MALANG POST – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui KCU BCA Borobudur, merangkul 100 peternak sapi perah anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Dadi Jaya Malang, lewat program edukasi dan literasi keuangan, guna memperkuat tata kelola modal Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Komitmen PT Bank Central Asia Tbk (BCA), dalam merawat serta memperkuat pertumbuhan ekonomi kerakyatan, terus diwujudkan melalui aksi nyata di tingkat tapak.
Menginjak pertengahan Oktober 2026, emiten perbankan berlogo biru tersebut, menggelar program literasi dan edukasi keuangan khusus bagi peternak sektor perah di Kabupaten Malang.
Hajatan edukasi keuangan ini terbilang sangat bersejarah.
Ini merupakan ajang literasi keuangan perdana yang digelar BCA, dengan menyasar langsung kalangan peternak sapi perah di wilayah Jawa Timur.
Sebanyak 100 peternak sapi perah hadir, sebagai peserta aktif dalam giat pembekalan tersebut.
Mayoritas dari peserta yang hadir, merupakan para penerima fasilitas pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BCA, yang terwadahi sebagai anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Dadi Jaya, Malang.
Giat kolaborasi ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Cabang Utama (KCU) BCA Borobudur Malang, Edwin Christian, didampingi Ketua Umum KUD Dadi Jaya, Nurianto.
Melalui pendampingan ini, BCA berharap tingkat pemahaman (literacy rate) para peternak, mengenai tata kelola arus kas, dapat meningkat signifikan demi menjaga keberlanjutan usaha harian mereka.
“Kegiatan literasi keuangan ini merupakan bagian dari upaya BCA, mempererat hubungan dengan para peternak penerima KUR. Kami ingin makin dekat dengan ,peternak yang punya peran vital menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Edwin Christian, Jumat (30/10/2026).
Jurus Bakti BCA dan Penjaga Kualitas KUR

EDUKASI-LITERASI: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyelenggarakan edukasi literasi keuangan bagi peternak sapi anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Dadi Jaya. (Foto: Istimewa)
Edwin menambahkan, edukasi finansial ini dirancang agar para peternak mampu memisahkan antara uang dapur rumah tangga dan modal operasional kandang.
Materi pelatihan disusun secara sistematis dan aplikatif oleh tim Bakti BCA, dengan menyesuaikan karakteristik usaha peternakan, pertanian, serta perikanan darat.
Para peternak dibekali pemahaman cara menghitung kalkulasi omzet harian dari hasil perahan susu, strategi investasi alat perah modern, hingga jurus menghindari kredit bermasalah (non-performing loan).
Peserta juga diajarkan langkah-langkah mitigasi dan penyelesaian, jika terjadi kemacetan arus kas akibat gangguan produksi susu atau penyakit ternak.
BCA menilai KUD Dadi Jaya, merupakan mitra strategis jangka panjang, yang teruji dan memiliki rekam jejak kerja sama yang sangat solid.
Koperasi ini konsisten mengawal berbagai penugasan program pembiayaan pemerintah, mulai dari era Kredit Usaha Tani (KUT) hingga skema KUR masa kini.
Dengan kelolaan pembiayaan yang tertib dan disiplin, KUD Dadi Jaya dipercaya menjadi pemasok resmi (official supplier) bahan baku susu segar bagi pabrik olahan susu raksasa di Indonesia.
Apresiasi Koperasi dan Penguatan Ekosistem
Kehadiran jajaran pimpinan BCA di tengah-tengah anggota koperasi, mendulang apresiasi tinggi dari pengurus KUD Dadi Jaya.
Ketua Umum KUD Dadi Jaya, Nurianto, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian BCA, yang tidak hanya menyalurkan kucuran modal, tetapi juga memberikan pendampingan ilmu manajemen usaha.
Nurianto berharap pengetahuan teknis pengolahan modal yang didapat para peternak, dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan harian di kandang.
“Melalui kegiatan ini, para peternak mendapat tambahan pengetahuan penting untuk mengelola keuangan. Kami berharap kerja sama ini berlanjut dan memberi manfaat besar,” ungkap Nurianto.
Ke depannya, BCA berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan edukasi keuangan ke berbagai sektor usaha mikro lainnya di Malang Raya.
Sinergi bersama koperasi dan komunitas lokal diyakini menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan. (Ra Indrata)




