MALANG POST – Manajemen Arema FC secara resmi mengumumkan berakhirnya jalinan kerja sama dengan bek tengah andalannya, Anwar Rifai (25), untuk mengarungi kompetisi musim depan. Keputusan mendepak pemain kelahiran Lampung, yang telah berseragam Singo Edan selama kurang lebih dua musim ini dikonfirmasi langsung oleh General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, di Malang, Selasa (9/6/2026), setelah sang pemain merampungkan total 25 kali penampilan dan ikut andil mempersembahkan trofi juara turnamen pramusim Piala Presiden 2024.
Dunia sepak bola profesional itu memang tidak pernah mengenal rasa romantis yang berkepanjangan.
Hari ini Anda bisa saja dipuja karena ikut mengangkat trofi juara. Besok pagi, Anda harus siap mengemas koper karena kontrak tidak lagi diperpanjang.
Itulah hukum alam yang kini harus dilewati oleh Anwar Rifai.
Selasa, 9 Juni 2026, kabar itu ditiupkan secara resmi dari markas Arema FC.
Manajemen Singo Edan memutuskan untuk menyudahi kebersamaan dengan bek tengah berusia 25 tahun itu.
Anwar Rifai resmi dicoret dari draf rencana skuad untuk musim kompetisi mendatang. Dua musim petualangannya di Malang berakhir di sini.
Padahal, mari kita putar kembali memori ke belakang. Pemain kelahiran Lampung ini pertama kali menginjakkan kaki di Bumi Arema pada awal musim 2024 lalu. Waktunya sangat pas: tepat menjelang bergulirnya turnamen pramusim Piala Presiden 2024.
Anwar datang bukan sekadar menjadi pemanis bangku cadangan. Dia langsung masuk dalam mesin perang. Menjadi bagian dari sejarah penting yang berhasil mengantarkan Arema FC naik ke podium tertinggi sebagai juara Piala Presiden 2024.
Sebuah momen emas yang akan selalu tercatat rapi dalam lembaran sejarah klub.
Selama dua musim mengawal benteng pertahanan, kontribusi Anwar terbilang tidak main-main.
Melintasi kejamnya kompetisi musim 2024/2025 dan 2025/2026, dia sukses mencatatkan total 25 penampilan bersama tim Singo Edan. Anwar adalah tipe pemain pekerja keras.
Dia tipikal bek yang selalu siap pasang badan dan memberikan kemampuan terbaiknya, begitu pelatih berteriak memanggil namanya di pinggir lapangan.
Tapi, tim pelatih rupanya punya cetak biru baru yang berbeda untuk menyongsong musim depan. Dan nama Anwar tidak ada di dalamnya.
General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, langsung menyampaikan ucapan perpisahan yang sarat akan rasa hormat.
Manajemen tahu cara menghargai keringat orang yang pernah berjasa mendatangkan trofi ke Malang.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Anwar Rifai atas dedikasi, loyalitas, dan kerja keras yang telah diberikan selama membela Arema FC.”
“Anwar merupakan bagian dari tim yang berhasil meraih gelar Piala Presiden 2024 dan selama kebersamaannya selalu menunjukkan komitmen yang baik,” kata pria yang akrab disapa Inal tersebut.
Bagi Arema, melepas Anwar bukan berarti mematikan kariernya. Justru ini bisa jadi cara memberikan ruang baru bagi sang pemain untuk berkembang di tempat lain.
Usia Anwar saat ini baru 25 tahun. Masih sangat muda. Sangat ideal untuk ukuran seorang pemain belakang profesional.
Masanya untuk mencapai puncak kematangan sebagai seorang bek tengah masih membentang panjang.
”Kami berharap ia dapat meraih kesuksesan bersama klub barunya nanti, mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk menunjukkan kualitasnya, serta terus berkembang menjadi pemain yang lebih matang. Atas nama manajemen dan keluarga besar Arema FC, kami mendoakan yang terbaik,” tambah Yusrinal.
Materi kontrak kerja boleh saja rampung dan selesai di atas kertas hukum. Namun, manajemen menegaskan bahwa kontribusi Anwar selama dua musim terakhir tidak akan menguap begitu saja.
Kebersamaan melewati badai kompetisi akan selalu diakui sebagai bagian dari sejarah besar Singo Edan.
Setelah mendepak beberapa nama daun muda kemarin, hari ini giliran Anwar Rifai yang harus melangkah keluar melewati pintu gerbang mes Arema.
Bermodalkan mental juara Piala Presiden 2024 dan pengalaman 25 laga bersama tim sebesar Arema, Anwar harusnya tidak akan kesulitan menemukan pelabuhan baru untuk melanjutkan karier profesionalnya. (Ra Indrata)




