan bangsa, serta kekuatan untuk tetap amanah, profesional, dan semakin dekat di hati rakyat.
Bagi perwira dengan dua melati di pundak ini, usia ke-80 adalah alarm untuk memperkuat nilai kemanusiaan. Maka, acara siang tadi ditutup dengan kehangatan. Polisi melebur bersama anak-anak, mengobrol, lalu membagikan santunan. Hubungan emosional sengaja dirajut dari beranda masjid.
“Semoga doa yang dipanjatkan hari ini membawa keberkahan bagi kita semua dan semakin menguatkan komitmen Polri untuk terus hadir melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat,” pungkas AKBP Taat.
Polisi memang bukan makhluk suci yang bebas dari salah. Namun dari doa bersama di Masjid Ashumul Muhsinin siang ini, kita melihat ada ikhtiar yang baik: bahwa sebelum sibuk menjaga keamanan di jalanan, Polres Malang memilih bersimpuh, merundukkan hati, mencari rida Tuhan bersama anak-anak yatim. Selamat menyambut hari jadi, Polri! (HmsResma/Ra Indrata)




