Foto tangkapan layar FB cenil hadi.
MALANG POST – Kobaran api masih terlihat di lereng Gunung Arjuno dan Gunung Welirang hingga Sabtu malam (17/10/2026). Kebakaran dilaporkan melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, meliputi Kelurahan Ledug, Desa Dayurejo, hingga Desa Jatiarjo.
Titik api juga dilaporkan muncul di Blok Gumandar, lereng Gunung Arjuno, serta kawasan Gunung Ringgit. Medan yang terjal dan embusan angin kencang menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran yang masih berlangsung tersebut.
Kepala Resort 03 Pasuruan, Dhimas Caraka, sebelumnya menyebut api mulai berkobar pada Kamis sore (15/10/2026) dan terus meluas.
“Titik apinya tambah besar dan meluas, angin berembus juga kencang,” ujarnya.
Hingga Sabtu malam, luas area yang terbakar, jumlah titik api, serta penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Perkembangan situasi dan upaya pemadaman masih perlu dipantau melalui informasi resmi petugas di lapangan.
Jalur Pendakian Ditutup Sementara
Dampak kebakaran turut memengaruhi aktivitas pendakian. UPT Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo menutup sementara jalur pendakian Gunung Arjuno mulai Sabtu (17/10/2026) demi keselamatan pengunjung.
Calon pendaki diminta menunda perjalanan hingga ada pengumuman resmi mengenai pembukaan kembali jalur. Masyarakat juga diimbau tidak memaksakan pendakian ataupun menggunakan jalur alternatif yang belum dinyatakan aman.
Asap kebakaran, kobaran api, dan perubahan arah angin berpotensi membahayakan pendaki yang berada di kawasan terdampak. Selain itu, kondisi medan yang sulit dijangkau dapat menghambat proses evakuasi jika terjadi keadaan darurat.
Penutupan jalur menjadi langkah pencegahan untuk mengurangi risiko terhadap pengunjung selama kondisi kawasan belum dinyatakan aman. Masyarakat diharapkan mematuhi arahan petugas dan tidak memasuki area yang dibatasi.
Fenomena Gunung Membara Perlu Diverifikasi
Di tengah kebakaran, beredar informasi mengenai fenomena “gunung membara” yang dikaitkan dengan dugaan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Arjuno. Namun, tampilan gunung yang terlihat membara dari kejauhan tidak serta-merta membuktikan adanya peningkatan aktivitas vulkanik.
Kebakaran vegetasi dan aktivitas vulkanik merupakan dua fenomena berbeda. Karena itu, dugaan mengenai aktivitas gunung perlu didukung data pemantauan dan keterangan resmi dari instansi berwenang, khususnya Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Tanpa verifikasi tersebut, fenomena visual yang terlihat dari kejauhan tidak cukup untuk menjadi dasar kesimpulan mengenai aktivitas vulkanik.
Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Masyarakat di sekitar lereng Arjuno-Welirang diimbau meningkatkan kewaspadaan, menjauhi kawasan yang terdampak kebakaran, serta melaporkan kemunculan titik api baru kepada petugas.
Informasi yang belum terverifikasi juga perlu disikapi secara hati-hati agar tidak menimbulkan keresahan. Warga sebaiknya mengikuti perkembangan situasi melalui pengumuman resmi UPT Tahura R. Soerjo dan instansi terkait.
Hingga Sabtu malam, perkembangan kebakaran, penanganan di lapangan, dan status jalur pendakian masih perlu dipantau. Keselamatan warga, pendaki, dan petugas menjadi prioritas selama kebakaran belum dinyatakan terkendali. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




