MALANG POST – Tim PPK Ormawa LSO Hipotesa Universitas Muhammadiyah Malang menyerahkan bantuan alat Pre-Kompos Multistage kepada Pemerintah Desa Tawangargo, Karangploso, Kabupaten Malang, Jumat (4/9/2026), guna mendukung pengolahan limbah organik pertanian secara berkelanjutan serta mendorong kemandirian warga desa.
Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) LSO Hipotesa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi menyerahkan bantuan alat Pre-Kompos Multistage kepada Pemerintah Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.
Peresmian dan serah terima alat ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pengolahan limbah organik pertanian secara berkelanjutan di wilayah tersebut.
Kegiatan bertajuk “Serah Terima Alat Pre-Kompos Multistage untuk Mendukung Pengolahan Limbah Organik Berkelanjutan” ini dihadiri oleh jajaran civitas akademika UMM dan perangkat desa.
Turut hadir Wakil Rektor III UMM, Dr. Ir. Nur Subeki, S.T., M.T.; Kepala Desa Tawangargo, H. Sukar, beserta jajaran kepala dusun; Koordinator Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Karangploso; serta tiga dosen pembimbing PPK Ormawa.

Tiga dosen pembimbing yang mendampingi program ini antara lain Ganjar Adhywirawan Sutarjo, S.Pi., M.P. (Wakil Dekan II FPP UMM); Nur Izzatul Maulidah, S.P., M.Sc., Ph.D. (Sekretaris Prodi Agroteknologi UMM); dan Dr. Ir. Yepy Komaril Sofi’i, S.T., M.T. (Ketua Prodi Teknik Mesin UMM). Seluruh rangkaian pendampingan program ini berada di bawah pengawasan langsung Ir. Ary Bakhtiar, S.P., M.Si., IPM., ASEAN Eng., selaku Penanggung Jawab PPK Ormawa UMM.
Rangkaian mesin Pre-Kompos Multistage dirancang khusus untuk mempermudah masyarakat mengolah limbah organik melalui beberapa tahapan sistematis.
Peralatan ini terdiri atas tiga komponen utama:
- Mesin Pencacah: Berfungsi memperkecil ukuran limbah organik agar material menjadi seragam dan lebih cepat terurai.
- Handpress: Digunakan setelah pencacahan untuk memeras dan mengurangi kadar air pada material limbah.
- House Dryer: Tempat pengeringan material sebelum memasuki tahapan pengomposan akhir.
Dalam sesi pemaparan teknis, Dr. Ir. Yepy Komaril Sofi’i memandu materi mengenai mekanisme kerja serta cara pengoperasian mesin pencacah dan handpress.
Tidak hanya penyerahan teknologi, tim PPK Ormawa LSO Hipotesa yang diwakili oleh Intsya Bhiyuga Digjoyo dan Muhamad Labib Asyadad turut memberikan edukasi mengenai alur pengomposan dan karakteristik material di setiap tahapannya. Peserta diajak melihat langsung berbagai sampel material guna memahami perubahan fisiknya selama proses pengolahan.
Kepala Desa Tawangargo, H. Sukar, menyambut hangat dan mengapresiasi kolaborasi ini. Ia berharap fasilitas inovasi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan oleh warga desa untuk mengatasi persoalan limbah pertanian.
Bagi tim PPK Ormawa UMM, peresmian ini menandai komitmen mereka yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik alat, melainkan juga pada alih pengetahuan (transfer of knowledge).
Sinergi antara akademisi, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan masyarakat diharapkan mampu mengubah potensi pencemaran limbah organik menjadi produk pra-kompos bernilai guna demi mewujudkan pertanian Desa Tawangargo yang mandiri dan berkelanjutan. (*/M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




