MALANG POST – Destinasi terbaru Jawa Timur Park Group, Mega Science Center dan Budaya, merangkul 20 asosiasi pariwisata se-Jawa Timur di Batu, Senin (26/10/2026), melalui perhelatan Field Trip in Collaboration guna memperkuat ekosistem wisata edukasi terpadu berbasis sains, teknologi, dan kebudayaan.
Mega Science Center dan Budaya terus mengeskalasi jejaring kolaborasi bersama para pelaku industri pelancongan. Destinasi wahana baru di bawah naungan Jawa Timur Park Group (JTP Group) tersebut mengundang sekitar 20 asosiasi dan komunitas pariwisata se-Malang Raya hingga Jawa Timur untuk mengeksplorasi potensi wisata edukasi yang memadukan sains, teknologi, dan kebudayaan.
Kolaborasi ini dikemas melalui perhelatan bertajuk Field Trip in Collaboration Mega Science Center dan Budaya bersama Asosiasi Pariwisata Malang Raya. Selain memperkenalkan konsep dan pengalaman edukasi interaktif, agenda ini menjadi sarana bertukar gagasan sekaligus membuka ranah sinergi demi memantapkan ekosistem pariwisata daerah.
Sejumlah asosiasi yang hadir di antaranya PHRI Kota Batu, ASPPI Malang, DPD ASPPI Jawa Timur, PCP Kota Batu, ASITA, MTC, HPI Malang, BGC, FORDEWI, IHSA, KOREMBI, POKDARWIS, HPOI, BAPTA, AITTA, Batu Local Guide, DPD PUTRI Jawa Timur, PAM, dan HPI Batu.
Keterlibatan lintas asosiasi ini diharapkan memperluas jangkauan promosi Mega Science Center dan Budaya. Sekaligus, momentum ini membuka peluang kemitraan dalam menghadirkan ragam paket wisata edukatif bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak berkeliling kawasan untuk mengamati secara langsung konsep visual, tata pamer, hingga fasilitas belajar. Mega Science Center dan Budaya mengoleksi 617 alat peraga sains interaktif serta 1.023 artefak kebudayaan Nusantara.

FIELD TRIP: Jatim Park Group saat mengajak field trip 20 asosiasi pariwisata ke Mega Science Center dan Budaya. (Jatim Park for Malang Post)
Pengalaman para delegasi kian lengkap dengan sajian beragam pertunjukan dan demonstrasi sains. Mulai dari pentas komedi Srimulat, pertunjukan Wayang Potehi, peluncuran roket eksperimental di zona antariksa, hingga peragaan listrik bertegangan tinggi melalui Tesla coil.
Manajer Pemasaran dan Hubungan Masyarakat JTP Group, Titik S. Ariyanto, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan momentum strategis mempererat hubungan antara pengelola destinasi dan penyedia jasa pariwisata.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat terus mendorong inovasi, memperluas jejaring kerja sama, serta menghadirkan pengalaman berwisata yang edukatif dan berkesan bagi masyarakat luas,” ujar Titik, Senin (26/10/2026).
Titik menambahkan bahwa JTP Group berkomitmen penuh mendukung inisiatif kolaboratif yang sejalan dengan kampanye Wonderful Indonesia.
Rangkaian acara berlanjut di Auditorium Mega Science Center dengan pemaparan materi dari Manajer Operasional Mega Science Center dan Budaya, Deni Rina Sari. Sebelum presentasi dimulai, para peserta disambut oleh aksi robot berwujud manusia (humanoid) bernama Michael Sae dan Robot Joni.
Deni Rina Sari menjelaskan bahwa eksplorasi lapangan memberi kesempatan bagi para agen travel dan pemandu wisata untuk memahami keunggulan destinasi secara utuh.
“Mega Science Center dan Budaya menggabungkan sains, teknologi, dan budaya dalam satu kawasan terpadu. Melalui kegiatan ini, kami juga ingin menyerap masukan dari pelaku industri mengenai tren kebutuhan wisatawan saat ini,” tandas Deni.
Sesi berbagi pandangan (sharing session) menjadi penutup rangkaian acara, memfasilitasi masukan dua arah demi peningkatan mutu layanan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai destinasi ini, publik dapat mengakses portal resmi jtp.id atau akun Instagram @megasciencecenter dan @jawatimurpark. (Ananto Wibowo)




