PAK MBOIS: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mendapatkan penjelasan dari Plt. Kepala DLH, Gamaliel Raymond Matondang, terkait perkembangan pemadaman api di kawasan Landfill TPA Supiturang yang terbakar seluas 8 hektare, Kamis (22/10/2026). (Foto: Iwan Kaconk/Malang Post)
MALANG POST – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond H. Matondang, mengonfirmasi bara api masih menyala di balik tumpukan sampah TPA Supiturang Mulyorejo hingga Jumat (23/10/2026) malam, sekaligus mencemaskan potensi tergerusnya 15 persen bobot poin penilaian Piala Adipura 2026.
Perjuangan menjinakkan si jago merah yang melahap 8 hektare kawasan landfill TPA Supiturang Mulyorejo, Kecamatan Sukun, belum sepenuhnya usai.
Usai resmi dikukuhkan sebagai Kepala DLH Kota Malang pada Jumat (23/10/2026), Gamaliel Raymond H. Matondang langsung membeberkan situasi terkini di lokasi musibah.
Hingga Jumat malam, tim pemadam gabungan masih terus berjibaku di tengah kegelapan untuk menyemprotkan puluhan ribu liter kubik air ke gundukan sampah.
Kobaran api di permukaan memang berhasil diredam.
Namun, bara api tersembunyi di lapisan bawah terus mengepulkan asap pekat akibat melimpahnya kandungan gas metan (CH_4) serta hembusan angin kencang yang tak menentu.
Armada dari Damkar Kota Malang, Pemkab Malang, Kota Batu, Kodim 0833, Polresta Malang Kota, PT Bentoel, PR Grendel, Universitas Brawijaya, hingga barisan relawan dikerahkan bergantian tanpa henti.
”Apinya bersembunyi di balik gunungan sampah dan sering berpindah ke titik baru. Jika pembasahan dihentikan sejenak, asap langsung membubung lagi ke udara,” terang Raymond Matondang, Jumat (23/10/2026) malam.
Skenario Ecoplast dan Ancaman Poin Adipura

DEFINITIF: Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond H. Matondang, usai ditetapkan oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. (Foto: istimewa)
Guna membenahi sistem pengolahan sampah pascakebakaran, Raymond menyiapkan langkah taktis jangka pendek.
DLH Kota Malang berencana memanfaatkan dana bantuan pengolahan sampah dari Kemendagri untuk pengadaan ecoplast (bioplastik ramah lingkungan).
Teknologi bioplastik ini berfungsi menutupi tumpukan sampah baru secara cepat, sehingga proses penguraian mikroba di dalam tanah dapat berlangsung aman dalam kurun waktu satu bulan.
Di sisi lain, Raymond tidak menampik adanya kekhawatiran besar terkait nasib penilaian Piala Adipura 2026 untuk Kota Malang.
TPA Supiturang memegang peranan paling vital, dengan bobot penilaian mencapai 15 persen dari total instrumen penilaian Adipura, jauh melampaui indikator lokasi lain yang rata-rata hanya menyumbang satu hingga dua persen.
Tim penilai Adipura dijadwalkan melakukan pemeriksaan khusus terkait dampak kebakaran TPA Supiturang pada Sabtu (24/10/2026).
”Kejadian ini tentu musibah di luar kemampuan manusia. Kami berharap ada kebijakan khusus dari tim penilai Adipura dalam menyikapi musibah kebakaran ini,” tuturnya pasrah.
Layanan Kesehatan dan Masker Bagi Warga
Menyikapi sebaran asap pekat yang mengancam pemukiman warga terdekat, DLH Kota Malang berkoordinasi erat dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan jajaran puskesmas setempat.
Tim medis gabungan telah mendistribusikan ribuan masker gratis serta menyiagakan posko pemeriksaan kesehatan bagi warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan.
Raymond berharap guyuran hujan deras segera turun sebagai mukjizat alami untuk membendung rembetan api secara menyeluruh di TPA Supiturang.
”Prioritas utama kami malam ini adalah menuntaskan pemadaman secepatnya dan memastikan kesehatan warga sekitar tetap terlindungi,” pangkas Raymond. (Iwan Kaconk/Ra Indrata)




