KOLASE: Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija dan Pelatih Arema FC, Marcos Santos. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Sepanjang delapan laga yang mempertemukan Arema FC vs Persis Solo, skuadra Singo Edan belum pernah kalah. Rekornya empat kali menang dan empat kali seri. Terhitung sejak Persis Solo kembali ke kompetisi kasta tertinggi di Indonesia, di musim 2023/2024 lalu.
Bahkan di putaran pertama Super League musim 2025/2026, pada 20 September 2025 lalu, Arema sukses menahan imbang 2-2, Laskar Sambernyawa di Stadion Mahanan, Surakarta.
Hanya saja, giliran Arema menjadi tuan rumah di pekan ke-28, pada Sabtu (18/4/2026) sore, tim tamu yang dihadapi jelas berbeda. Sejak putaran kedua dan Milomir Seslija didapuk menjadi pelatih, Persis Solo, benar-benar cuci gudang.
Hasilnya sudah mulai terlihat. Dalam delapan laga terakhir, Persis tak terkalahkan. Tiga kali menang dan lima kali seri. Hingga membawa tim milik putra mantan Presiden Jokowi ini, sudah lepas dari zona degradasi.
Termasuk dalam tiga laga away terakhir, Persis Solo selalu bisa mencuri poin. Yakni bermain imbang tanpa gol lawan PSIM Yogyakarta dan Persijap Jepara. Serta bermain imbang 1-1, ketika dijamu PSM Makassar.
Kondisi berbalik justru terjadi pada tuan rumah. Setelah tak pernah menang dalam lima laga berturutan, sejak pekan ke-22 hingga pekan ke-26. Baru di pekan ke-27, Arema mendapatkan tiga poin pertamanya. Ketika menang 1-0 lawan Persita Tangerang, Jumat (10/4/2026) lalu.
Wajar jika skuad yang berdiri 1987 ini, belum juga mampu beranjak dari posisi papan tengah. Tepatnya di peringkat ke-11, dengan 35 poin dari hasil sembilan kali menang, delapan kali seri dan 10 kali kalah.
Untuk bisa merealisasikan target yang dibebankan manajemen, yakni mengakhiri kompetisi di posisi lima besar, masih berselisih 11 poin dari tim berperingkat lima, Malut United.
Mau tidak mau, agar bisa menjaga asa merealisasikan target tersebut, Arema FC tidak boleh lagi kehilangan poin. Terlebih-lebih saat berlaga di kandang sendiri, Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
“Kami tahu kami akan menghadapi lawan yang sulit. Lawan yang sudah delapan pertandingan tidak terkalahkan. Mereka mengubah hampir seluruh tim. Praktis lebih dari setengah pemain baru datang pada pertengahan musim ini.”
”Tapi kami sudah bersiap dengan baik. Kami sadar akan tanggung jawab kami, apalagi bermain di kandang sendiri. Kami tahu, kami harus memberikan segalanya, bersiap diri dan memberikan performa maksimal selama 90 menit pertandingan, agar Tuhan memberkati dan memberikan hasil yang terbaik bagi kami,” sebut Marcos Vinicius Santos Goncalves, pelatih Arema dalam prematch press conference, Jumat (17/4/2026) kemarin.
Bagi pelatih asal Brasil tersebut, berada di papan tengah, akan menjadi tantangan tersendiri. Apalagi jarak poin yang terus berdekatan dengan tim-tim pesaing lainnya.
Fakta jarak poin dengan zona degradasi (Persis, peringkat ke-13, 24 poin), adalah sama dengan jarak poin tim di peringkat kelima, yang diduduki Malut United. Boleh disebut, Arema benar-benar berada di tengah klasemen sementara.
“Kami harus memikirkan setiap pertandingan satu per satu. Tersisa tujuh pertandingan lagi untuk mengakhiri kejuaraan ini dan kami ingin menempatkan Arema di posisi terbaik yang memungkinkan. Kami sangat menghormati para pendukung Arema, menghormati jersey ini dan sejarah Arema,” sebut pelatih 47 tahun ini.
Salah satu faktor yang mempengaruhi Arema hingga sulit beranjak dari papan bawah, Marcos Santos menyebut, karena banyak pemain yang sering absen, dengan berbagai alasan. Mulai dari cedera atau terkena akumulasi kartu kuning dan sanksi kartu merah.
