MALANG POST – Pemkot Batu terus mematangkan berbagai persiapan untuk menghadapi libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 H/2026 M. Momentum dua hari besar yang berdekatan diperkirakan akan mendorong lonjakan kunjungan wisatawan ke Kota Wisata Batu.
Hal tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Wali Kota Batu Nurochman di Ruang Rapat Utama Balai Kota Among Tani. Rapat tersebut melibatkan sejumlah unsur perangkat daerah guna memastikan kesiapan infrastruktur, layanan wisata, serta pengamanan selama masa libur Lebaran.
Cak Nur sapaan Nurochman menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah. Menurutnya, kedekatan momentum Nyepi dan Idul Fitri berpotensi meningkatkan arus wisatawan yang memilih berlibur ke Kota Batu.
“Menghadapi Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri yang berdekatan perlu persiapan matang. Sangat mungkin wisatawan yang sedang berlibur memilih datang ke Kota Batu,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Karena itu, ia meminta perangkat daerah memastikan kesiapan infrastruktur dasar, terutama kondisi jalan, penerangan jalan umum (PJU), serta pengaturan rekayasa lalu lintas di jalur-jalur wisata. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kenyamanan masyarakat maupun wisatawan selama libur panjang.

PEMATANGAN: Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto saat memimpin rapat pematangan persiapan libur panjang Nyepi dan Idul Fitri. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menyoroti pentingnya kesiapan sarana pendukung pariwisata. Di antaranya optimalisasi penerangan jalan umum di kawasan wisata, pemangkasan pohon yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, serta penataan parkir di ruang-ruang publik.
“Pengelolaan parkir yang tertib akan membantu mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan. Ia juga mengingatkan agar petugas parkir memberikan pelayanan yang ramah sebagai bagian dari citra Kota Batu sebagai kota wisata yang bersahabat,” tegasnya.
Selain membahas kesiapan infrastruktur dan layanan wisata, rapat tersebut juga menyinggung agenda kegiatan masyarakat menjelang Idulfitri. Salah satunya konsep malam takbiran yang diharapkan dapat dikemas lebih menarik melalui kolaborasi dengan Dinas Pariwisata.
Heli juga mendorong partisipasi aparatur sipil negara (ASN) dalam kegiatan halal bihalal yang digelar pemerintah kota setelah Hari Raya Idulfitri sebagai sarana memperkuat silaturahmi.
Dari sisi pengamanan, jajaran kepolisian bersama unsur Forkopimda akan menggelar Operasi Ketupat Semeru 2026 yang berlangsung pada 13 hingga 25 Maret 2026.
Sekitar 400 personel gabungan akan diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari unsur kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya.
Untuk mendukung pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat, sejumlah pos juga disiapkan di berbagai titik strategis. Terdiri dari satu pos pelayanan, empat pos pantau, dua pos urai, serta enam pos pengamanan yang tersebar di wilayah Kota Batu.
Pemkot Batu memproyeksikan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran mencapai sekitar 400 ribu orang. Bahkan dalam skenario puncak, jumlah kunjungan berpotensi meningkat hingga 1,1 juta wisatawan.
Mengantisipasi potensi lonjakan tersebut, pemerintah kota menyiapkan sejumlah langkah. Di antaranya optimalisasi pemantauan melalui CCTV publik, pengawasan titik rawan kemacetan, penataan parkir, serta penguatan publikasi informasi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Batu berharap masa libur panjang Nyepi dan Lebaran dapat berlangsung aman, tertib, serta tetap memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Kota Batu. (Ananto Wibowo)




