MALANG POST – Perjuangan bertahun-tahun warga Dusun Gangsiran Putuk, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu dalam mengejar kepastian hukum atas tanah garapan akhirnya mencapai puncaknya.
Lahan yang dulunya penuh ketidakpastian kini resmi bertransformasi menjadi destinasi wisata edukasi agroforestri bertajuk Unit Usaha Giri Murti, yang diresmikan langsung oleh Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto, pada Kamis (23/4/2026).
Peresmian ini menjadi momentum sakral bagi masyarakat setempat sebagai bentuk syukur atas keberhasilan Program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).
Kawasan yang kini menghijau dengan hamparan pohon kopi tersebut menjadi bukti nyata legalitas lahan yang mampu memacu produktivitas ekonomi desa.
“Melihat lahan ini sekarang, saya sangat bangga. Dahulu kita berjuang keras demi kepastian hukumnya. Hari ini, kita saksikan tanah ini telah menghidupi masyarakat melalui pengelolaan luar biasa oleh KTH Guyub Rukun,” ujar Heli Suyanto di sela-sela peresmian.

TINJAU LANGSUNG: Plt Wali Kota Batu saat meninjau langsung lahan program TORA di Desa Tlekung yang kini menjadi tempat wisa edukasi kopi. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Dari Konflik Menuju Kepastian Hukum
Heli mengenang kembali proses panjang yang dilalui warga sejak tahun 2023. Saat itu, Pemkot Batu bersama masyarakat terus mengawal percepatan pelepasan kawasan hutan untuk reforma agraria. Perjuangan tersebut membuahkan hasil saat Presiden Joko Widodo menyerahkan langsung Surat Keputusan (SK) TORA kepada warga Desa Tlekung.
Kini, setelah legalitas di tangan, pengelolaan lahan dilakukan secara profesional oleh Koperasi Produsen Merah Putih Puthuk Sejahtera melalui Unit Usaha Giri Murti.
“Kawasan ini tidak sekadar lahan tani. Warga mengembangkannya menjadi kawasan agroforestri terpadu. Ada produksi kopi, wisata edukasi, hingga ekonomi kreatif yang saling terintegrasi,” urai Heli.
Konsep Edukasi Kopi dari Hulu ke Hilir
Di Giri Murti, wisatawan tidak hanya disuguhi pemandangan asri, tetapi juga pengalaman belajar budidaya kopi secara mendalam. Mulai dari teknik penanaman, proses panen, pengolahan pascapanen, hingga mencicipi seduhan kopi hasil bumi lokal.

Untuk menunjang kenyamanan, pengelola juga menyediakan fasilitas pendukung seperti:
- Homestay: Pengalaman menginap di tengah perkebunan.
- Kuliner Tradisional: Sajian khas desa yang otentik.
- Pendampingan Akademis: Pengembangan kawasan yang bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
“Model pengelolaan ini menjadi role model keberhasilan reforma agraria. Tidak berhenti pada pembagian sertifikat, tapi berlanjut pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” tambah politisi asli Batu tersebut.
Komitmen Dukungan Infrastruktur
Mengapresiasi kemandirian warga, Heli Suyanto menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batu untuk memperkuat aksesibilitas menuju kawasan Giri Murti. Pemkot berencana melakukan penguatan infrastruktur jalan agar arus wisatawan semakin lancar.
“Prinsipnya, jika alam dirawat (diopeni), maka alam akan menghidupi kita. Ke depan, penguatan infrastruktur dan fasilitas penunjang akan terus kami dorong agar potensi Giri Murti berkembang lebih besar lagi,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)




