SELEBRASI: Gustavo Henrique merayakan gol pembuka saat bertemu DPMM. Gol itu dari hasil asis Gabriel Silva. Arema menang 2-0 atas DPMM FC Brunei Darussalam. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Arema FC mengamankan tiket ke semifinal Piala Presiden 2026, usai menundukkan wakil Brunei Darussalam, DPMM FC, dengan skor 2-0 melalui borongan dua gol Gustavo Henrique, pada laga terakhir Grup A di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat (31/7/2026).
Malang kembali bergemuruh. Singo Edan tak sekadar menang, tetapi menegaskan dominasi mereka di turnamen pramusim paling bergengsi Tanah Air.
Berlaga pada pertandingan pamungkas Grup A Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat (31/7/2026), Arema FC sukses membungkam wakil Brunei Darussalam, DPMM FC, dengan skor bersih 2-0.
Kemenangan bernilai emas ini, mengantarkan Arema FC melenggang mulus ke babak semifinal Piala Presiden 2026, mendampingi tuan rumah Persib Bandung. Singo Edan menyegel posisi runner-up Grup A dengan koleksi enam poin dari tiga laga.
Sejak peluit pertama ditiup wasit, skuad besutan Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, langsung menerapkan skema ofensif berintensitas tinggi. Mengandalkan poros lini tengah yang dikomandani Betinho dan Arkhan Fikri, Arema terus mencecar benteng pertahanan DPMM FC dari kedua sisi sayap.
Bintang lapangan dalam laga hidup-mati ini tak lain adalah penyerang tajam asal Brasil, Gustavo Henrique. Pemain bernomor punggung 9 itu menunjukkan kelasnya sebagai predator kotak penalti yang teramat haus gol.
Kebuntuan Arema akhirnya pecah pada menit ke-34. Memanfaatkan kebingungan dan kesalahan koordinasi barisan belakang DPMM FC, Gustavo merebut bola dan melepaskan tembakan terukur yang tak mampu dijangkau kiper Muhammad Haimie. Skor berubah 1-0.
Gol pembuka itu meruntuhkan mental lawan sekaligus melejitkan kepercayaan diri para pemain Singo Edan. Hanya berselang beberapa menit, aksi spektakuler kembali diperagakan penyerang berdarah Brasil tersebut.
Menjelang turun minum, tepatnya menit ke-41, Gustavo melancarkan skema serangan balik cepat dari tengah lapangan. Dengan kecepatan dan ketenangannya, ia melewati kejaran bek lawan sebelum menaklukkan Haimie untuk kedua kalinya. Papan skor bergetar, 2-0 untuk keunggulan Arema bertahan hingga jeda.
Brace ke gawang DPMM FC ini mempertegas ketajaman moncer Gustavo Henrique sepanjang penyisihan grup. Pada laga sebelumnya kontra Tampines Rovers, ia juga memborong dua gol kemenangan 2-1. Praktis, empat gol berturut-turut dilesakkan Gustavo dalam dua laga pamungkas.
Memasuki babak kedua, DPMM FC berusaha merespons dengan meningkatkan intensitas serangan demi mengejar defisit dua gol. Namun rapatnya barisan pertahanan Arema yang dikawal duet bek tangguh Diego Landis dan Walisson Maia, membuat usaha lawan selalu kandas di luar kotak penalti.
Peluang emas DPMM FC sempat hadir di menit ke-69 lewat tendangan keras Oscar Santis. Namun, kiper Arema Adi Satryo tampil sangat sigap terbang menepis bola keluar.
Nasib apes makin menimpa DPMM FC di menit ke-61. Bek mereka, Felipe Aspegren, diganjar kartu kuning kedua berujung kartu merah, usai melakukan pelanggaran keras terhadap Betinho. Bermain dengan 10 orang, wakil Brunei makin merana.
Unggul jumlah pemain membuat Arema FC leluasa mengatur tempo. Kapten tim Johan Alfarizi turut overlap membantu serangan bersama Salim Akbar dan Marcos Vinicius. Kendati beberapa peluang emas gagal berbuah gol tambahan hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-0 sudah lebih dari cukup untuk mengunci tiket empat besar.
Kelulusan Singo Edan ke fase semifinal menjadi modal sangat berharga. Kombinasi permainan kolektif yang makin padu, pertahanan yang disiplin, serta ketajaman luar biasa dari Gustavo Henrique menjadi sinyal bahaya bagi calon lawan di semifinal kelak. (Ra Indrata)
Susunan pemain
Arema FC: Adi Satryo (gk), Diego Landis, Walisson Maia, Achmad Maulana Syarif, Johan Alfarizie (C), Matheus Blade, Betinho, Arkhan Fikri, Gabi, Marcos Vinicius, Gustavo Henrique.
DPMM FC: Muhammad Haimie (gk), Amani Aguinaldo, Ebenezer Abban, Mohammad Nazry Aiman, Muhammad Toha, Ahmad Danial, Andres Felipe Aspegren, Muhammad Azwan (C), Miguel Angelo, Dalberto Belo, Oscar Alexander Santis.




