PELANTIKAN: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat ambil sumpah dan janji jabatan kepada 176 pejabat Pemkot Malang. Salah satunya adalah Kepala DLH, Gamaliel Raymond H. Matondang, di Gedung Graha Purva Praja, Islamic Center Kedungkandang, Jumat (23/10/2026). (Foto: Iwan Kaconk/Malang Post)
MALANG POST – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, merealisasikan janji penataan birokrasi dengan melantik sekaligus memutasi 176 pejabat eselon Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), administrator, hingga pengawas di Gedung Graha Purva Praja, Islamic Center Kedungkandang, Jumat (23/10/2026).
Janji penataan struktur birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Malang, akhirnya ditunai tuntas oleh pimpinan daerah.
Sempat mengalami penundaan jadwal, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memimpin langsung prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bagi 176 pejabat, di Gedung Graha Purva Praja, Islamic Center Kedungkandang, pada Jumat (23/10/2026).
Pergeseran posisi mencakup tiga pejabat di eselon Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP).
Nurul Rachmawati, yang sebelumnya menjabat Kabag Umum sekaligus Plt Sekretaris DPRD, kini resmi ditetapkan sebagai Sekretaris DPRD definitif.
Selanjutnya, Budi Utomo yang sebelumnya memimpin Kabag Organisasi Setda, mendapat promosi menduduki posisi Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kesra, dan SDM.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond H. Matondang, secara resmi dikukuhkan menjadi Kepala DLH definitif.
Untuk jajaran administrator, terdapat 14 posisi strategis yang dirotasi.
Woro Tanty P, dipercaya mengemban tugas sebagai Sekretaris Dispangtan, Dicky Haryanto menduduki Sekretaris Bakesbangpol, Titis Andayani memegang Sekretaris Bappeda, serta Tri Santoso dipromosikan menjadi Sekretaris DLH menggantikan posisi yang ditinggalkan Raymond Matondang.
Pergeseran Pengawas dan Rotasi Bapenda

PEJABAT: Inilah 176 pejabat Pemkot Malang, yang di mutasi dan promosi jabatan. Diantaranya JPTP dan jabatan Administrator serta jabatan Pengawas. (Foto: Iwan Kaconk/Malang Post)
Atmosfer ruang pelantikan diwarnai ragam ekspresi para pejabat yang mengabdi sebagai prajurit korps pegawai negeri.
Pada tingkatan pejabat pengawas, dinamika pergeseran terjadi di lingkungan Prokopim (Humas).
Kasubag Protokoler Mirza Ronald Adisaputra naik kelas menjadi Kabid di Bappeda, sementara Rony Kurniawan D. Syaputra bergeser menjadi Kasi Pemberdayaan Masyarakat di Kecamatan Lowokwaru.
Skenario “balik kandang” juga dialami Dwi Hermawan Purnomo, yang bertukar posisi dengan Syarif Hidayat.
Dwi kembali ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), sedangkan Syarif mengisi jabatan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan di BPBD Kota Malang.
Wahyu Hidayat menegaskan, langkah pengisian jabatan teknis di tingkat lurah hingga kepala bidang sangat mendesak demi menjaga kelancaran pelayanan publik harian.
Kukuhkan Kepala DLH dan Skenario November

RESMI: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menandatangani SK Pengangkatan Budi Utomo dipromosikan jabat Staf Ahli bidang Pembangunan, Kesra serta SDM. (Foto: Iwan Kaconk/Malang Post)
“Kami tidak ingin layanan publik terhalang atau terganggu akibat pejabatnya belum definitif. Utamakan pelayanan masyarakat sebagai prioritas utama pengabdian,” tegas Wahyu Hidayat, Jumat (23/10/2026).
Satu hal yang menyedot perhatian publik adalah pengukuhan Raymond Matondang, sebagai Kepala DLH definitif di tengah dinamika penanganan kebakaran TPA Supiturang Mulyorejo dan penilaian Piala Adipura 2026.
Politisi Gerindra ini menjelaskan, penetapan pejabat definitif justru bertujuan memperkuat legitimasi dan koordinasi penilaian Adipura agar lebih solid.
Penetapan Raymond dijamin telah melewati mekanisme objektif berdasarkan skor tertinggi pada penilaian Komite Talenta.
Mengenai sisa posisi kepala OPD yang masih diisi pejabat sementara—seperti Inspektur, Kepala Disnaker-PMPTSP, serta Kepala Bapenda—Wahyu mengisyaratkan bakal menggelar gelombang mutasi susulan pada November 2026 mendatang.
”Proses nine box manajemen talenta untuk JPTP membutuhkan ketelitian tinggi agar penempatan sesuai kualifikasi. Insyaallah gelombang mutasi berikutnya digelar November,” pangkas Wahyu. (Iwan Kaconk/Ra Indrata)




