KUAT: Meski tidak mencetak gol, tetapi penampilan Alfreandra Dewangga di lini tengah, cukup memberikan warna bagi permainan Arema FC. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, menyambut puas kemenangan telak 4-0 atas Isen Mulang Kalteng FC pada laga pembuka Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan. Namun meredam euforia dengan mengingatkan anak asuhnya agar tetap membumi, Jumat (4/9/2026) sore.
Kemenangan besar di laga pembuka kompetisi, kerap menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi mampu mendongkrak rasa percaya diri, namun di sisi lain berpotensi memicu jemawa jika tidak dikelola dengan kepala dingin.
Prinsip kehati-hatian itulah yang langsung dipasang oleh Nakhoda Arema FC, Marcos Santos.
Arema FC mengawali pembukaan kompetisi Super League 2026/2027 secara sangat meyakinkan.
Menjamu tim promosi Isen Mulang Kalteng FC di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (4/9/2026) sore, Singo Edan membantai lawannya dengan skor telak 4-0.
Di hadapan 1.767 penonton, Singo Edan tampil menggebrak sejak awal laga.
Gelontoran gol dibuka oleh aksi apik kapten Johan Ahmat Alfarizie pada menit ke-6, disusul tandukan Diego Landis (14′), serta sontekan Marcos Vinicius (45+6′).
Pesta kemenangan tuan rumah diresmikan oleh gol debut penyerang anyar Mauro Zijlstra pada menit ke-85.
Hasil impresif ini membawa Arema mengamankan tiga poin penuh sekaligus bertengger di puncak klasemen sementara pekan pertama.
Sebaliknya, Kalteng FC harus rela mendekam di dasar klasemen karena mengawali kompetisi dengan beban sanksi minus dua poin (-2).
Usai laga, Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Santos, menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh pemain dan staf pelatih.
”Super League ini adalah kompetisi yang sangat sulit. Kami menghadapi tim yang sangat kuat secara fisik dan bertarung gigih,” kata Marcos Santos, dalam post match press conference, Jumat (4/9/2026).
Marcos menyebut performa solid di lapangan, merupakan buah dari gemblengan berat selama masa pramusim.
”Saya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain dan staf pelatih. Mereka merespons pramusim yang berat dengan sangat baik pada pertandingan hari ini,” tuturnya.
Pelatih asal Brasil itu juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam, kepada para Aremania yang kembali memenuhi tribun Kanjuruhan.
”Terima kasih kepada Aremania yang sudah hadir mendukung sejak pertandingan pertama, bahkan jumlahnya lebih banyak dibanding musim lalu. Kami berharap mereka hadir lebih banyak lagi sepanjang musim ini,” ungkap Marcos.
Meski menang telak, pelatih asal Brasil itu mewanti-wanti pasukannya untuk tidak cepat puas.
”Penting bagi para pemain baru untuk mencetak gol, karena memberikan rasa percaya diri. Ini menunjukkan pilihan pemain kami tepat. Namun, kami harus tetap membumi dan tenang. Ini baru pekan pertama,” tegasnya.
Pelatih 48 tahun itu memberikan sorotan khusus kepada Mauro Zijlstra, yang mencetak gol debut meski belum pulih seratus persen dari cedera saat membela tim nasional.
Keberhasilan mengeksekusi tiga gol dari skema bola mati (setpiece), juga dipuji Marcos sebagai bukti keberhasilan taktik di sesi latihan.
”Gol-gol tersebut dirancang dengan sangat baik. Gustavo Franca bertanggung jawab atas eksekusi bola mati.”
“Musim lalu kami punya banyak peluang tapi bola sulit masuk. Hari ini hasil latihan langsung efektif,” terangnya.
Dalam sepak bola modern, Marcos menilai situasi bola mati kerap menjadi juru pembeda hasil akhir.
Meski memuji keberhasilan setpiece, Marcos tak ragu menobatkan gol pembuka Alfarizie sebagai momen paling artistik dalam laga tersebut.
”Keempat gol sangat penting, tetapi gol pembuka dari Alfarizie dengan kaki kanannya adalah gol yang sangat indah dan terencana dengan baik,” puji Marcos.
Mengenai kondisi gelandang Alfeandra Dewangga yang ditarik keluar usai mengalami benturan keras, Marcos meminta publik tidak panik.
”Dewangga mengalami benturan keras dan sedikit terkilir, tapi dia masih bisa mengendalikan permainan. Dia ditarik keluar karena kelelahan fisik. Hari Senin kami dapat kepastian medis,” jelasnya.
Menatap laga pekan kedua menghadapi PSM Makassar, Marcos menegaskan bakal meracik strategi khusus berdasarkan peta kekuatan lawan.
”Kami harus mempelajari kekuatan Makassar terlebih dahulu. Tidak ada pemain yang dijamin menjadi starter utama. Namun bersama Arema, kami selalu berupaya tampil menyerang dan dominan,” pungkas Marcos. (Ra Indrata)




