MALANG POST – Sebanyak 45 mahasiswa Program Studi D-3 Perbankan dan Keuangan Fakultas Vokasi UMM melakukan kunjungan industri ke Bursa Efek Indonesia Perwakilan Jawa Timur di Surabaya, Jumat (23/10/2026), untuk mempelajari mekanisme perdagangan saham dan strategi investasi pasar modal secara praktis.
Sebanyak 45 mahasiswa Program Studi D-3 Perbankan dan Keuangan Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapat kesempatan mendalami ekosistem pasar modal secara mendalam. Mereka bertandang ke Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur di Surabaya, Jumat (23/10/2026), untuk mempelajari mekanisme transaksi saham hingga perumusan strategi investasi bagi pemula.
Kegiatan bertajuk UMM Goes to Capital Market ini dikemas melalui format kunjungan industri (company visit) dan kuliah tamu bersama praktisi pasar modal. Program ini dirancang sebagai sarana untuk menyelaraskan teori perkuliahan dengan dinamika riil di industri jasa keuangan.
Ketua Program Studi D-3 Perbankan dan Keuangan UMM, Novi Primita Sari, SE., M.Asacc., menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memperluas cakrawala berpikir mahasiswa terkait instrumen investasi sekaligus memetakan kompetensi profesional yang dibutuhkan dunia kerja.
Menurut Novi, pemahaman pasar modal tidak cukup hanya ditimpa melalui literatur di dalam ruang kelas. Mahasiswa dituntut memahami proses teknis perdagangan instrumen keuangan, kalkulasi risiko, hingga landasan analisis sebelum mengambil keputusan investasi.
”Kami menginginkan mahasiswa memahami ekosistem pasar modal secara komprehensif, mulai dari ragam produk, mekanisme transaksi bursa, hingga manajemen risiko,” ujar Novi, Jumat (23/10/2026).

Novi menambahkan, edukasi investasi sejak dini sangat krusial untuk membangun tingkat literasi keuangan generasi muda. Namun, pemahaman teori wajib diimbangi dengan analisis rasional agar tindakan investasi tidak sekadar mengekor tren media sosial (FOMO).
”Mahasiswa tidak hanya diproyeksikan menguasai teori perbankan, melainkan juga memiliki keahlian sebagai investor muda yang bijak. Di sisi lain, mereka dipersiapkan untuk mengisi posisi strategis di industri sekuritas, perbankan, maupun teknologi finansial (fintech),” jelasnya.
Pada sesi pertama, mahasiswa menerima paparan materi dari Deputi Perwakilan BEI Jawa Timur, Dian Fajar Mahardika, S.E., yang juga merupakan alumni UMM. Ia mengupas peran strategis BEI, dinamika pasar modal nasional, serta karakteristik produk investasi seperti saham, obligasi, dan reksa dana.
Para peserta juga mendapat panduan teknis mengenai prosedur pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) sebagai instrumen utama transaksi bursa. Selain itu, Dian memperkenalkan prinsip 3P dalam berinvestasi, yakni Paham, Punya, dan Pantau.
Prinsip tersebut menggarisbawahi pentingnya memahami profil risiko produk yang dipilih, memiliki aset sesuai porsi kemampuan finansial, serta memantau kinerja portofolio secara teratur.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan oleh Fajar Immanuddin dari PT Pentrako Sekuritas sebagai Anggota Bursa (AB) mitra BEI Jawa Timur. Pada sesi ini, mahasiswa diajak membedah aspek teknis perdagangan saham, mulai dari alur order hingga navigasi aplikasi perdagangan daring (online trading).
Materi juga mencakup pengenalan analisis teknikal dan fundamental untuk mengukur harga wajar serta performa emiten. Mahasiswa turut mempelajari strategi investasi jangka panjang, seperti Dollar Cost Averaging (DCA) dan Value Investing.
Tak kalah penting, peserta dibekali pemahaman manajemen risiko dan psikologi investor untuk mengendalikan emosi saat menghadapi volatilitas bursa. Dari dimensi pengembangan karier, mahasiswa dikenalkan dengan ragam profesi jasa keuangan, seperti pialang (broker), analis riset, hingga sertifikasi profesional Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE).
Sesi berlangsung interaktif melalui simulasi pembukaan akun saham dan diskusi kritis. Salah satu topik yang memicu antusiasme adalah opsi memulai investasi saham dengan modal terjangkau mulai dari Rp100 ribu.
Bagi Prodi D-3 Perbankan dan Keuangan UMM, agenda ini merupakan langkah konkret untuk memperkenalkan lanskap kerja dan standar kompetensi di sektor keuangan modern.
Novi berharap pengalaman belajar langsung bersama BEI dan praktisi sekuritas ini memperkokoh Kesiapan Kerja (job readiness) para lulusan. “Kami berharap mahasiswa makin siap bersaing dan memiliki kompetensi unggul saat memasuki dunia kerja di sektor jasa keuangan,” pukasnya. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




