MALANG POST – Arus lalu lintas di jalur utama menuju Kota Wisata Batu mengalami lonjakan signifikan pada puncak libur panjang awal Mei 2026, Sabtu (2/5/2026).
Satlantas Polres Batu mencatat, peningkatan volume kendaraan mulai mencapai titik tertinggi, akibat bertemunya arus wisatawan yang baru tiba dengan pengunjung yang mulai meninggalkan wilayah Kota Batu.
Meski terjadi perlambatan di sejumlah persimpangan strategis, kepolisian memastikan kondisi lalu lintas tetap mengalir terkendali, berkat penempatan personel di titik-titik rawan kemacetan.
Penumpukan kendaraan mulai terpantau sejak Jumat (1/5/2026) dan terus meningkat hingga Sabtu malam. Pengaturan arus lalu lintas secara real-time menjadi kunci untuk mencegah kepadatan statis di jalur-jalur protokol yang menuju destinasi wisata favorit.
Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim, menjelaskan, rata-rata kecepatan kendaraan di titik rawan berkisar di angka 20 kilometer per jam. Perlambatan arus terpantau di beberapa simpul utama seperti Simpang Empat Arhanud, Simpang Tiga Pendem, dan Simpang Tiga Bendo.
“Ada peningkatan arus yang cukup tajam, namun tidak sampai terjadi kepadatan statis atau kemacetan total.”

PADAT MEAYAP: Arus lalu lintas di sejumlah titik Kota Batu padat merayap di momen libur panjang awal Mei 2026. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Kondisi di lapangan didominasi perlambatan di beberapa titik. Seperti Simpang Empat Arhanud, karena antrean traffic light serta pertemuan arus di Simpang Tiga Pendem dan Bendo,” ujar AKP Kevin Ibrahim kepada Malang Post, Minggu (3/5/2026).
Maksimalkan Tim Urai Tanpa Rekayasa Satu Arah
Guna mengantisipasi penguncian arus, Satlantas Polres Batu memaksimalkan penggelaran personel, di setiap simpul jalan yang berpotensi menimbulkan antrean panjang. Petugas disiagakan terutama di area pintu masuk dan keluar wilayah Kota Batu, yang menjadi akses vital bagi wisatawan asal Surabaya maupun Malang Raya.
Selain penempatan personel tetap, kepolisian juga menyiagakan Tim Urai yang bergerak secara mobile. Tim ini bertugas melakukan penanganan cepat apabila ditemukan gangguan lalu lintas atau mogok kendaraan yang berpotensi memicu antrean.

“Sampai saat ini, rekayasa lalu lintas seperti pengalihan arus atau sistem satu arah (one way), belum kami terapkan karena volume kendaraan, masih bisa diserap oleh kapasitas jalan yang ada,” jelas Kevin.
Fokus Arus Balik Wisatawan
Berdasarkan pemetaan di lapangan, arus lalu lintas pada Minggu (3/5/2026) diperkirakan akan didominasi oleh gelombang kendaraan yang meninggalkan Kota Batu, menuju daerah asal atau arus balik wisatawan.
Kanit Turjawali Polres Batu, Ipda Gema Indra Winaryan, menambahkan, pengaturan dilakukan secara situasional, dengan memprioritaskan lajur yang mengalami kepadatan paling tinggi.
“Pengaturan kami lakukan secara real-time. Begitu volume kendaraan dari arah Kota Batu menuju luar kota meningkat, personel langsung bergerak melakukan penarikan arus agar tetap mengalir,” tuturnya.
Pihak kepolisian mengimbau kepada para pengendara, untuk tetap bersabar dan mematuhi instruksi petugas di lapangan. Wisatawan juga diminta mengecek kondisi fisik kendaraan, sebelum melakukan perjalanan pulang. Terutama di jalur perbatasan yang memiliki kontur jalan menanjak dan menurun tajam.
“Langkah kami saat ini tetap memaksimalkan personel di simpul-simpul jalan. Kami imbau pengguna jalan tetap waspada dan tertib berlalu lintas demi keamanan bersama,” pungkas Kevin. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




