WALI Kota Batu, H. Nurochman. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
MALANG POST – Pemerintah Kota Batu merancang alokasi belanja daerah sebesar Rp1,07 triliun dalam Rancangan APBD 2027 di Batu, Jumat (30/10/2026), memprioritaskan penguatan pelayanan dasar, perlindungan sosial, revitalisasi infrastruktur tiga kecamatan, serta penerapan efisiensi belanja operasional dinas secara ketat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menyiapkan alokasi anggaran belanja daerah sebesar Rp1,07 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027. Di tengah tuntutan efisiensi fiskal, postur anggaran tersebut difokuskan untuk menjaga mutu pelayanan publik, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan membenahi infrastruktur di tiga kecamatan.
Wali Kota Batu, Nurochman, menggarisbawahi bahwa penyusunan APBD tidak sekadar menjaga keseimbangan finansial daerah, melainkan harus memberikan kemanfaatan terukur bagi peningkatan kesejahteraan warga.
“Fokus prioritas pembangunan meliputi penguatan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan penanggulangan kemiskinan,” tegas Cak Nur—sapaan akrab Nurochman, Jumat (30/10/2026).
Pemkot Batu juga akan mengintegrasikan pemutakhiran data penerima bantuan sosial agar tepat sasaran, sekaligus memperluas jangkauan layanan inklusif bagi kelompok masyarakat rentan.
Dari total belanja daerah sebesar Rp1,07 triliun, komponen belanja operasi menyerap porsi terbesar guna menopang kebutuhan wajib dan mengikat. Meski demikian, Nurochman menginstruksikan efisiensi belanja secara rasional melalui penghematan anggaran perjalanan dinas, rapat, perhelatan seremonial, serta pengadaan yang belum mendesak.
Sementara itu, porsi belanja modal dialokasikan sebesar Rp94,39 miliar secara selektif. Sejumlah sasaran strategis fisik yang disiapkan mencakup revitalisasi Stadion Brantas, perbaikan jaringan jalan, penataan drainase kota, jembatan, penanganan sampah terpadu, hingga sarana pertanian di Kecamatan Batu, Junrejo, dan Bumiaji.
Guna mencegah keterlambatan pekerjaan konstruksi seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemkot Batu menyiapkan langkah mitigasi berupa percepatan tender dini (early tender) serta validasi kelaikan dokumen Detail Engineering Design (DED) secara faktual di lapangan.
“Melalui persiapan yang lebih presisi, proyek infrastruktur dapat dieksekusi tepat waktu agar manfaat pembangunan segera dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)




