MALANG POST – Seorang wisatawan yang hendak menikmati wahana di kawasan wisata Mikutopia, Kota Batu, justru mengalami peristiwa pilu. Perempuan tersebut mendadak pingsan saat mengantre tiket hingga akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (23/3/2026) lalu sekitar pukul 11.50 WIB. Saat itu suasana antrean loket pembelian tiket di kawasan wisata yang berada di wilayah Kecamatan Bumiaji tersebut cukup ramai oleh pengunjung.
Kapolsek Bumiaji, AKP Anton Hendry Subagijo menjelaskan, korban bernama Suyati, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, awalnya datang ke lokasi wisata bersama suaminya, Muh Ali. Saat itu Suyati menunggu di sekitar loket sementara sang suami mengantre untuk membeli tiket. Namun tanpa diduga, Suyati tiba-tiba jatuh pingsan di tengah area antrean pengunjung.
“Ketika berada di lokasi loket, tiba-tiba yang bersangkutan pingsan. Petugas wisata yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dengan membawa korban ke Pos P3K untuk mendapatkan penanganan awal,” jelas Anton, Jumat (3/4/2026).
Petugas di lokasi segera melakukan upaya pertolongan pertama. Namun kondisi korban tidak menunjukkan tanda-tanda membaik. Petugas kemudian memutuskan untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.
Suyati selanjutnya dibawa menuju RS dr Tri Punten untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sayangnya, dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan tersebut, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

OLAH TKP: Personel Polres Batu saat melakukan Olah TKP di lokasi pingsannya seorang pengunjung Mikutopia yang berakhir meninggal dunia. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di RS dr Tri Punten, tidak ditemukan adanya indikasi gangguan pada jantung. Pemeriksaan fisik yang dilakukan, termasuk pengecekan denyut nadi hingga rekam jantung (EKG), menunjukkan hasil normal.
Sementara itu, Kepala Desa Tulungrejo, Suliono menyampaikan, bahwa pihak pengelola Mikutopia telah melakukan penanganan secara cepat setelah insiden tersebut terjadi. Tim internal langsung memberikan pertolongan pertama kepada korban sebelum dilakukan evakuasi ke rumah sakit.
“Manajemen Mikutopia menyampaikan bahwa begitu insiden terjadi, tim langsung sigap memberikan pertolongan awal dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pengelola dalam menjaga keselamatan pengunjung di area wisata. Prosedur operasional standar (SOP) juga disebut telah dijalankan, termasuk penanganan darurat serta pelaporan kepada pihak berwenang.
Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Joko Suprianto menegaskan, bahwa peristiwa tersebut tidak berlanjut ke proses hukum. Hal itu karena pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Dari hasil komunikasi dengan pihak keluarga, mereka telah membuat pernyataan resmi menerima kejadian ini sebagai musibah. Sehingga tidak ada proses hukum yang dilanjutkan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pasca kejadian tersebut, aktivitas wisata di kawasan Mikutopia tetap berjalan normal. Pengelola juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.
Mereka menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan standar pelayanan dan keselamatan bagi setiap pengunjung yang datang ke kawasan wisata tersebut. (Ananto Wibowo)




