SAMBUTAN: Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, memberikan sambutan dalam Wisuda Ke-95 Periode V 2026 di SC, Sabtu (17/10/2026). (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melepas 800 wisudawan pada Wisuda Ke-95 Periode V Tahun 2026 di Gedung Sport Center, Malang, Sabtu (17/10/2026), dengan penekanan Rektor Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., pada strategi reskilling dan upskilling lulusan.
Sebanyak 800 lulusan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang resmi dikukuhkan dalam Wisuda Ke-95 Periode V Tahun 2026. Perhelatan Rapat Terbuka Senat tersebut dipusatkan di Gedung Sport Center (SC) Kampus I UIN Maliki Malang, Sabtu (17/10/2026).
Dalam laporan akademiknya, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maliki Malang, Assoc. Prof. Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., memaparkan bahwa komposisi 800 wisudawan terdiri atas 718 lulusan program Sarjana (S-1), 74 lulusan program Magister (S-2), dan 8 lulusan program Doktor (S-3).
Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan program Sarjana mencapai 3,67, program Magister sebesar 3,72, dan program Doktor menembus angka 3,88. Dari sisi efisiensi kelulusan, sebanyak 66 wisudawan program Magister (89,2 persen) menuntaskan studi tepat waktu dalam rentang 3–4 semester. Sementara pada jenjang Doktor, 4 wisudawan (50 persen) menyelesaikan masa studi dalam 4–6 semester.
Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP., dalam pidato sanjungannya menyampaikan rasa syukur atas lompatan prestasi institusi. Secara nasional, UIN Maliki Malang mengamankan peringkat kedua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbaik, serta bertengger di peringkat ketujuh nasional untuk kategori seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Para wisudawan dan wisudawati UIN Maliki Malang. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
“Capaian ini menegaskan bahwa UIN Maliki Malang memiliki citra (image) yang sangat kuat dan tepercaya di industri kerja. Namun, gelar sarjana saja tidak cukup. Dalam kompetisi pasar kerja global, para alumni wajib menguasai keterampilan (skill) yang relevan,” tegas Prof. Ilfi, Sabtu (17/10/2026).
Guna membekali keahlian tersebut, UIN Maliki Malang mewajibkan seluruh mahasiswa baru menempuh program penggemblengan di Ma’had Al-Jami’ah selama satu tahun penuh. Di lembaga pesantren kampus ini, mahasiswa ditempa intensif dalam penguasaan Bahasa Arab, Bahasa Inggris, pembentukan karakter, hingga tahfiz Al-Qur’an.
“Program wajib ma’had ini mendatangkan manfaat elektoral yang luar biasa ketika para alumni terjun ke dunia kerja. Bahkan, ekosistem ma’had kita yang telah melahirkan banyak tahfiz Al-Qur’an dan menerbitkan karya literasi kini menjadi percontohan bagi kampus-kampus lain,” jelasnya.
Prof. Ilfi mengingatkan para wisudawan bahwa dinamika keahlian bersifat cepat usang (obsolete). Keterampilan yang dikuasai hari ini belum tentu linier dengan tuntutan kebutuhan industri pada 2 hingga 4 tahun mendatang.
Oleh karena itu, ia menekankan vitalnya penerapan strategi reskilling (penambahan keterampilan baru) dan upskilling (peningkatan kualitas keterampilan) secara berkelanjutan demi menjaga relevansi Tenaga Kerja di tengah arus disrupsi teknologi.
Sebagai gambaran nyata pentingnya reskilling dan upskilling, Prof. Ilfi menghadirkan dua wisudawan istimewa yang berstatus prajurit TNI berpangkat kapten dengan masa dinas 26 tahun. Kendati telah berdedikasi panjang di dunia ketentaraan, keduanya tetap konsisten memperbarui kualifikasi diri dengan menuntaskan pendidikan di Program Studi Teknik Informatika UIN Maliki Malang. (Eka Nurcahyo)




