MALANG POST – Tepat pada Selasa (11/8/2026) hari ini, klub kebanggaan warga Malang Raya, Arema FC, menginjak usianya yang ke-39 tahun. Momen peringatan hari jadi tim berjuluk Singo Edan kali ini, dikemas secara khidmat dan penuh kontemplasi, mengusung tema besar “The Greatness” sebagai simbol untaian doa, harapan, dan komitmen bersama untuk bangkit lebih kuat.
Rangkaian peringatan ulang tahun, filosofi pembenahan sistem pasca-musibah, hingga upaya pembinaan mental suporter dibedah tuntas dalam talk show Idjen Talk di Radio City Guide 911 FM pada Selasa (11/8/2026) hari ini.
Head of Public Relation and Marcom Arema FC, Munif Bagaskara, memaparkan bahwa perayaan HUT kali ini dipusatkan di Kantor Arema FC “Kandang Singo Edan”, Jalan Mayjen Panjaitan.
Acara diisi dengan doa bersama puluhan anak yatim, jajaran manajemen, perwakilan pemain, dan warga sekitar. Momen ini juga ditandai dengan peluncuran armada bus baru tim.
“Tema The Greatness adalah spirit untuk maju bersama. Namun secara internal, kami sejatinya memaknai usia ini bagaikan tahun ke-4, bukan ke-39. Mengingat pasca-tragedi kelam lalu, manajemen melakukan reset total terhadap seluruh sistem pengelolaan klub. Kami merombak sistem dari nol agar langkah klub ke depan jauh lebih positif, profesional, dan transparan,” ungkap Munif.
Mengedukasi ‘Aremania’ Muda Lewat Program Sekolah
Proses pembenahan internal tidak akan berjalan sempurna tanpa transformasi di akar rumput. Munif menjelaskan, manajemen aktif menjalin sinergi dengan Presidium Aremania Utas yang dikoordinir Ali Rifki untuk merawat komunikasi dengan kelompok suporter dewasa.
Di sisi lain, regenerasi mental suporter muda digembleng secara masif melalui program Arema Goes to School. Setelah menyasar SMA Katolik Santa Maria, program edukasi makna hakiki menjadi suporter ini siap dilanjutkan ke jenjang SD dan SMP.
“Dukungan fanatik itu sah-sah saja, tapi wajib bersikap positif. Saat peluit panjang berakhir dan keluar lapangan, semua harus kembali menjaga ketertiban. Menjaga nama baik dan kehormatan Arema adalah tugas kolektif kita bersama,” tegas Munif.
Era ‘Dewasa Akhir’ dan Warisan Historis
Menanggapi perjalanan panjang Singo Edan, Pengamat Olahraga Faizal Kurniawan menilai angka 39 tahun menandakan klub telah memasuki fase ‘dewasa akhir’. Artinya, Arema FC tidak boleh lagi terjebak dalam pola tata kelola yang amatir atau reaktif.
“Usia ke-39 adalah masa pembuktian untuk hidup lebih tertata. Semangat The Greatness harus diterjemahkan sebagai kesadaran untuk terus berbenah, menghormati sejarah panjang yang dirintis sejak 1987, serta merawat loyalitas Aremania secara berkelanjutan,” tandas Faizal.
Singo Edan telah memilih jalan reset untuk memulihkan martabatnya. Di usia yang kian matang, sinergi antara manajemen yang profesional dan kedewasaan sikap para Aremania menjadi kunci mutlak untuk membawa Arema FC kembali merajai kancah sepak bola nasional. (Wulan Indriyani/Ra Indrata)




