MALANG POST – Tim mahasiswa PPG Universitas Muhammadiyah Malang memberikan pelatihan pengolahan limbah bunga mawar menjadi pengharum ruangan Élarose kepada anggota PKK Desa Punten di Balai Desa Punten, Kota Batu, Sabtu (19/9/2026), guna mendorong kemandirian ekonomi warga berbasis potensi lokal.
Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, dikenal luas sebagai salah satu sentra utama produksi bunga mawar di Jawa Timur dengan tingkat panen mencapai lebih dari 76 juta tangkai per tahun. Namun, tingginya angka produksi tersebut juga menyisakan masalah berupa menumpuknya bunga mawar tidak terserap pasar yang berpotensi menjadi limbah.
Kondisi tersebut mendorong tim mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Gelombang 1 Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengolah sisa limbah bunga mawar menjadi produk pengharum ruangan (air freshener) bernilai guna yang diberi nama Élarose.

Inovasi tersebut diperkenalkan melalui pelatihan wirausaha bagi para anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Punten di Balai Desa Punten, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pemenuhan tugas kurikulum mata kuliah Projek Kepemimpinan Semester 2.
Pelatihan dilaksanakan oleh tim mahasiswa yang diketuai oleh Candra Yogi Kurniawan bersama delapan rekannya, yakni Achmad Ilham Akbar, Ana Yunita Nuraini, Resi Fatihatur Rohmah, Rizki Amaliah, Sabrina Aurelia Margaresa, Yasinta Apriliani, Yunia Shofiyatun Nisak, dan Yunita Kurniawati.
Candra menjelaskan bahwa limbah bunga mawar dipilih karena Desa Punten memiliki potensi komoditas florikultura melimpah yang sangat prospektif dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai jual.
“Kami melihat ada potensi sederhana yang bisa dikembangkan dari bunga mawar yang sudah tidak terpakai di kebun. Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah tidak selalu berakhir menjadi sampah. Sebaliknya, limbah dapat diolah menjadi produk bernilai guna dan berpotensi memiliki nilai ekonomi tinggi. Kami berharap keterampilan ini dapat dikembangkan oleh anggota PKK secara mandiri,” ujarnya, Sabtu (19/9/2026).
Mengusung tema “Pemanfaatan Limbah Bunga Mawar Menjadi Air Freshener (Élarose) bagi Anggota PKK di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu”, para peserta diajarkan teknik ekstraksi pengharum ruangan berbahan esens mawar alami. Mahkota bunga diekstraksi menggunakan larutan alkohol tingkat pangan (food grade), lalu esensnya dikemas dalam botol penyebar aroma (diffuser) dan dilengkapi stik pemancar agar aroma mawar menyebar secara perlahan.
Proses pembuatan diawali dengan menyiapkan 150 gram limbah bunga mawar segar yang telah dipotong kecil dan diremas, kemudian dimasukkan ke dalam toples kaca. Bunga diekstraksi menggunakan 100 mL alkohol tingkat pangan (food grade) dan didiamkan selama tujuh hari di tempat steril serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

Setelah disaring dan diperas, cairan minyak asiri mawar dicampurkan dengan 15 mL gliserin dan 30 mL Propylene Glycol (PG), lalu didiamkan kembali selama dua hari hingga menghasilkan esens mawar yang pekat.
Untuk menghasilkan satu botol Élarose berukuran 30 mL, sebanyak 20 mL esens mawar dicampurkan dengan 10 mL alkohol parfum dan dua tetes pengikat aroma (fixative). Campuran tersebut dikocok hingga homogen, kemudian dikemas rapi dalam botol diffuser, diberi label merek, serta dilengkapi stik pemancar aroma.
Ibu-ibu peserta tidak hanya menerima pemaparan teori, melainkan mempraktikkan langsung seluruh tahapan pembuatan produk. Keterampilan praktis tersebut diharapkan dapat diterapkan secara mandiri di rumah tangga untuk membuka peluang usaha baru.
Ketua PKK Desa Punten, Siti Roichatul Chasanah, M.Pd.I., mengapresiasi tinggi inisiatif mahasiswa UMM tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi warga untuk memanfaatkan kelopak mawar yang selama ini hanya terbuang sia-sia.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi warga Desa Punten, khususnya ibu-ibu PKK, karena dapat mengolah limbah bunga mawar yang selama ini terbuang. Kami berharap peserta yang hadir dapat mengimbaskan keterampilan dan ilmu yang diperoleh kepada warga lainnya,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa PPG UMM tidak hanya mengasah jiwa kepemimpinan, kerja sama tim, dan kreativitas riset, melainkan juga menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat. Pemanfaatan limbah mawar menjadi produk Élarose diharapkan mampu membuka peluang usaha produktif untuk meningkatkan perekonomian keluarga warga Desa Punten. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




