MALANG POST – Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, memastikan ketersediaan dan keamanan pasokan bantuan logistik bagi warga terdampak erupsi gunung api di wilayah Jawa Timur, Senin (7/9/2026), guna mengantisipasi perluasan dampak bencana di tengah peningkatan aktivitas erupsi tiga gunung berapi.
Tiga gunung api aktif di Indonesia meletus secara beruntun dalam rentang waktu yang berdekatan. Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Soebroto, bergerak cepat.
Ia segera menanggapi kondisi darurat tersebut dengan memastikan pasokan logistik untuk warga terdampak di wilayah Jawa Timur berada dalam kondisi aman dan mencukupi.
Gatot menyampaikan bahwa pihak BPBD Jatim telah menerjunkan tim ke lapangan untuk memantau langsung distribusi bantuan serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
Bantuan logistik berupa bahan makanan, air bersih, tenda pengungsian, hingga masker medis telah disiagakan dan siap disalurkan guna mengantisipasi dampak erupsi yang meluas. Adapun kondisi terkini tiga gunung berapi yang mengalami erupsi adalah sebagai berikut:
Gunung Semeru (Jawa Timur) Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dengan meluncurkan Awan Panas Guguran (APG) dan guguran lava pijar sejauh beberapa kilometer ke arah tenggara. Hujan abu tipis hingga sedang sempat mengguyur sejumlah pemukiman di sekitar lereng, tetapi jalur evakuasi tetap siaga dan warga mengungsi secara teratur ke titik aman.
Gunung Merapi (Jawa Tengah/DIY) Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran serta runtuhan lava ke arah barat daya dan selatan. Suara gemuruh intens kerap terdengar dari puncak gunung, dan statusnya berada pada Tingkat III (Siaga). Warga di daerah rawan bencana diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius bahaya yang telah ditetapkan.
Gunung Lewotobi Laki-Laki (Nusa Tenggara Timur) Gunung Lewotobi Laki-Laki menunjukkan peningkatan erupsi yang cukup signifikan dengan memuntahkan kolom abu vulkanik tinggi ke udara. Lontaran material pijar mengancam desa-desa di kaki gunung sehingga ribuan warga terpaksa dievakuasi ke posko pengungsian utama.
Hingga saat ini, BPBD bersama TNI, Polri, dan para relawan terus berjaga di posko kebencanaan masing-masing.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik, tidak termakan hoaks, serta selalu mengikuti arahan dari petugas dan pemantau aktivitas gunung api di lokasi. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




