Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batu, dr Icang Sarrazin. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
MALANG POST – Dinas Kesehatan Kota Batu memastikan belum menemukan kasus Flu-Like Syndrome dan tren Infeksi Saluran Pernapasan Akut masih terpantau landai di Kota Batu, Jumat (25/9/2026), meski imbauan kewaspadaan tetap ditingkatkan menghadapi cuaca dingin, kering, dan berdebu.
Di tengah perhatian publik terhadap peningkatan gangguan pernapasan di sejumlah daerah, kondisi kesehatan masyarakat di Kota Batu masih relatif terkendali. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu memastikan hingga Jumat (25/9/2026) belum menerima laporan temuan kasus sindrom mirip flu (Flu-Like Syndrome/FLS).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batu, dr. Icang Sarrazin, mengatakan bahwa laporan berkala dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Batu belum menunjukkan adanya lonjakan kasus dengan gejala menyerupai influenza tersebut.
“Untuk kondisi Kota Batu, sampai saat ini belum ada laporan terkait Flu-Like Syndrome yang masuk ke tempat kami di Dinas Kesehatan,” ujar dr. Icang Sarrazin, Jumat (25/9/2026).
Tidak hanya FLS, tren kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Batu juga masih terpantau relatif landai. Belum terlihat adanya kenaikan angka kasus secara signifikan berdasarkan hasil pemantauan Dinkes melalui jaringan puskesmas maupun rumah sakit.
Menurut dr. Icang, Flu-Like Syndrome sebenarnya bukan merupakan diagnosis penyakit baru yang berdiri sendiri. Istilah medis tersebut digunakan untuk menggambarkan sekumpulan gejala klinis yang menyerupai infeksi virus influenza. Dalam sistem surveilans kesehatan masyarakat, pemantauan gejala tersebut terintegrasi dengan kelompok penyakit infeksi saluran pernapasan.
“Gejala Flu-Like Syndrome itu memang menyerupai flu biasa, yang dalam kategori umum kita sebut ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut,” terangnya.
Gejala FLS antara lain meliputi demam tinggi, batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga nyeri pada persendian dan seluruh tubuh. Karena memiliki kemiripan spesifik dengan gejala flu, pemantauan ketat terhadap kondisi tersebut menjadi bagian dari surveilans rutin penyakit pernapasan yang dijalankan Dinkes.
Hingga akhir September, Dinkes Kota Batu belum mencatat lonjakan laporan pasien pernapasan dari puskesmas maupun rumah sakit rujukan. Kondisi tersebut menandakan situasi penularan ISPA di wilayah Kota Batu masih tergolong aman terkendali.
Meskipun demikian, faktor perubahan cuaca dan kondisi lingkungan tetap menjadi perhatian serius. Icang menyebutkan bahwa kondisi cuaca di kawasan Kota Batu belakangan ini cenderung dingin, kering, dan berdebu. Fenomena iklim tersebut berpotensi memicu iritasi serta gangguan pada saluran pernapasan, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap perubahan suhu maupun paparan debu.
Di sisi lain, kualitas indikator udara di Kota Batu dinilai masih relatif bersih dan baik. Kondisi lingkungan yang terjaga tersebut menjadi salah satu faktor pendukung yang menekan laju penyebaran penyakit saluran pernapasan.
“Kualitas udara dan cuaca di Kota Batu cenderung lebih bersih sehingga turut menekan risiko penularan penyakit pernapasan,” jelas dr. Icang.
Kendati belum ditemukan peningkatan kasus, Dinkes mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Masyarakat tetap dianjurkan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk disiplin menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan atau di lingkungan berdebu.
Apabila mengalami gejala demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, atau keluhan pernapasan lain yang tidak kunjung membaik, masyarakat diminta untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Langkah penanganan medis secara dini dinilai krusial sebagai upaya deteksi awal sekaligus mencegah rantai penularan apabila keluhan yang dialami berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan menular. (Ananto Wibowo)




