MALANG POST – Alfamart Cabang Malang menggandeng Puskesmas Jabung menyalurkan bantuan program “Satu Telur Sehari”, kepada 35 balita terindikasi stunting sebagai bagian dari distribusi nasional 510.000 butir telur di 39 kota.
Ribuan balita stunting mendapatkan bantuan telur dari Alfamart, termasuk di wilayah Jabung, Kabupaten Malang. Penyaluran ini merupakan bagian dari pelaksanaan program berkelanjutan bertajuk “Satu Telur Sehari”.
Program tersebut telah berjalan sejak 2022. Pada tahun ini, jangkauan program diperluas ke 39 kota dengan target distribusi lebih dari 510.000 butir telur bagi lebih dari 2.700 anak yang terindikasi stunting. Secara periodik, telur didistribusikan selama tiga hingga enam bulan melalui kader Posyandu dan dinas kesehatan setempat.
Alfamart Cabang Malang menggandeng Puskesmas Jabung dalam upaya percepatan pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa dengan menyasar 35 balita.
Kepala Puskesmas Jabung dr. Ervan Suherjantana menjelaskan, anak-anak yang terindikasi stunting tidak hanya mendapatkan tambahan asupan protein berupa satu butir telur setiap hari, melainkan juga pendampingan mengenai pola asuh dan pola makan seimbang bagi orang tua.
“Program sederhana ini memberikan dampak yang sangat membantu terhadap pertumbuhan anak-anak yang terindikasi stunting. Manfaatnya dapat dirasakan langsung, terutama dalam mendukung pemenuhan gizi harian anak,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).
Ia menambahkan, telur dipilih karena menjadi salah satu sumber protein hewani yang mudah diperoleh, terjangkau, serta praktis diolah sebagai menu harian anak. Selain distribusi telur, program ini dibarengi dengan edukasi gizi dan pemeriksaan kesehatan berkala yang dilakukan di desa.
General Manager Corporate Communication Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan bahwa program “Satu Telur Sehari” difokuskan kepada anak-anak yang terindikasi mengalami perlambatan pertumbuhan dan penurunan status gizi. Penentuan penerima manfaat dilakukan berdasarkan pendataan bersama dinas kesehatan setempat agar program berjalan tepat sasaran.
“Program Satu Telur Sehari bukan sekadar membagikan telur, melainkan menjadi salah satu bentuk intervensi sederhana yang dinilai efektif dan efisien dalam membantu penanganan stunting di berbagai daerah. Selama empat tahun berjalan, respons positif dan perkembangan anak penerima manfaat menjadi semangat bagi Alfamart untuk terus menghadirkan kontribusi sosial yang berkelanjutan,” ujar Rani.
Menurut Rani, program tersebut tidak berhenti pada pemberian bantuan pangan, melainkan disertai pemantauan berkala terhadap perkembangan anak melalui pencatatan yang dilakukan bersama dinas kesehatan dan kader Posyandu.
“Semangatnya adalah bagaimana Alfamart dapat turut berkontribusi membantu menekan angka stunting, sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan berkembang menjadi generasi unggul di masa depan,” pungkasnya. (M. Abd. Rachman Rozzi/Januar Triwahyudi)




