Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat menyambut kunjungan silaturahmi dari Unisma. (Foto: Istimewa)
MALANG POST- Suasana hangat menyelimuti ruang kerja Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, di penghujung bulan lalu. Bukan sekadar kunjungan protokoler, pertemuan dengan jajaran Universitas Islam Malang (Unisma) yang datang beserta pengurus yayasannya itu menjadi simbol eratnya jalinan antara dunia akademik dan pemerintahan.
Kunjungan yang diterima langsung oleh Wali Kota beserta jajaran terkait ini memiliki misi mulia. Yaitu, mempererat hubungan yang telah terjalin sekaligus menindaklanjuti kerja sama yang akan segera berakhir. Di atas meja, terbentang berbagai agenda strategis yang siap diwujudkan.
Dalam forum tersebut, pihak Unisma memaparkan berbagai program akademik, capaian prestasi, hingga kerja sama yang selama ini telah berjalan, termasuk dengan Pemkot Malang.
Sejumlah program Unisma dinilai turut mendukung pembangunan di Kota Malang sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat.
Rektor Unisma, Junaidi, dengan penuh semangat menyampaikan kesiapan pihaknya untuk memperkuat sinergi.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki sumber daya akademisi dan tenaga pemikir yang dapat dikolaborasikan dengan kebijakan serta dukungan anggaran dari pemerintah daerah.
“Jika kedua hal tersebut dikolaborasikan, tentu akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa bagi masyarakat. Misalnya program beasiswa, pendampingan UMKM terkait pembinaan dan sertifikasi halal, pembentukan sumber daya manusia yang tangguh dari kalangan mahasiswa, hingga peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan,” beber Junaidi.
Gagasan dan masukan tersebut disambut positif oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Dengan pandangan ke depan, ia menekankan peran penting perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan Kota Malang melalui kolaborasi pentahelix, khususnya dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Sebagai kota pendidikan, Kota Malang memiliki banyak lembaga pendidikan. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang tersendiri.”
“Di sisi lain, Kota Malang kini berkembang menjadi kota metropolitan yang memiliki tantangan besar dalam berbagai aspek, termasuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dapat muncul setiap saat,” jelas Wahyu.
Wahyu menambahkan, arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada kepala daerah menekankan pentingnya pelibatan lembaga pendidikan, khususnya perguruan tinggi, dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah.
Ia mencontohkan, dalam upaya menekan angka pengangguran dan kemiskinan, perguruan tinggi diharapkan mampu berkontribusi menciptakan sumber daya manusia yang produktif dan mampu membuka lapangan pekerjaan baru.
“Jangan sampai perguruan tinggi justru menambah angka pengangguran dan kemiskinan. Sebaliknya, bagaimana para sarjana mampu menciptakan lapangan kerja baru sehingga secara otomatis dapat menekan angka kemiskinan,” tegasnya.
Ke depan, Pemkot Malang berencana melibatkan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dalam mendukung penyelesaian berbagai persoalan daerah sekaligus memperkuat program pembangunan kota.
“Kami akan melibatkan perguruan tinggi dan berbagai lembaga pendidikan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan.”
“Kami berharap mereka berperan aktif mengisi setiap peluang yang ada, dan pemerintah juga akan proaktif mewujudkan program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Wahyu.
Dari pertemuan itu, terlihat jelas bahwa masa depan Kota Malang tidak hanya dibangun di atas fondasi beton dan aspal, melainkan juga di atas fondasi ilmu pengetahuan, kerja sama, dan harapan—sebuah langkah nyata menuju Indonesia Emas 2045. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




