MALANG POST – Pemkot Batu terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui Program Beasiswa 1000 Sarjana. Salah satu dukungan nyata datang dari Bank Jatim yang menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pembiayaan pendidikan mahasiswa asal Kota Batu.
Apresiasi tersebut disampaikan Wali Kota Batu Nurochman saat penyerahan simbolis beasiswa kepada mahasiswa penerima manfaat dalam Apel Pagi ASN di Balai Kota Among Tani, Senin (30/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Nurochman menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi kunci dalam memperluas akses pendidikan bagi generasi muda. Ia menyampaikan terima kasih kepada Bank Jatim yang telah memberikan dukungan CSR pendidikan sebesar Rp236 juta pada tahun 2025.
Menurutnya, hingga saat ini sudah tercatat sebanyak 271 mahasiswa asal Kota Batu yang merasakan manfaat Program Beasiswa 1000 Sarjana.
“Pada pagi hari ini kita menyerahkan beasiswa secara simbolis untuk program tahun 2025, yang salah satu sumber pendanaannya berasal dari CSR Bank Jatim. Hingga saat ini sebanyak 271 mahasiswa telah menerima manfaat program ini. Kami memandang beasiswa ini sebagai investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” papar Cak Nur.
Ia menilai dukungan Bank Jatim menjadi contoh konkret bagaimana perusahaan dapat berperan aktif dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan. Pemkot Batu pun membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi perusahaan lain untuk ikut terlibat melalui program CSR yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pendidikan adalah investasi masa depan daerah. Karena itu kami berharap semakin banyak dunia usaha yang turut berpartisipasi, berinvestasi pada pembangunan SDM Kota Batu melalui program CSR pendidikan,” tegasnya.

SERIBU SARJANA: Wali Kota Batu Nurochman didampingi Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto saat menyerahkan secara simbolis beasiswa Seribu Sarjana. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Ia menjelaskan, Program Beasiswa 1000 Sarjana dirancang sebagai strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk menciptakan generasi yang unggul dan kompetitif. Program ini juga menjadi upaya membuka kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Berbeda dengan beberapa program beasiswa lain, beasiswa ini tidak disertai ikatan dinas. Pemkot Batu, kata dia, ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi penerima manfaat untuk mengembangkan karier, baik di dunia kerja maupun melalui jalur kewirausahaan.
“Tujuannya agar generasi muda Kota Batu memiliki daya saing yang kuat. Mereka bisa berkontribusi di berbagai sektor, baik sebagai profesional maupun wirausaha,” jelasnya.
Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Angelika Dona, mahasiswi asal Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu. Mahasiswi semester delapan di STIKES Mardi Waluyo Malang itu mengaku bantuan beasiswa sangat membantu meringankan beban biaya kuliah, terutama di masa akhir studinya.
Dona tercatat mulai menerima beasiswa sejak semester tujuh. Bantuan tersebut sangat berarti karena pada tahap akhir perkuliahan kebutuhan biaya akademik biasanya semakin meningkat. “Sangat membantu untuk pembiayaan kuliah, apalagi sekarang sudah di tingkat akhir,” ujarnya.
Tak hanya berprestasi di bidang akademik, Dona juga dikenal sebagai atlet arung jeram yang berhasil menyumbangkan medali emas bagi Kota Batu dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa program beasiswa tidak hanya membantu mahasiswa secara finansial, tetapi juga memberi ruang bagi generasi muda berprestasi untuk terus berkembang dan mengharumkan nama daerah.
Melalui sinergi pemerintah daerah dan dunia usaha, Pemkot Batu berharap Program Beasiswa 1000 Sarjana dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak mahasiswa di masa mendatang. Langkah ini sekaligus menjadi investasi penting dalam menyiapkan generasi unggul yang mampu membawa Kota Batu semakin maju di masa depan. (Ananto Wibowo)




