MALANG POST – Agar liburan menjadi peluang emas bagi UMKM, diperlukan adanya bazar terpusat. Karena momen libur panjang, bisa menjadi berkah bagi pelaku UMKM di Kota Malang.
Asalkan didukung dengan akses pasar yang jelas, tempat jual yang terpusat dan strategis, serta promosi yang maksimal.
Hal itu disampaikan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kota Malang, Atfiah El Zam Zami, saat menjadi narasumber talk show di program Idjen Talk. Yang disiarkan langsung Radio City Guide 911 FM, Kamis (1/1/2026).
Kata Atfiah, sampai saat ini UMKM masih bergerak sendiri, karena belum ada bazar besar terpusat yang difasilitasi pemerintah.
“Padahal jika ada event terpusat dan digelar saat momen libur panjang seperti Nataru atau libur Lebaran, wisatawan bisa diarahkan ke satu lokasi dan UMKM ikut merasakan dampak ekonominya,” tambahnya.
Selain itu, dia juga menyoroti dari banyaknya event yang digelar selama ini, terlalu fokus pada kuliner. Tapi oleh-oleh khas Malang seperti souvenir, dinilai kurang dilirik meski sebenarnya ada.
Sehingga Atfiah berharap Pemkot Malang bisa merencanakan event khusus dan pelatihan rutin bagi UMKM, agar terus berkembang.
Sedangkan bagi Ketua PHRI BPC Kota Malang, Agoes Basoeki, libur panjang akhir tahun membawa angin segar bagi sektor perhotelan di Kota Malang. Apalagi tingkat okupansi hotel pada periode 22 Desember 2025 ke atas, mencapai sekitar 90 persen. Angka itu dinilai positif bagi pelaku usaha pariwisata.
“Libur panjang memang menjadi berkah, karena lonjakan kunjungan wisatawan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan hotel.”
“Kami berharap di tahun 2026, kinerja sektor pariwisata bisa lebih baik lagi, seiring persiapan yang sudah dilakukan,” sebutnya.
Lebih lanjut Agoes menilai, tantangan ke depan juga mulai terasa dengan hadirnya banyak hotel baru di Kota Malang.
Investasi hotel, katanya, memang penting. Namun harus dibarengi dengan perhatian pada aspek lingkungan dan perizinan, agar tidak menimbulkan polemik.
Sementara itu, dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Wisnuwardhana Malang, Roy Anugrah, S.E., M.Bus., justru menyoroti, banyaknya wisatawan yang datang ke Kota Malang menjadi berkah, tapi seharusnya perlu diimbangi dengan penataan yang matang.
Pihaknya juga menilai, tahun ini sudah cukup bagus dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski seharusnya aktivitas ekonomi sebaiknya tidak terpusat di pusat kota saja. Tapi juga menyasar wilayah lain yang mulai sepi.
Salah satunya, kata Roy, di kawasan Pulosari yang dulu dikenal sebagai sentra kuliner, tapi sekarang cukup sepi. Dengan begitu, dampak ekonomi juga bisa lebih merata.
“Di tengah kondisi ekonomi yang masih abu-abu dan sulit diprediksi, pelaku usaha perlu jeli membaca daya beli pasar. Strategi dan kualitas layanan harus jadi fokus, supaya wisatawan mau datang kembali. (Faricha Umami/Ra Indrata)




