PLAYMAKER: Arkhan Fikri tampil cukup trengginas di lini tengah Arema FC. Pemain muda Singo Edan ini ikut berperan dalam kemenangan 2-0 yang didapat Arema FC atas DPMM FC. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Pelatih Arema FC Marcos Santos menegaskan kesiapan timnya melakoni babak semifinal Piala Presiden 2026 usai membungkam DPMM FC 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat pada Jumat (31/7/2026), sembari memantau ketat kondisi kelelahan sang striker Gustavo Henrique yang mengalami cedera.
Kepastian Arema FC melangkah ke babak semifinal Piala Presiden 2026 disambut sukacita oleh seluruh elemen tim. Kemenangan dua gol tanpa balas atas DPMM FC Brunei Darussalam di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat (31/7/2026), menjadi bukti shahih kematangan taktik Singo Edan.
Borongan dua gol dari penyerang asal Brasil, Gustavo Henrique, pada menit ke-34 dan 41 tak hanya mengunci posisi runner-up Grup A dengan koleksi enam poin, tetapi juga mempertegas tren positif progres tim dari laga ke laga.
Dalam sesi konferensi pers usai laga, pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya. Nahkoda asal Negeri Samba itu, mengapresiasi tinggi kerja keras seluruh anak asuhnya yang tampil disiplin dan kolektif.
“Saya sangat bahagia. Ini adalah kompetisi yang ketat dan kami melaluinya selangkah demi selangkah (step by step). Kami melihat ada peningkatan signifikan dari tim ini sebagai satu kesatuan. Seluruh pemain punya peran vital hingga kita tembus empat besar,” ujar Marcos Santos penuh bangga.
Nada senada disampaikan gelandang Arema FC, Betinho Filho. Pemain yang menjadi jenderal di lini belakang Arema ini menilai kekompakan tim di atas lapangan, semakin padu dibanding pertandingan perdana.
“Kami sangat senang bisa lolos ke semifinal. Di lapangan kami mampu menunjukkan grafik permainan yang terus meningkat. Sekarang fokus penuh kami langsung tercurah untuk babak berikutnya,” timpal Betinho.
Namun, kemenangan manis Singo Edan menyisakan sedikit kecemasan. Pahlawan kemenangan Arema, Gustavo Henrique, terlihat mengeluhkan rasa sakit dan ditarik keluar tak lama setelah mencetak gol keduanya.
Menanggapi kondisi sang bomber, Marcos Santos membeberkan bahwa Gustavo mengalami masalah kelelahan otot akibat jadwal pertandingan yang teramat padat di ajang pramusim.
“Gustavo merasakan sakit saat melakukan penyelesaian akhir (finalization). Ini wajar karena faktor kelelahan dari pertandingan ke pertandingan. Kami akan segera menganalisis dan mengawasi proses pemulihannya secara rinci,” jelas Santos.
Meski begitu, Santos mengaku tak risau berlebihan jika Gustavo harus diistirahatkan pada laga semifinal mendatang. Ia sangat percaya pada kualitas para pemain pelapis yang dinilainya memiliki kualitas sepadan.
“Ketika Gustavo keluar, pemain pengganti masuk dan bermain sangat baik. Mereka memberikan dukungan permainan yang dibutuhkan tim. Kami punya kedalaman skuad yang sangat kuat. Saya juga berterima kasih kepada Aremania yang hadir membakar semangat kami,” tegasnya.
Menatap babak empat besar, Arema FC berpotensi melakoni laga derby sarat gengsi menghadapi Persebaya Surabaya atau Persija Jakarta yang masih bertarung di Grup B. Mengenai calon lawan tersebut, Marcos Santos menegaskan tak punya preferensi khusus.
“Kami tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi lawan, dan memang tidak boleh memilih-milih. Fokus utama kami hanya pada persiapan internal Arema sendiri. Siapa pun lawannya di semifinal nanti, kami siap memberikan yang terbaik,” jawabnya lugas.
Mengenai gambaran skuad utama (starting eleven) untuk mengarungi kompetisi Liga 1 musim ini, Santos menyebut proses pembentukan tim masih terus berjalan secara dinamis dan belum dikunci 100 persen.
“Belum ada penetapan 11 pemain utama secara pasti. Semua masih berjalan dalam proses evaluasi. Terima kasih kepada manajemen yang telah merekrut banyak pemain lokal dan asing berkualitas musim ini. Semoga kami bisa terus berkembang sepanjang musim,” pungkas pelatih berkepala plontos tersebut. (Ra Indrata)




