SEGAR: Bupati Malang, HM Sanusi, memimpin para pejabat lainnya untuk meminum air yang diambil langsung dari kran ZAMP TIRKAN. Sekaligus penanda warga Kabupaten Malang bisa langsung minum air dari kran Tirta Kanjuruhan. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
MALANG POST – Menutup hari pada tahun 2025, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan, justru membuka gebrakan baru. Muaranya untuk memberikan pelayanan penyediaan air minum bagi warga Kabupaten Malang.
Kali ini Tirta Kanjuruhan memastikan air yang keluar dari kran pipa, langsung bisa diminum. Melalui pilot project Zona Air Minum Prima Tirta Kanjuruhan (ZAMP TIRKAN), air siap minum itu baru tersedia di zona khusus di sepanjang Jalan Panji, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Pada awal peluncuran ZAMP, zona khusus yang menyediakan air minum langsung dari kran dengan kualitas tinggi itu, tersedia di kantor Bupati Malang, kantor DPRD Kabupaten Malang, kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dan kantor Pengadilan Negeri Kabupaten Malang.
Termasuk juga ada di RSUD Kanjuruhan, Markas Kodim 0818, kantor UPTD Pendidikan TK, SD dan PLS serta ada di SDN 4 Panggungrejo.

RESMIKAN: Secara simbolis Bupati Malang, HM Sanusi, meneken prasasti pilot project Zona Air Minum Prima Tirta Kanjuruhan (ZAMP TIRKAN). Ikut mendampingi Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan, H Syamsul Hadi. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
Bupati Malang, HM Sanusi, yang melaunching pilot project, yang bakal menjadi program adalah Perumda Tirta Kanjuruhan. Di Pendopo Panji, sebelum digelarnya Istigasah dan Doa Bersama Korpri Kabupaten Malang, dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026. Pada Rabu (31/12/2025) menjelang tengah malam.
“ZAMP ini adalah salah satu layanan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Malang, melalui Perumda Tirta Kanjuruhan, untuk warga Kabupaten Malang.”
“Yakni dengan menyediakan layanan air siap minum langsung dari kran dengan kualitas tinggi, aman dan dapat dikonsumsi tanpa perlu dimasak dulu,” kata Abah Sanusi, panggilan akrab Bupati Malang yang memimpin wilayah dengan 33 kecamatan untuk periode keduanya.
Bahkan alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya ini, menjadi orang pertama yang meminum air yang keluar dari kran ZAMP. Ikut mendampingi meminum air melalui tumbler tersebut Direktur Utama Tirta Kanjuruhan, Kapolres Malang, Ketua DPRD Kabupaten Malang dan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang.

AWALI: Bupati Malang, HM Sanusi, menjadi orang pertama yang mengambil air minum dari ZAMP TIRKAN, dalam seremonial launcing pilot project milik Tirta Kanjuruhan tersebut. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
“Kami memberikan apresiasi khusus kepada Tirta Kanjuruhan, yang sudah menciptakan inovasi air prima, yakni air siap minum yang sudah sesuai dengan standar kesehatan.”
“Apalagi ZAMP TIRKAN ini, adalah air yang disediakan melalui jaringan pipa baru, dengan kualitas air yang memenuhi standar kesehatan. Pemantauannya langsung menggunakan teknologi modern berbasis IT,” tandas politisi PDI Perjuangan ini.
Seusai mendampingi Bupati Malang, menandatangani prasasti launching ZAMP TIRKAN, Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, H Syamsul Hadi, kembali menegaskan di-launching-nya ZAMP TIRKAN ini, semata-mata agar warga Kabupaten Malang semakin sehat. Lantaran air minum yang dikonsumsi benar-benar sudah sesuai dengan standar kesehatan.
“Karena tujuan ZAMP ini memang untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Selain bisa mengurangi penggunaan kemasan plastik dan bisa mencegah stunting.”
“Jadi manfaat ZAMP nantinya adalah kesehatan bisa meningkat, kualitas air terjamin, kemudahan akses terhadap air siap minum, praktis dan hemat serta ramah lingkungan,’’ sebut Syamsul Hadi.

HEBAT: Bupati Malang, bersama Sekda Kab. Malang, Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan, Kapolres Malang, Ketua DPRD dan pejabat lainnya, saat melakukan toast dengan tumbler yang berisi air minum dari ZAMP. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
Sebagai pilot project ZAMP TIRKAN, pihaknya memang masih memilih beberapa lokasi di sepanjang Jalan Panji, Kepanjen. Alasannya, selain kawasan tersebut menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Malang, fasilitas jaringan pipa air minum yang ada di kawasan tersebut, sudah memadai untuk digunakan ZAMP.
“Sumber air utamanya dari sumber Dieng, kemudian ditampung di menara air dan diolah pada instalasi gas chlor, sebelum dialirkan melalui jaringan pipa baru ke lokasi ZAMP yang ada di delapan titik.”
“Ke depan, target kami pasti ZAMP bisa dinikmati untuk seluruh warga di wilayah Kabupaten Malang,” jelas Dirut Tirta Kanjuruhan.
Sebelum ZAMP TRIKAN resmi dilaunching Bupati Malang, perusahaan milik Pemkab Malang ini terlebih dahulu melakukan studi tiru pembangunan ZAMP ke Perumda Air Minum Kota Magelang, pada 5 Februari 2025.
Dalam kegiatan ini, Perumda Tirta Kanjuruhan mendalami berbagai aspek penting, terkait perencanaan ZAMP, perlengkapan operasional, serta tantangan dan solusi yang dihadapi dalam pengelolaan ZAMP.
Pelaksanaan studi tiru tersebut, juga dilengkapi kunjungan onsite di salah satu lokasi ZAMP, yang diharapkan memberikan wawasan untuk memperkuat kualitas pelayanan air minum. (Ra Indrata)




