Gelandang Arema Betinho Filho Jadi Monster Baru Lini Tengah
MALANG POST – Mahkota predikat “Raja Tekel” di panggung Super League 2026/2027 ternyata masih betah bersemayam di lini tengah Arema FC, namun kini berpindah tangan dari Matheus Blade kepada gelandang jangkar asal Brasil, Betinho Filho.
Peran seorang gelandang bertahan (defensive midfielder) di barikade terdepan lini belakang tidak pernah sederhana. Ia dituntut bertindak sebagai petarung tanpa kompromi yang rela menjulurkan kaki merebut bola, memotong alur serangan, sekaligus menjaga area terlarang agar benteng pertahanan tidak digempur habis-habisan oleh lawan.
Karakter “monster” perusak serangan itulah yang kini diperagakan secara memukau oleh Betinho Filho.
Pada kompetisi Super League 2025/2026 musim lalu, predikat penguasa tekel terbaik liga dipegang oleh Matheus Blade.
Gelandang jangkar asal Brasil bernomor punggung 25 tersebut mengemas total 98 tekel sukses sepanjang musim dan menjadi tembok paling ditakuti.
Memasuki musim baru Super League 2026/2027, peran Blade bersama Singo Edan sejatinya tetap teramat krusial.
Namun dalam tiga pertandingan awal musim ini, rekor tekel Blade berhasil dilompati oleh kompatriotnya sendiri di lini tengah, Betinho Filho.
Betinho menjelma menjadi tembok raksasa anyar yang tak segan menjatuhkan diri guna menyapu bola sebelum merangsek mendekati kotak penalti Arema.
Pesepak bola berusia 34 tahun tersebut mencatatkan 13 tekel sukses dari tiga laga pembuka.
Catatan manis 13 tekel sukses tersebut menempatkan Betinho di posisi teratas daftar pemain dengan tekel terbanyak hingga Pekan 3 Super League.
Torehan Betinho sejajar dengan angka tekel milik gelandang Dewa United Banten FC, Ivar Jenner.
Statistik Betinho bahkan berhasil melampaui raihan tekel legiun asing PSM Makassar Dusan Lagator dan pilar Persija Jakarta Kerim Memija yang sama-sama membukukan 12 tekel.
Sementara rekan duet Betinho di lini tengah Arema, Achmad Maulana Syarif, menempel ketat di urutan berikutnya dengan koleksi 11 tekel sukses.
Tingginya statistik tekel individu para pemain berbanding lurus dengan agresivitas pertahanan tim secara keseluruhan.
Arema FC tercatat sangat konsisten membukukan rata-rata 22 tekel sukses di setiap pertandingan saat melakoni duel melawan Isenmulang Kalteng FC, PSM Makassar, hingga Persik Kediri.
Secara kumulatif, Singo Edan telah menghasilkan 66 tekel sukses dalam tiga laga.
Di mana Betinho memegang peranan sebagai motor utama penggerak agresivitas duel lapangan tengah.
Merespons capaian apiknya di papan statistik, Betinho mengaku sangat bersyukur lantaran gaya bermain agresifnya sanggup membantu tim.
”Saya cukup senang dengan torehan tersebut karena menunjukkan kalau saya bisa menjalankan tugas dengan baik di lapangan,” ujar Betinho Filho, Jumat (25/9/2026).
Betinho membeberkan bahwa dirinya sengaja menggembleng dan mengasah teknik sapuan bola secara presisi selama masa persiapan pramusim.
Ia belajar dari pengalaman pahit musim lalu, di mana ia sempat terpaksa absen dalam lima pertandingan akibat sanksi kartu merah dan akumulasi kartu kuning akibat ceroboh menghentikan laju lawan.
Perubahan gaya bertahan yang lebih disiplin dan bersih tersebut membuahkan hasil manis di awal musim ini.
Dari tiga laga awal, Betinho hanya mengoleksi enam kali pelanggaran dan baru mengantongi satu kartu kuning.
”Sebagai gelandang, tugas saya adalah menggalang pertahanan yang solid dengan menghadang serangan lawan. Namun, statistik individu tidak boleh berdiri sendiri,” tegas Betinho.
Pemain berkebangsaan Brasil ini berharap sapuan tekel bersihnya di lini tengah mampu memberikan perlindungan ekstra bagi tembok belakang Singo Edan.
”Tujuan utamanya adalah membawa efek positif bagi lini belakang agar Arema FC bisa terus memetik kemenangan di setiap pertandingan,” pangkas Betinho penuh optimisme. (Ra Indrata)




