NJOGO HALOKES: Wakapolres Malang, Kompol Fahmi Amarullah, menyematkan tanda Polisi Jogo Sekolah, dalam Apel Satgas Preemtif Strike di halaman SMP Negeri 1 Pakisaji. (Foto: Humas Resma)
MALANG POST – Kepolisian Resor Malang resmi memperkuat benteng perlindungan pelajar dari ancaman perundungan (bullying), tawuran, dan bahaya narkotika, lewat peluncuran program Polisi Jogo Sekolah di SMP Negeri 1 Pakisaji, Jumat (30/10/2026).
Upaya menciptakan iklim belajar mengajar yang kondusif di wilayah Kabupaten Malang, terus dihadirkan lewat terobosan nyata oleh jajaran kepolisian.
Mengawali akhir Oktober 2026, Polres Malang meluncurkan program inovatif bertajuk Polisi Jogo Sekolah.
Inisiatif unggulan yang digagas oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur tersebut, diperkuat pelaksanaannya melalui Apel Satgas Preemtif Strike di halaman SMP Negeri 1 Pakisaji pada Jumat (30/10/2026) pagi.
Apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Wakapolres Malang, Kompol Fahmi Amarullah.
Kegiatan diikuti secara khidmat oleh jajaran personel kepolisian, dewan guru, serta ratusan siswa-siswi SMPN 1 Pakisaji.
Program ini dirancang khusus sebagai langkah pencegahan awal (preventif) terhadap ancaman perundungan (bullying), aksi tawuran pelajar, penyalahgunaan narkotika, hingga kenakalan remaja lainnya.
Wakapolres Malang, Kompol Fahmi Amarullah, menegaskan bahwa lembaga sekolah memegang peranan yang sangat vital dalam menentukan arah masa depan bangsa.
“Sekolah merupakan rumah kedua bagi anak-anak. Di sinilah karakter dibentuk dan masa depan mereka dipersiapkan. Karena itu, lingkungan sekolah harus benar-benar aman dan nyaman,” ujar Kompol Fahmi Amarullah, Jumat (30/10/2026).
Sinergi Satgas dan Keberanian Melapor

RASA AMAN: Di SMP Negeri 1 Pakisaji, selain meresmikan Polisi Jogo Sekolah, Wakapolres juga sempat melihat proses belajar mengajar. (Foto: Humas Resma)
Fahmi membeberkan, kehadiran personel Polisi Jogo Sekolah bertujuan untuk menjalin komunikasi dua arah secara berkelanjutan dengan pihak sekolah.
Keberadaan satgas ini, ditugaskan untuk mendeteksi sejak dini berbagai gesekan emosional, yang berpotensi meletus menjadi gangguan kamtibmas di lingkungan sekolah.
Mulai dari benih perundungan verbal, konflik antar kelompok siswa, pengaruh minuman keras, hingga ancaman bahaya gembong narkotika.
Fahmi menggarisbawahi, kehadiran satgas kepolisian tidak dimaksudkan untuk menggeser kewenangan atau peran pendidik guru di kelas.
Sebaliknya, satgas hadir untuk memperkuat sinergi dan memfasilitasi ruang aduan yang aman bagi para peserta didik.
Siswa diminta untuk membiasakan diri bersikap terbuka dan tidak takut melapor apabila menjadi korban atau menyaksikan praktik perundungan.
“Kami ingin anak-anak tidak takut untuk bercerita atau melaporkan jika mengalami tindakan perundungan. Jangan dipendam sendiri, ada guru dan petugas yang siap mendampingi,” lanjutnya.
Semat Ban Lengan dan Tanam Palem

TANPA SEKAT: Bersama-sama siswa di Pakisaji, jajaran kepolisian Polres Malang terlihat berbaur dalam kebersamaan. (Foto: Humas Resma)
Dalam kesempatan apel tersebut, Kompol Fahmi Amarullah melantik perwakilan personel dan siswa dengan memasangkan ban lengan resmi Satgas Preemtif Strike Polisi Jogo Sekolah.
Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan ikrar bersama yang dipandu oleh perwakilan siswa dan diikuti secara serentak oleh ratusan peserta apel.
Rangkaian acara ditutup dengan aksi penghijauan berupa penanaman bibit pohon palem di area taman sekolah oleh Wakapolres Malang bersama Kepala SMPN 1 Pakisaji.
Penanaman pohon tersebut menjadi lambang komitmen bersama untuk merawat tumbuh kembang generasi muda dalam iklim yang sejuk, sehat, dan terlindungi.
Polres Malang berharap kolaborasi tiga pilar—polisi, tenaga pendidik, dan siswa—sanggup memotong mata rantai kekerasan di sekolah.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Mari bersama-sama menjaga sekolah agar menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua,” pangkas Fahmi. (HmsResma/Ra Indrata)




