MALANG POST – Mobilitas masyarakat antara Kota Malang dan Kabupaten Malang kini mendapat tambahan layanan transportasi umum. Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya resmi diluncurkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di halaman Pendopo Agung Kepanjen, Jumat (30/10/2026).
Koridor baru ini menghubungkan Terminal Madyopuro, Kota Malang, dengan Terminal Talangagung, Kepanjen, Kabupaten Malang. Sebanyak 15 unit bus disiapkan untuk melayani perjalanan masyarakat, terdiri atas tujuh bus dari masing-masing terminal dan satu unit sebagai cadangan.
Dalam sambutannya, Khofifah mengatakan, pengembangan Trans Jatim merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan transportasi publik di Jawa Timur. Kualitas layanan, kenyamanan, keamanan, dan ketepatan waktu menjadi perhatian dalam pengoperasian koridor tersebut.
“Adanya Bus Trans Jatim Koridor II ini, kami mengutamakan kualitas dan kuantitas agar bisa memberikan rasa kenyamanan bagi masyarakat. Namun, yang terpenting bisa mengurangi kemacetan, menguatkan keamanan dan ketepatan waktu, aman, terjangkau dan mengurangi risiko terjadinya laka lantas jika traffic itu tidak diurai serta efisiensi bisa dilakukan agar dapat mengurangi inflasi,” katanya.
Menurut Khofifah, keberadaan transportasi umum yang terjangkau diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam melakukan perjalanan antarkawasan. Selain mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, layanan ini diharapkan membantu mengurai kepadatan lalu lintas.
Siapkan 15 Bus dan Tarif Terjangkau

PENJELASAN: Gubernur Jatim, didampingi tiga kepala daerah di Malang Raya, saat memberikan keterangan pers terkait peluncuran Trans Jatim Koridor II Malang Raya. (Foto: Nino Wiwantara/Malang Post)
Trans Jatim Koridor II Malang Raya melayani rute Terminal Madyopuro–Terminal Talangagung dengan perjalanan dua arah. Dalam penjelasannya, Khofifah menyebut panjang lintasan sekitar 50 kilometer pulang pergi dengan estimasi waktu perjalanan sekitar 1 jam 50 menit.
Tarif perjalanan ditetapkan Rp5.000 untuk penumpang umum dan Rp2.500 bagi pelajar. Sementara itu, penyandang disabilitas mendapatkan layanan gratis.
“Rute keberangkatannya dari Terminal Madyopuro Kota Malang dan Terminal Talangagung, Kepanjen Kabupaten Malang. Nantinya terdapat 15 unit bus, dengan rincian tujuh bus dari Terminal Madyopuro, tujuh bus dari Terminal Talangagung, dan satu bus cadangan,” jelasnya.
Sepanjang koridor tersebut, bus melayani sejumlah titik pemberhentian yang tersebar di wilayah Kota Malang hingga Kabupaten Malang. Dari Terminal Madyopuro, rute melewati kawasan GOR Ken Arok, Terminal Hamid Rusdi, Tangkilsari, Bululawang, Krebet, Gondanglegi, Karangsuko, Sukosari, hingga Kepanjen.
Di kawasan Kepanjen, sejumlah titik pemberhentian mencakup Stadion Kanjuruhan, RSUD Kanjuruhan, Pendopo Kabupaten Malang, DPRD Kabupaten Malang, Penarukan, Masjid Jami, dan berakhir di Terminal Talangagung.
Untuk perjalanan dari arah Kepanjen menuju Kota Malang, bus melayani pemberhentian di sejumlah titik yang sama melalui jalur sebaliknya, termasuk kawasan Kawi, Masjid Jami, Penarukan, Pendopo Kabupaten Malang, RSUD Kanjuruhan, Gondanglegi, Bululawang, hingga Terminal Hamid Rusdi dan GOR Ken Arok sebelum kembali ke Terminal Madyopuro.
Hubungkan Rumah Sakit dan Kampus

SIAP MENGASPAL: Para kru bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya yang akan melayani rute Terminal Madyopuro–Terminal Talangagung. (Foto: Nino Wiwantara/Malang Post)
Bupati Malang HM. Sanusi, menambahkan, layanan Koridor II juga diharapkan mempermudah akses masyarakat menuju sejumlah fasilitas kesehatan dan lembaga pendidikan di sepanjang jalur Malang Raya.
Beberapa rumah sakit yang disebut berada dalam jangkauan layanan tersebut antara lain RS Mitra Delima, RS Ben Mari, RS Islam Gondanglegi, RS Wafa Husada, dan RS Hermina.
Sejumlah perguruan tinggi juga masuk dalam daftar tujuan yang diharapkan dapat terhubung melalui layanan ini, yakni Universitas Al-Qolam, Universitas Islam Raden Rahmat (Unira), Universitas Raden Rahmat, Universitas Kepanjen, serta Universitas Brawijaya Kampus Kepanjen. Sanusi juga menyebut SMA Taruna.
“Semoga fasilitas pelayanan publik ini bisa memberikan rasa nyaman dan aman serta bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan beroperasinya Koridor II, pemerintah berharap konektivitas transportasi antara Kota Malang dan wilayah Kabupaten Malang semakin terbuka. Layanan ini juga diharapkan memudahkan masyarakat menjangkau pusat pemerintahan, fasilitas kesehatan, kawasan pendidikan, dan pusat aktivitas ekonomi. (Nino Wiwantara/Ra Indrata)