Kondisi tersebut menjadikan Arema banyak kehilangan poin selama putaran pertama. Kemudian baru di babak kedua, setelah Arema mengganti mayoritas pemain asingnya, pelan namun pasti, Johan Alfarizi dan kawan-kawan, kembali menemukan jalur kemenangan.
“Ada beberapa hal yang terjadi selama musim ini. Kami kehilangan poin pada putaran pertama dan sekarang kami mencoba untuk menebusnya.”
“Kami akan mencoba bermain dengan intensitas tinggi, bertahan dengan baik. Namun tetap bermain ofensif untuk memenangkan pertandingan,” kata pelatih berlisensi Pro Conmebol ini.
Sayangnya saat menjamu Persis Solo, Marcos Santos masih juga belum bisa menampilkan pemain-pemain terbaiknya. Beberapa pemain, diragukan bisa tampil karena alasan cedera. Mulai dari kiper Adi Satryo hingga Julian Guevara, yang sedang absen karena masalah virus.
“Julian telah mendapatkan kesempatannya. Begitu juga yang lainnya. Sekarang Lucas kembali mendapatkan kesempatan dan dia merespons dengan sangat baik.”
“Dia adalah kiper yang tenang, berpengalaman dan memberikan rasa aman bagi tim. Lini pertahanan kami dimulai dari dia.”
”Kami sangat percaya pada bek kami. Memang ada kesulitan selama musim ini, namun saya percaya pada tim ini, percaya pada pemain-pemain saya.”
“Saya tahu kami bisa menjalani akhir musim yang baik, dengan mengumpulkan poin sebanyak mungkin untuk menempatkan Arema di posisi terbaik,” tegasnya.
Lucas Frigeri, yang hadir dalam prematch press conference mewakili pemain, juga mengaku siap tampil saat menjamu Persis Solo. Terlebih-lebih dalam seminggu terakhir persiapan, kiper asal Brasil ini mengaku siap tampil mengawal gawang Arema.
“Seperti yang dikatakan pelatih, seminggu ini kerja kami sangat baik. Kami tahu bahwa kami akan menghadapi pertandingan yang sangat sulit. Melawan tim berkualitas yang melakukan banyak perubahan untuk putaran kedua ini.”
“Namun, saya yakin persiapan kami sangat bagus. Kami telah bekerja keras berdasarkan apa yang kami yakini dapat memenangkan pertandingan besok dan kami berharap dapat meraih tiga poin di kandang sendiri,” kata kiper 36 tahun.
Kiper berpostur 194 cm ini, memang sudah tampil 15 kali dalam 27 laga yang dilakoni Arema FC. Sudah kebobolan 20 gol dan baru mencatatkan dua kali clean sheet.
Kondisi tersebut menjadikan Aremania mulai mempertanyakan kecekatan yang dimiliki kiper dengan nilai pasar ‘hanya’ Rp869 juta. Bahkan nilainya kalah jauh dibandingkan Adi Satryo (Rp3,9 miliar) ataupun Gianluca Pandeynuwu, yang punya nilai pasar Rp2,6 miliar.
“Saya percaya, di setiap pertandingan di setiap musim, kita perlu menunjukkan performa dan tampil dengan baik.”
“Saya sudah berada di sini selama dua tahun. Saya sudah memberikan satu gelar juara untuk mereka dan menurut saya, kami tidak perlu membuktikan apa pun lagi kepada siapa pun.”
“Tugas kami adalah bekerja, memberikan yang terbaik setiap hari dan berusaha memenangkan pertandingan sebanyak mungkin.”
“Tidak selamanya kita akan menjalani hari yang baik. Tidak selamanya kita akan berada dalam fase yang bagus, atau musim yang hebat dan itu adalah bagian dari kehidupan setiap pemain,” demikian sebut kiper yang bergabung dengan Arema sejak 6 Juli 2024 ini. (Ra Indrata)
Prediksi Susunan Pemain Arema vs Persis
AREMA (4-3-3): Lucas Frigeri (gk); Rio Fahmi, Betinho Filho, Hansamu Yama, Johan Alfarizi; Pablo Oliveira, Matheus Blade, Arkhan Fikri; Gustavo França, Gabriel Silva, Dalberto.
Pelatih: Marcos Santos
PERSIS SOLO (4-3-3): Muhammad Riyandi (gk); Dodi Alekvan Djin, Kadek Raditya, Dušan Mijic, Luka Dumančić; Andrei Alba, Zanadin Fariz, Dejan Tumbas; Miroslav Maričić, Roman Paparyga, Septian Bagaskara.
Pelatih: Milomir Šešlija




