MALANG POST – Manajemen Arema FC, membeberkan kenangan historis mendalam serta membukakan pintu peluang karier luas bagi mahasiswa UMM, saat menjadi pembicara utama dalam forum iLeague Goes to Campus, yang membedah peta jalan industri sepak bola modern di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 Universitas Muhammadiyah Malang.
Panggung diskusi interaktif iLeague Goes to Campus di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 UMM, mendadak penuh dengan keharuan sejarah.
Di hadapan sekitar 800 mahasiswa lintas fakultas yang memadati ruangan, Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, membuka lembar nostalgia persaudaraan antara Singo Edan dan Kampus Putih.
Sudarmaji mengenang momen epik ketika UMM hadir bertindak sebagai ‘dewa penolong’ Arema FC saat dihantam krisis finansial akut pada kompetisi Liga Indonesia VI (1999-2000).
Di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Muhadjir Effendy kala itu, UMM pasang badan menjadi sponsor darurat.
Bahkan, logo UMM di bagian punggung jersey pemain harus ditempel secara manual menggunakan stiker, demi melepas keberangkatan tim bertanding ke babak 8 besar di Jakarta.
“Hubungan Arema dan UMM bukan sekadar sponsorship komersial biasa. Ini adalah jejak sejarah dan ikatan solidaritas kultural yang abadi,” ujar Sudarmaji disambut tepuk tangan riuh peserta.
Dukungan konsisten UMM terus mengalir hingga kini.
Mulai dari penyediaan fasilitas lapangan latihan resmi, tempat lahirnya Presidium Aremania Utas lewat Munas 2024 di Dome UMM, hingga adopsi budaya flashmob suporter dalam orientasi mahasiswa baru.
“Kini saatnya kolaborasi ini melangkah lebih jauh menuju Triple Helix: menghubungkan operator kompetisi, klub, dan akademisi untuk memperkuat industri sepak bola nasional,” tambahnya.
Membuka Pintu Karier Dan Monetisasi Digital
Tak hanya soal nostalgia, Arema FC juga membawa angin segar perubahan bisnis sepak bola di era digital.
Chief Business and Commercial (COB) Arema FC, Irma Priyanti, memaparkan transformasi komersial klub dari model tradisional yang cuma bergantung pada tiket penonton menuju ekosistem digital modern.
Arema FC kini disokong oleh ekosistem digital raksasa dengan total jangkauan digital audience menembus 4,38 juta followers di berbagai platform.
Rating siaran televisi yang stabil serta integrasi bisnis ritel seperti Arema Store dan Arema Axcess menjadi mesin pencetak pendapatan baru.
“Sepak bola modern tidak hanya soal 90 menit pertandingan di lapangan. Ada potensi komersial luar biasa mulai dari digital collaboration, aktivasi sponsor, hingga merchandising,” jelas Irma.
Irma menegaskan bahwa mahasiswa UMM dari berbagai disiplin ilmu—mulai dari FEB, FISIP, Teknik, Kedokteran, Hukum, hingga Psikologi—memiliki peluang karier yang sangat luas di jajaran manajemen klub.
Latar Belakang Forum Industri Dan Sinergi Kampus
Kehadiran manajemen Arema FC tersebut menjadi bagian dari rangkaian forum iLeague Goes to Campus hasil kerja sama PT LIB, BRI, dan UMM.
Acara ini turut dihadiri Manajer Media dan Public Relation PT LIB Hanif Murjani, BOH BRI Malang Soekarno Hatta Johanes Alfred Simanjuntak, Kepala BAKA UMM Dr. Tatag Muttaqin, pilar Arema FC Hanif Sjahbandi, serta Kaprodi PKO UMM Frendy Aru Fantiro M.Pd.
Manajer PT LIB, Hanif Murjani, menyambut hangat komitmen Arema FC dan kesiapan UMM menyuplai SDM profesional.
Hanif mengutip riset ilmiah yang mencatat perputaran uang di industri sepak bola nasional telah mencapai Rp10,4 triliun.
Inovasi UMM yang mengembangkan sport science, sport medicine di Fakultas Kedokteran dan Fisioterapi, hingga pembentukan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) dinilai sangat tepat sasaran.
Ketua Pelaksana Acara, Abdul Rahman Muzaki, berharap sinergi lintas disiplin ilmu ini mampu mempercepat lahirnya lulusan UMM yang siap diterjunkan memajukan industri olahraga tanah air. (Ra Indrata)




