MALANG POST – Wali Kota Batu, Nurochman, memaparkan enam kelompok pilar prioritas program pembangunan mBatu SAE saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dan Hari Jadi ke-25 Kota Batu di Balai Kota Among Tani, Batu, Sabtu (17/10/2026), guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata.
Memasuki usia ke-25 tahun, Kota Batu dihadapkan pada tantangan untuk memelihara laju pertumbuhan ekonomi sekaligus menggaransi pemerataan kesejahteraan warga dan kelestarian ekosistem lingkungan. Akselerasi sektor UMKM, pertanian modern, pariwisata terpadu, pendidikan, hingga penataan infrastruktur menjadi bagian integral dari 15 program prioritas mBatu SAE.
Arah kebijakan pembangunan tersebut dipaparkan secara lugas oleh Wali Kota Batu, Nurochman, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dan Hari Jadi ke-25 Kota Batu di halaman Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Sabtu (17/10/2026).
Mengusung tema “Bangkit Bersama, Jaga Alam Raya untuk mBatu SAE Berkelanjutan” dengan semangat Kreatif SAE, Nurochman menegaskan bahwa fondasi kemajuan Kota Batu hari ini merupakan buah karya bersama lintas generasi.
Menurut Cak Nur—sapaan akrab Nurochman, kekayaan kawasan pegunungan, hamparan tanah subur, kelimpahan sumber mata air, serta potensi pertanian dan pariwisata merupakan modal dasar utama Kota Batu. Sebagai kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, Kota Batu memikul tanggung jawab ekologis untuk menjaga kelestarian alam yang kemanfaatannya dirasakan hingga masyarakat luas.
Prinsip filosofis ini selaras dengan ajaran kearifan lokal Jawa, memayu hayuning bawana, yakni memelihara harmoni kehidupan agar senantiasa lestari bagi generasi masa kini dan mendatang.

UPACARA: Wali Kota Batu Nurochman saat memimpin upacara peringatan HUT ke 25 Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Dari aspek indikator makro, berdasarkan publikasi Kota Batu Dalam Angka 2026, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batu pada 2025 berada pada angka 80,35—meningkat dibandingkan capaian 2024 sebesar 79,69. Persentase angka kemiskinan berhasil ditekan dari 3,06 persen menjadi 2,86 persen, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada pada kisaran 3,52 persen.
Realisasi investasi pada 2025 mencatatkan nilai sekitar Rp2,33 triliun, melampaui target yang ditetapkan. Di bidang layanan medis, Pemkot Batu juga memboyong Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya. “Laju pertumbuhan ekonomi wajib diterjemahkan secara konkret menjadi perluasan kesempatan kerja, peningkatan mutu pelayanan, dan perbaikan kesejahteraan warga,” tegasnya, Sabtu (17/10/2026).
Guna menjawab kebutuhan riil masyarakat, Pemkot Batu mengelompokkan 15 program prioritas mBatu SAE ke dalam enam pilar utama:
1. Peningkatan Mutu Kesehatan dan Pendidikan Penguatan infrastruktur kesehatan ditempuh melalui modernisasi puskesmas, ketersediaan obat, serta peningkatan fungsi posyandu yang ditopang ketersediaan 423 dokter, 1.248 perawat, dan 184 bidan. Program Satu Desa/Kelurahan Satu Dokter telah mencapai progres 75 persen. Di bidang pendidikan, Program Seribu Sarjana mendata 603 calon penerima beasiswa pada perencanaan 2026.
2. Pemenuhan Kebutuhan Dasar dan Kehidupan Sosial Pemkot mendorong subsidi air bersih melalui penambahan tandon dan jaringan pipa berbasis pendataan tepat sasaran. Pengembangan SMK berbasis kesenian dikoordinasikan bersama Pemprov Jatim, diiringi alokasi intensif bagi tenaga pendidik keagamaan, organisasi keagamaan, serta subsidi listrik rumah ibadah.
3. Penguatan Ekonomi Rakyat, UMKM, dan Kreativitas Tercatat sekitar 5,36 juta kunjungan wisatawan pada 2025 yang menggerakkan sektor UMKM, perhotelan, dan industri kreatif. Pemkot menyiapkan Batu Artpreneur, mal UMKM, serta rencana pengaktifan BUMD PT Batu Wisata Resource (BWR) berbasis studi kelayakan yang akuntabel.
4. Modernisasi Sektor Pertanian dari Hulu ke Hilir Merespons penurunan produksi apel sebesar 24,02 persen pada 2025, Pemkot mengintervensi lewat program Smart and Integrated Farming, penguatan jalan usaha tani, serta irigasi. Pengembangan CooSAE dan digitalisasi pasar melalui SIMPUL SAE disinergikan dengan rantai industri UMKM, gastronomi, dan wisata.
5. Penataan Kota, Infrastruktur, Olahraga, dan Lingkungan Penataan kawasan Simpang Empat Patih (Jalan Panglima Sudirman, Trunojoyo, Indragiri, dan Hasanuddin) mencapai progres 60 persen per pertengahan Oktober, dengan target penyelesaian akhir awal Desember 2026. Penataan kabel melalui sistem ducting bawah tanah, penguatan bank sampah, TPS3R, rehabilitasi Stadion Brantas untuk sport tourism, serta rancangan Spiritual Botanical Garden turut diakselerasi.
6. Pelayanan Lapangan dan Pemberdayaan Desa Pemkot Batu mengalokasikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp5,46 miliar untuk lima desa pada perencanaan 2026, termasuk fasilitas laboratorium pertanian di Desa Sumberbrantas serta sarana olahraga di Desa Junrejo, Oro-Oro Ombo, Sidomulyo, dan Torongrejo.
Nurochman mengingatkan agar seluruh program dieksekusi secara transparan, akuntabel, dan tidak berhenti sebatas seremoni angka belaka. “Kita harus memastikan warga Kota Batu tidak berjalan sendirian. Setiap program harus dikawal agar menghadirkan kemanfaatan yang nyata,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)




