MALANG POST – Perum BULOG Cabang Malang memastikan pasokan Minyakita di Kota Pasuruan dalam kondisi aman. BULOG bahkan kembali menggelontor 9.600 liter Minyakita ke wilayah tersebut guna memperkuat distribusi dan menjaga ketersediaan di tengah lonjakan permintaan.
Pemimpin Cabang BULOG Malang, M. Nurjuliansyah Rachman mengatakan, tambahan pasokan tersebut setara 800 karton yang disalurkan ke sejumlah pasar di Kota Pasuruan. Distribusi difokuskan pada titik-titik dengan perputaran tinggi agar pasokan di tingkat pengecer tetap stabil.
“Untuk memperkuat pasokan di Pasuruan, hari ini kami kembali menggelontorkan 800 karton atau setara 9.600 liter Minyakita ke pasar di Kota Pasuruan, seperti Pasar Besar, Pasar Karangketug, Pasar Gadingrejo dan Pasar Kebonagung,” katanya, Rabu (15/4/2026).
Dijelaskan, hingga saat ini distribusi Minyakita di Kota Pasuruan telah mencapai 70.056 liter. Penyaluran dilakukan melalui beragam kanal, yakni pasar SP2KP 13.404 liter, toko/agen 29.748 liter, ritel modern 12.000 liter, KDKMP 3.000 liter, serta RPK 11.904 liter.
“Pola distribusi tersebut menunjukkan upaya pemerataan pasokan melalui jalur tradisional maupun modern,” jelasnya.
Dikatakan, penambahan pasokan Minyakita dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Adapun sebagai bagian wilayah kerja BULOG Malang, total penyaluran Minyakita di Malang Raya dan Pasuruan Raya telah mencapai 726.506 liter.
Malang Kota tercatat sebagai penerima terbesar dengan 314.971 liter, disusul Kabupaten Malang 157.183 liter, Kabupaten Pasuruan 139.308 liter, Kota Pasuruan 70.056 liter dan Kota Batu 44.988 liter.

“Jika di lapangan masih ditemukan keterbatasan, hal itu lebih dipengaruhi tingginya permintaan dalam waktu bersamaan serta distribusi di tingkat pengecer yang belum merata,” ujarnya.
Menurutnya, BULOG masih memiliki cadangan stok Minyakita yang siap disalurkan, yakni 18.780 liter kemasan 1 liter dan 1.800 liter kemasan 2 liter. Masyarakat diimbau berbelanja sesuai kebutuhan agar distribusi tetap terjaga.
“Kami pastikan stok tersedia dan distribusi terus kami perkuat agar masyarakat bisa memperoleh Minyakita sesuai ketentuan,” ungkapnya.
Meski begitu, lanjutnya, sinergitas antar berbagai pihak sangat diperlukan agar harga tetap terkendali. Untuk itu, BULOG mengimbau para distributor Minyakita untuk turut aktif menggelontorkan ke pasar.
“Bagi para pedagang, kami juga menegaskan agar menjual Minyakita sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter,” tegasnya.
Sementara, BULOG juga terus berkoordinasi dengan Tim Satgas Pangan untuk memastikan harga di tingkat konsumen tetap sesuai ketentuan. Jika ditemukan adanya pelanggaran harga, maka akan ada penindakan tegas oleh Satgas Pangan.
“BULOG bersama Tim Satgas Pangan juga terus berkoordinasi untuk memonitor harga di lapangan agar tetap terkendali,” tegasnya. (*/Ra Indrata)




