MALANG POST – Wali Kota Batu, Nurochman turun langsung memastikan penyaluran Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia berjalan tepat sasaran. Peninjauan sekaligus penyerahan simbolis dilakukan kepada 10 penerima manfaat di Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu.
Program ATENSI merupakan salah satu intervensi rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan. Di Kota Batu, bantuan disalurkan melalui Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso Surakarta sebagai unit pelaksana teknis Kemensos.
Dalam peninjauan itu, Cak Nur tidak hanya sekadar menyerahkan bantuan. Ia juga berdialog langsung dengan penerima manfaat untuk menggali kondisi riil di lapangan, mulai kebutuhan sehari-hari hingga kendala yang masih dihadapi.

CEK PENYALURAN: Wali Kota Batu Nurochman saat turun langsung meninjau sekaligus memastikan penyaluran bantuan Atensi tepat sasaran. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Pemerintah hadir memastikan bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan. Harapannya bisa membantu kebutuhan pokok dan perlengkapan dasar sehari-hari,” ujarnya, kemarin.
Secara keseluruhan, bantuan ATENSI di Kota Batu menyasar 208 penerima manfaat yang tersebar di tiga kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Bumiaji sebanyak 78 orang, Kecamatan Junrejo 56 orang dan Kecamatan Batu 74 orang.

Paket bantuan yang disalurkan berisi kebutuhan pangan dan perlengkapan dasar. Mulai beras, biskuit kaleng, gula merah, kacang hijau, minyak goreng, kecap, sarden, roti, hingga teh. Selain itu, terdapat perlengkapan personal seperti sabun, handuk, pasta gigi, sarung, sampo dan sikat gigi.
Momentum penyaluran bantuan ini dinilai strategis di momen Ramadan dan menjelang Idulfitri, saat kebutuhan rumah tangga meningkat. Karena itu, sinergi pemerintah pusat dan daerah disebut menjadi faktor penting dalam memperkuat jaring pengaman sosial.
“Ini bukan sekadar penyerahan bantuan, tetapi wujud kehadiran negara bagi masyarakat rentan,” imbuh Cak Nur.
Pemkot Batu memastikan kolaborasi dengan pemerintah pusat akan terus diperkuat, terutama dalam program perlindungan dan pemberdayaan sosial. Harapannya, bantuan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu mendorong kemandirian penerima manfaat ke depan. (Ananto Wibowo)




