MALANG POST – Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri, menyerahkan penghargaan (award) kepada 65 personel berprestasi, dalam apel di Lapangan Polres Malang, Kepanjen, sekaligus mengingatkan seluruh jajaran agar responsif membantu warga yang terdampak kekeringan musim kemarau, Senin (7/9/2026).
Penghargaan dalam institusi kepolisian, tidak pernah dirancang sebagai piala pameran belaka. Apresiasi atas prestasi kerja, merupakan pelecut semangat agar mutu pelayanan publik di garis depan tidak pernah kendor.
Prinsip itulah yang ditegaskan oleh pimpinan tertinggi Kepolisian Resor Malang.
Sebanyak 65 personel Polres Malang, menerima penghargaan atas kinerja dan dedikasi berderet. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri, dalam prosesi apel di Lapangan Polres Malang, Senin (7/9/2026).
Komposisi penerima penghargaan tersebut terbilang komplet. Terdiri dari 63 anggota Polri, 1 personel PNS kepolisian, serta 1 Orang Pekerja Harian Lepas (PHL).
AKBP Rulian Syauri menegaskan, piagam penghargaan bukanlah akhir dari pencapaian seorang anggota polisi.

“Penghargaan ini bukan sebuah tujuan, tetapi merupakan proses dan komitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, melakukan penegakan hukum terhadap kejahatan, serta meningkatkan pelayanan kepolisian sebagai pintu masuk masyarakat dalam menerima laporan,” tegas Rulian, Senin (7/9/2026).
Rulian meminta personel yang belum berkesempatan menerima penghargaan, agar tidak berkecil hati. Seluruh anggota diinstruksikan tetap menjaga kualitas kinerja di pos tugas masing-masing.
Di tengah apel tersebut, sebanyak 13 personel Polres Malang juga memborong apresiasi khusus dari Kepala Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) III Malang.
Ganjaran eksternal itu diraih atas keberhasilan membongkar kasus tindak pidana penipuan bermodus mengaku sebagai PNS Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Rulian menyebut apresiasi dari instansi luar, menjadi bukti nyata bahwa setiap jengkal kinerja kepolisian selalu berada di bawah peneropongan masyarakat.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kita sekaligus motivasi untuk terus berkarya lebih baik. Setiap tindakan dan kinerja kita diawasi masyarakat, bukan hanya dari internal kepolisian, tetapi juga banyak pihak,” urainya.
Tak cuma membahas urusan piagam, Rulian memanfaatkan mimbar apel untuk mengingatkan ancaman bencana kemarau basah.
Rulian menginstruksikan pasukannya untuk langsung terjun ke desa-desa, yang mulai dilanda krisis air bersih maupun rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Polri harus hadir dalam setiap kondisi yang membutuhkan. Kita harus menjadi representasi negara yang hadir di tengah masyarakat,” pungkasnya. (HmsResma/Ra Indrata)




