KEDUA: Pemain Arema FC melakukan selebrasi, setelah Gustavo Franca berhasil mencetak gol kedua bagi Singo Edan dari titik putih. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Keunggulan Arema FC, sirna di detik-detik akhir pertandingan setelah penyerang PSM Makassar, Luka Cumic, mencetak gol penyeimbang pada menit 90+6, hingga memaksa laga berakhir imbang 3-3 pada Pekan 2 Super League 2026/2027 di Stadion Gelora BJ Habibie, Minggu (13/9/2026) sore.
Sepak bola selalu memiliki cara paling kejam untuk meremukkan kemenangan yang sudah terpegang di depan mata. Tiga poin yang sudah di depan pelupuk mata, bisa melayang sia-sia hanya karena kebobolan pada injury time.
Hasil menyakitkan itulah yang harus dibawa pulang oleh skuad Singo Edan dari tanah Sulawesi.
Arema FC sejatinya menjaga rekor tak terkalahkan dalam enam pertemuan terakhir saat bentrok melawan PSM Makassar.
Namun, duel Pekan 2 Super League 2026/2027 yang dihelat di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu (13/9/2026) sore berakhir dengan duka.
Arema FC harus puas berbagi angka 3-3, usai gawangnya dibobol di menit-menit akhir.
Pemain yang menjadi aktor penyelamat muka tuan rumah, adalah striker asal Serbia, Luka Cumic.
Pemain bernomor punggung 9 tersebut mencetak dua gol balasan bagi Juku Eja.
Gol sontekan Cumic pada menit 90+6, menjadi penentu skor imbang setelah PSM sempat tertinggal.
Meski dikawal ketat bek Arema, Diego Landis, Cumic masih mampu memenangkan duel perebutan bola.
Sontekan kakinya mengarah mulus ke pojok kanan gawang tanpa sanggup dijangkau kiper Adi Satryo.
Padahal, Arema FC tampil sangat mendominasi sejak babak pertama.
Pesta gol Singo Edan dibuka oleh aksi Gabriel ‘Gabi’ Silva Costa pada menit ke-29.
Gabi sukses mencuri bola dari penguasaan pemain lawan hingga berhadapan langsung dengan kiper PSM, Hilman Syah.
Sambil terjatuh akibat berbenturan dengan Rizky Eka Pratama, Gabi melepaskan tendangan melengkung menyusur tanah yang merobek jala Hilman Syah.
Hanya enam menit berselang, petaka menghampiri pertahanan tuan rumah.
Achmad Maulana Syarief dijatuhkan Achmat Fahrul Aditia di dalam kotak terlarang.
Wasit Yudi Nurcahya tanpa ragu menunjuk titik putih untuk Arema FC.
Gustavo Franca yang maju sebagai algojo mengeksekusi penalti dengan dingin.
Tembakan kerasnya ke pojok kanan bawah gawang gagal ditepis Hilman Syah, membuat Arema unggul 2-0.
PSM sempat merespons pada menit ke-34 lewat sontekan Achmat Fahrul Aditia yang memanfaatkan bola muntah tandukan Kodai Tanaka.
Namun, Wasit Yudi Nurcahya menganulir gol tersebut usai mendapat konfirmasi dari room VAR bahwa Kodai Tanaka sudah berdiri dalam posisi offside.
PSM baru benar-benar memperkecil jarak di injury time babak pertama, tepatnya menit 45+1, lewat gol Stefan Jevtoski yang memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti.
Memasuki babak kedua, Arema FC makin menjauh pada menit ke-61 lewat gol spektakuler Raiderson da Costa alias Careca.
Mendapat umpan matang dari Roberto Filho, Careca melihat posisi Hilman Syah yang berdiri terlalu maju dari garis gawang.
Dari tengah lapangan, pemain berpaspor Brasil itu melepaskan tendangan lambung jarak jauh yang langsung menjebol gawang kosong PSM.
Sayangnya, keunggulan 3-1 tersebut gagal dipertahankan.
Luka Cumic hanya butuh waktu lima menit untuk menipiskan kedudukan menjadi 3-2 pada menit ke-66.
Puncaknya terjadi pada menit 90+6 saat sontekan Cumic memupuskan asa tiga poin Singo Edan. (Ra Indrata)




