MALANG POST — Kreativitas dan semangat gotong royong memeriahkan gelaran Batu Art Flower Carnival (BAFC) 2026, saat 38 kontingen ambil bagian dalam parade kendaraan hias di Kota Batu, Sabtu (31/10/2026). Perhelatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-25 Kota Batu.
Mengusung tema Harmoni Sinergi Semesta, karnaval yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut, tidak sekadar menyuguhkan parade kendaraan hias dengan beragam ornamen bunga, hasil bumi, dan kesenian tradisional. Masing-masing peserta juga menampilkan identitas, potensi, serta cerita khas wilayahnya melalui karya visual yang atraktif.
Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan bahwa 38 kontingen yang berpartisipasi berasal dari berbagai unsur, mulai dari desa dan kelurahan di tiga kecamatan, mitra perbankan, hingga pelaku usaha dan pengelola destinasi wisata.
Beberapa peserta di antaranya adalah Bank Jatim, Bank Mandiri, Bank BRI, Perumdam Among Tirta, Baloga Jatim Park Group, Mikutopia, PT Selecta, Kaliwatu Group Indonesia, Proflorist Batu, serta Florawisata Santerra de Laponte.

“Setiap kontingen menghadirkan kreativitas dengan mengangkat potensi dan keunggulan masing-masing, mulai dari hasil bumi, budaya lokal, kesenian, hingga berbagai konsep kendaraan hias,” ujar Onny, Senin (2/11/2026).
Kontingen dari tiga kecamatan tampil dengan konsep unik yang berbeda-beda. Kecamatan Junrejo mengangkat tema Potensi Unggulan Wilayah dengan materi utama berupa hasil bumi, produk unggulan, kerajinan, dan budaya lokal.
Sementara itu, Kecamatan Batu menghadirkan legenda Putri Gunung Banyak. Adapun Kecamatan Bumiaji mengangkat Cerita Rakyat Sumber Brantas yang dikemas dalam bentuk kendaraan hias dengan visualisasi alur cerita.
Menariknya, penampilan Kecamatan Batu menjadi salah satu gambaran kuat semangat kebersamaan dalam BAFC tahun ini. Seluruh desa dan kelurahan berkolaborasi mewujudkan ide kreatif menggunakan kendaraan roda tiga atau Tossa yang dihias sedemikian rupa.

PENUH WARNA: Kendaraan berhias bunga penuh warna, membuat daya tarik tersendiri dalam BAFC 2026. (Foto: Istimewa)
Di tengah tantangan efisiensi, keterbatasan armada tidak menyurutkan kreativitas peserta. Kendaraan sederhana tersebut berhasil disulap menjadi karya artistik yang kaya akan ornamen dan dekorasi.
Camat Batu, Bambang Hari Suliyan, mengapresiasi keterlibatan seluruh kepala desa, lurah, dan jajaran yang telah menjaga kekompakan selama proses persiapan.
Menurutnya, kesepahaman dan komitmen bersama menjadi modal penting untuk menghadirkan penampilan terbaik. Lebih dari sekadar mengikuti karnaval, proses ini juga menjadi ruang untuk mempererat budaya gotong royong antarwilayah.
“Semangat kolaborasi tersebut menjadi kekuatan untuk terus mempererat persatuan dan meningkatkan kualitas kebersamaan di Kecamatan Batu,” tuturnya.

Selain menampilkan kendaraan hias, mitra perbankan turut memeriahkan parade melalui pertunjukkan kesenian tradisional sekaligus memperkenalkan produk perbankan. Peserta umum juga menyajikan berbagai properti kreatif, pertunjukan seni, serta tema-tema menarik seperti Floral Fantasy dan negeri dongeng.
Ragam penampilan tersebut memperlihatkan keterlibatan berbagai sektor dalam menghidupkan BAFC 2026. Tidak hanya pemerintah dan masyarakat, sektor perbankan serta pelaku pariwisata juga ikut mengambil peran aktif.
Penyelenggaraan BAFC 2026 mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Batu, tiga kecamatan, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai pihak lainnya.
Melalui perhelatan ini, BAFC diharapkan tidak hanya menjadi agenda hiburan tahunan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi daerah, mengangkat kreativitas masyarakat, sekaligus memperkuat identitas Kota Batu sebagai Kota Wisata dan Kota Bunga. (Adv/Ananto Wibowo)




