GELANDANG: Gustavo Franca dan Dejan Tumbas, saat berebut bola di Stadion Kanjuruhan. Arema FC unggul 2-0 atas tim tamu Persis Solo di pekan ke-28 Super League. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Stadion Kanjuruhan kembali menjadi saksi kebangkitan Singo Edan. Dalam lanjutan pekan ke-28 Super League, Sabtu (18/4/2026) sore, Arema FC sukses mengamankan poin penuh setelah menumbangkan tamunya, Persis Solo, dengan skor meyakinkan 2-0.
Pahlawan kemenangan kali ini tak lain adalah bomber haus gol, Gabriel Silva, yang memborong dua gol kemenangan, sekaligus memperpanjang rekor positif tim asuhan Marcos Santos atas Persis Solo.
Kemenangan ini terasa sangat emosional. Bukan sekadar tambahan tiga poin di papan klasemen, melainkan sebuah pembuktian konsistensi bagi Arema, yang kini mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya.
Dukungan ribuan Aremania yang memadati tribun, seolah menjadi bahan bakar tambahan bagi Alfarizi dkk untuk tampil spartan sepanjang 90 menit.
Peluit babak pertama dibunyikan, Arema langsung mengambil inisiatif serangan. Pelatih Marcos Santos menerapkan skema tekanan tinggi (high pressing) yang membuat lini tengah Persis Solo kesulitan mengembangkan permainan.
Hasilnya terlihat pada menit ke-17. Berawal dari skema serangan balik cepat, Gabriel Silva yang mendapatkan ruang tembak di depan kotak penalti melepaskan sepakan melengkung yang tak mampu dihalau kiper lawan. Stadion Kanjuruhan bergemuruh, 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Memasuki babak kedua, dominasi Arema tidak mengendur. Pada menit ke-53, Gabi—sapaan akrab Gabriel Silva—kembali mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan umpan terukur dari sektor sayap, penempatan posisi yang cerdik membuat Gabi sukses mem-placing bola ke pojok gawang. Skor 2-0 bertahan hingga laga usai.
Dalam jumpa pers usai laga, pelatih Arema, Marcos Santos, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Menurut pelatih asal Brasil tersebut, mengalahkan Persis Solo bukanlah perkara mudah. Mengingat dalam delapan laga terakhir, tim tamu memiliki rekor yang cukup mentereng.
”Pertandingan yang sangat berat. Kita tahu Solo adalah tim yang solid, mereka tidak terkalahkan dalam delapan laga terakhir, sebelum datang ke sini.”
“Namun, pemain saya menjalankan instruksi dengan sangat disiplin. Mereka tahu kapan harus menekan dan kapan harus menjaga kedalaman,” ujar Marcos dengan nada puas.
Marcos juga memberikan apresiasi khusus kepada sektor pertahanan. Kemenangan ini merupakan clean sheet kedua secara beruntun bagi Arema.
“Lucas di bawah mistar sangat tenang, begitu juga dengan barisan belakang seperti Hansamu Yama, Rio Fahmi, Alfarizi, hingga Guevara. Pertahanan kita dimulai dari depan, Gabi dan Joel juga bekerja keras menutup ruang sejak dari area lawan,” imbuhnya.
Di balik euforia kemenangan, suasana haru sempat menyelimuti ruang konferensi pers. Marcos Santos menegaskan bahwa setiap kemenangan yang diraih Arema selalu didedikasikan untuk publik Malang, terutama keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, yang terjadi beberapa tahun silam.
”Kemenangan ini untuk Aremania di seluruh Malang Raya. Kami tahu, kemenangan ini tidak akan pernah bisa mengembalikan mereka yang telah tiada. Tidak bisa menggantikan sosok anak, ayah, atau saudara.”
“Namun, kami berharap hasil ini bisa memberikan sedikit senyuman dan mengobati rasa sakit hati mereka. Selama saya di sini, fokus saya adalah memberikan kebahagiaan bagi pendukung tim ini,” tutur Marcos dengan mata berkaca-kaca.
Selain itu, kemenangan ini juga dipersembahkan untuk Pablo Oliveira dan Luis Gustavo yang harus absen lama akibat cedera lutut parah. “Kami sedih kehilangan Pablo dan Luis. Mereka harus dioperasi. Gabi dan kawan-kawan berjuang hari ini juga untuk mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Gabriel Silva, sang bintang lapangan, justru menanggapi pujian dengan rendah hati. Bagi winger Brasil tersebut, dua gol yang ia cetak adalah hasil kerja sama tim yang luar biasa.
”Saya hanya mencoba berada di posisi yang tepat. Kredit sesungguhnya adalah untuk rekan-rekan saya yang memberikan umpan-umpan matang.”
“Saya senang bisa melihat Aremania pulang dengan senyum lebar hari ini. Kehadiran mereka di stadion benar-benar menjadi pemain ke-12 bagi kami,” ungkap Gabi.
Marcos Santos pun memuji kepribadian Gabi. “Gabi adalah pemain yang sangat rendah hati. Dia bekerja sangat keras di sesi latihan, dan hari ini dia memanen hasilnya. Dia layak mendapatkan apresiasi ini.”
Meski menang, Arema tidak boleh berpuas diri. Jadwal padat telah menanti di depan mata. Setelah ini, Singo Edan dijadwalkan akan menghadapi tim papan atas calon juara, Persib Bandung, sebelum akhirnya bertemu dalam laga klasik penuh gengsi melawan rival abadi, Persebaya Surabaya (Derby Jatim).
”Kami akan menikmati kemenangan ini malam ini, tapi besok kami sudah harus fokus pemulihan. Laga melawan Persib Bandung akan sangat sulit dan kami harus memastikan kondisi fisik pemain kembali ke level terbaik secara klinis. Kami ingin menjaga momentum ini,” tutup Marcos Santos.
Dengan kemenangan ini, Arema FC merangkak naik di tabel klasemen sementara Super League, sekaligus memberikan sinyal bahaya bagi lawan-lawan berikutnya.
Stadion Kanjuruhan telah kembali menjadi angker bagi tim tamu, dan Singo Edan siap menerkam siapa pun yang datang menghalangi jalan mereka menuju papan atas. (Ra Indrata)




