MALANG POST – Manajemen Arema FC mengambil langkah radikal, dengan resmi melepas tiga pemain muda sekaligus, yakni Iksan Lestaluhu, Aswin, dan Agusti Ardiansyah, pada bursa evaluasi tim awal Juni 2026 ini. Kebijakan bersih-bersih skuad young guns yang dikonfirmasi langsung oleh General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, ini sengaja ditempuh demi menegakkan standar performa yang setara bagi seluruh jajaran pemain. Sekaligus membuka ruang untuk memburu tanda tangan bintang muda serba bisa milik Persib Bandung, Robi Darwis.
Bulan Juni ini menjadi bulan yang dingin bagi sebagian pemain muda di Malang. Manajemen Singo Edan membuktikannya dengan tindakan nyata. Tiga nama resmi dicoret dari daftar blueprint musim depan. Mereka adalah Iksan Lestaluhu, Aswin, dan Agusti Ardiansyah.
Iksan Lestaluhu menjadi nama pertama yang dipaksa mengemas koper. Keputusan ini agak mengejutkan. Sebab, jika menengok rapor musim lalu, pesepak bola yang berposisi sebagai fullback kiri ini sebenarnya mendapatkan kesempatan tampil yang lumayan banyak.
Iksan tercatat turun dalam 15 pertandingan. Total menit bermainnya menyentuh angka 735 menit. Jam terbang yang cukup mewah untuk ukuran pemain muda. Tapi apa daya, manajemen punya penilaian lain. Kontraknya diputus. Tidak diperpanjang.
Nasib lebih sunyi dialami oleh Agusti dan Aswin. Dua pemain ini harus mengakhiri masa baktinya di Malang tanpa pernah sekali pun merasakan atmosfer mencetak rumput di pertandingan resmi level senior.
Mereka berdua lebih banyak diperbantukan untuk mengawal Arema FC U-20 yang bertarung di ajang Elite Pro Academy (EPA) Super League.
General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, angkat bicara soal kebijakan kejam ini.
Pria yang akrab disapa Inal ini menegaskan, urusan penilaian di Arema sekarang menggunakan satu mistar yang sama. Adil. Tidak ada urusan tebang pilih.
”Baik itu pemain asing, lokal ataupun muda mereka harus bisa menunjukkan kalau mereka layak dipertahankan Arema FC di kompetisi mendatang,” tegas Inal.
Menurut logika Inal, tim pelatih sudah memberikan panggung dan ruang yang sangat luas bagi para daun muda sepanjang musim lalu.
Nah, panggung itu seharusnya dijawab dengan konsistensi performa yang stabil. Tanpa konsistensi, mustahil bisa menang berebut tempat di skuad utama.
Meski mendepak ketiganya, manajemen tetap melepas dengan cara baik-baik. ”Kami juga mendoakan mereka sukses di klub baru dan dapat jam bermain lebih banyak,” tambah Inal.
Dengan perginya tiga pemain tersebut, barisan pemain muda dengan kategori usia di bawah 23 tahun (U-23) di tubuh Arema kini menyisakan beberapa nama.
Di dalam data riil manajemen, nama-nama yang tersisa di antaranya: Arkhan Fikri, Achmad Maulana, Aswin, Dimas Aryaguna, Fikri Arjidan, Razzaa Fachrezi, dan Salim Tuharea.
Ingat, status aman karena masih mengantongi sisa kontrak bukan jaminan mutlak. Inal memastikan posisi mereka belum final.
Manajemen masih akan terus memelototi kebutuhan taktis tim secara keseluruhan sebelum mengunci komposisi pemain untuk musim depan.
Sebab, esensi dari sebuah evaluasi adalah perbaikan total.
Pandangan itu diamini oleh pelatih Arema FC, Marcos Santos. Baginya, semua anggota skuad tanpa terkecuali harus dievaluasi demi membuat performa Singo Edan melompat lebih tinggi di kompetisi mendatang.
”Peran semua pemain kami butuhkan saat mengarungi kompetisi. Karena itu semua anggota tim harus menunjukkan performa yang bagus,” kata Marcos Santos.
Hukum alam sepak bola selalu berlaku: jika ada yang keluar, pasti ada yang masuk. Pintu keluar sudah dilewati, sekarang pintu masuk diler transfer mulai berderit.
Di jagat media sosial, rumor baru sudah berembus kencang. Nama Robi Darwis mendadak mencuat ke permukaan. Pemain U-23 milik Persib Bandung ini disebut-sebut masuk dalam radar utama buruan Arema FC.
Singo Edan butuh pasokan darah muda yang bisa memberikan dampak instan di lapangan. Dan Robi Darwis punya profil itu.
Dia adalah pemain tipe versatile—pemain serba bisa yang sanggup beroperasi sebagai gelandang tengah, gelandang bertahan, hingga ditarik ke belakang menjadi bek kanan.
Kabarnya, Robi akan diplot untuk mengisi posisi fullback kanan. Posisi yang kemungkinan besar akan lowong karena Rio Fahmi santer dikabarkan bakal mudik, kembali pulang ke pangkuan Persija Jakarta.
Bagaimana respons manajemen? Inal menggunakan jurus diplomasi khas pengusaha. Tidak mengiyakan, tapi juga tidak membantah rumor tersebut.
“Kalaupun tim sudah ada target pemain, pasti akan dilakukan pada akhir musim,” kilah Inal.
Saat ini, fokus utama tim adalah menyelesaikan sisa pertandingan yang ada. Menabung poin demi mengamankan posisi yang bagus di klasemen. Urusan belanja pemain di bursa transfer dinilai bisa menunggu hingga peluit akhir musim ditiup.
Tapi, profil Robi Darwis jelas terlalu seksi untuk diabaikan. Pemain berusia 22 tahun ini punya catatan yang lumayan bersama Maung Bandung musim ini.
Dia tampil sebanyak 15 kali, di mana dua kali dipasang sebagai starter dan 13 kali masuk sebagai pemain pengganti. Satu assist sudah lahir dari kakinya.
Usia yang masih sangat muda, mentalitas klub besar, ditambah fleksibilitas posisi bermain membuat Robi menjadi komoditas panas.
Jika manajemen Arema cerdas mengesekusi peluang bisnis transfer ini, Robi Darwis bisa menjadi mesin penggerak cepat yang baru bagi Singo Edan. Kita tunggu saja kelanjutan taktik transfer Inal di akhir musim nanti. (Ra Indrata)




