MALANG POST – Pemerintah Kota Batu mengalihkan seluruh ucapan selamat Peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu dari karangan bunga papan menjadi bibit tanaman buah dalam pot di Balai Kota Among Tani, Batu, Jumat (16/10/2026), guna mendukung aksi penghijauan ruang terbuka hijau.
Pemandangan berbeda mewarnai perhelatan Peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu di halaman Balai Kota Among Tani, Kota Batu. Rangkaian ucapan selamat yang umumnya disalurkan lewat media karangan bunga papan berbahan busa kini ditransformasikan menjadi bibit tanaman dalam pot (tabulampot). Selain memperelok lanskap peringatan, bibit-bibit produktif tersebut dihimpun untuk menghijaukan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah Kota Batu.
Terobosan ramah lingkungan ini menjadi aplikasi nyata penjelmaan tema besar HUT ke-25 Kota Batu: “Bangkit Bersama, Jaga Alam Raya untuk mBatu SAE Berkelanjutan”. Ratusan bibit tanaman yang terkumpul dari instansi dan mitra kerja akan didata secara sistematis sebelum ditanam serentak di titik-titik krisis resapan air.
Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa konversi karangan bunga menjadi bibit tanaman merupakan wujud ikhtiar nyata Pemkot Batu dalam memelihara ekosistem alam, sekaligus meninggalkan jejak kemanfaatan ekologis jangka panjang dari perayaan hari jadi daerah.
“Ikhtiar menjaga kelestarian alam raya, khususnya di kawasan hulu Kota Batu, wajib kita utamakan. Oleh karena itu, siapa pun yang hendak menyampaikan ucapan selamat atas peringatan 25 tahun Kota Batu kami imbau memberikan bantuan bibit tanaman produktif dalam pot,” ujar Cak Nur—sapaan akrab Nurochman, Jumat (16/10/2026).
Pilihan bibit yang dikumpulkan diprioritaskan pada komoditas Tanaman Buah dalam Pot (Tabulampot). Selain menguatkan fungsi RTH, varietas tanaman buah diproyeksikan memiliki nilai ekonomis produktif serta mendatangkan manfaat konsumsi bagi warga sekitar.

BIBIT TANAMAN: HUT Kota Batu tahu ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, salah satunya keberadaan bibit bunga yang menggantikan karangan bunga. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Cak Nur menjelaskan bahwa gerakan penanaman pohon akan dieksekusi secara kolaboratif melibatkan jajaran jajaran elemen yang telah menyerahkan bibit tanaman usai seluruh agenda seremonial hari jadi tuntas. Dengan demikian, ucapan selamat tidak berhenti sebatas simbolis formalitas, melainkan berlanjut menjadi aksi nyata konservasi lingkungan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni, S.STP., MAP., menyampaikan bahwa alokasi bibit tanaman tersebut diproyeksikan untuk memperluas tutupan hijau di taman kota dan RTH. Salah satu lokasi prioritas penanaman adalah RTH Taman Kenanga yang berlokasi di kawasan mata air Gemulo.
Apabila pasokan bibit melampaui kapasitas tamping lokasi tersebut, porsi penanaman akan diperluas ke RTH pendukung dan taman publik lainnya di wilayah Kota Batu. “Opsi utama penanaman kita konsentrasikan di RTH Taman Kenanga kawasan Gemulo. Jika jumlah bibit berlebih, akan disebar ke lokasi RTH dan taman perkotaan lainnya,” terang Dian.
DLH merencanakan aksi penanaman massal pada momen awal musim penghujan. Pemilihan waktu ini diperhitungkan secara teknis agar vegetasi bibit tanaman mudah beradaptasi dengan karakter tanah dan memiliki tingkat kelangsungan hidup (survival rate) yang tinggi.
Melalui pendekatan inovatif ini, Peringatan Seperempat Abad Kota Batu tidak sekadar menyisakan limbah seremonial, melainkan mewariskan benih kehidupan yang tumbuh menjadi paru-paru kota bagi generasi masa depan. (Ananto Wibowo)




