SIDAK: Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi, saat menyampaikan padatnya antrean di sejumlah SPBU Kota Malang. (Foto: Nino Wiwantara/Malang Post)
MALANG POST – Antrean kendaraan mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Malang. Situasi ini menjadi perhatian kepolisian, terutama terkait potensi penimbunan dan penyimpangan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti setiap laporan maupun temuan yang mengarah pada praktik penimbunan BBM. Pengawasan distribusi juga telah dilakukan melalui Satgas dan Satreskrim Polresta Malang Kota.
“Kalau sampai ada penimbunan, pasti akan kami cek dan ditindak. Saya berharap mudah-mudahan tidak ada. Tapi jika ada temuan, silakan kepada seluruh warga masyarakat, siapa pun Anda yang mengetahui ada penimbunan atau praktik penyimpangan soal distribusi bahan bakar, khususnya yang subsidi, silakan laporkan kepada kami,” tegas Danang, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, partisipasi masyarakat diperlukan untuk membantu kepolisian mendeteksi kemungkinan penyimpangan distribusi BBM. Warga yang mengetahui dugaan penimbunan dapat menyampaikan laporan melalui sambungan telepon, WhatsApp (WA), layanan kepolisian 110, maupun aplikasi Ayo Jogo Malang.
Selain menindaklanjuti laporan, kepolisian melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU di wilayah Kota Malang guna mengawasi kondisi distribusi dan mengantisipasi gangguan ketertiban.
Polisi Koordinasi dengan Pertamina
Di tengah antrean yang terjadi, Danang menyampaikan bahwa Polresta Malang Kota telah berkoordinasi dengan Pertamina wilayah Malang, untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM.
Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, pasokan BBM untuk Kota Malang disebut masih dalam kondisi aman. Bahkan, distribusi dikabarkan telah ditambah dibandingkan penyaluran rutin sebelumnya.
Danang menjelaskan, antrean panjang diduga dipicu peningkatan jumlah konsumen yang membeli BBM dalam waktu bersamaan. Kondisi itu membuat kendaraan menumpuk di sejumlah SPBU dan berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.
Pemantauan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga dilakukan untuk mengetahui kondisi di lapangan sekaligus mengawasi distribusi BBM.
“Kami berharap penambahan distribusi dan koordinasi berkelanjutan dengan Pertamina dapat membantu mengurai antrean yang terjadi di setiap SPBU Kota Malang,” ujarnya.
Warga Diminta Tetap Tenang
Danang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menjaga kondusivitas di tengah antrean pembelian BBM. Pengendara yang mendapati antrean terlalu panjang dapat mempertimbangkan SPBU lain dengan kondisi antrean yang lebih lengang.
Ia menegaskan, koordinasi dengan Pertamina akan terus dilakukan untuk memantau pasokan dan distribusi BBM di Kota Malang. Pengawasan juga diarahkan untuk mencegah penimbunan maupun penyimpangan yang berpotensi memperburuk situasi.
“Kami akan melakukan koordinasi terus dengan Pertamina terkait pasokan dan distribusi BBM, khusus di wilayah Kota Malang. Semoga pasokan yang sudah dilakukan tempo hari sementara aman untuk wilayah Kota Malang,” tutupnya.
Kepolisian berharap penambahan distribusi, pemantauan lapangan, dan partisipasi masyarakat dapat membantu menjaga kelancaran penyaluran BBM. Warga juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan indikasi penimbunan atau penyimpangan agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum. (Nino Wiwantara/Ra Indrata)




