MALANG POST — Memperingati HUT ke-80 Arhanud TNI AD, Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) menggelar sarasehan di Aula A.H. Nasution Pusdikarhanud, Kota Batu, Senin (2/11/2026). Forum ini merumuskan langkah strategis dan transformasi pertahanan udara guna menghadapi ancaman peperangan modern.
Ancaman pertahanan udara terus berkembang pesat. Jika sebelumnya identik dengan pesawat tempur konvensional, kini tantangan juga datang dari nirawak (drone), amunisi bersirkulasi (loitering munition), kawanan nirawak (drone swarm), hingga rudal jelajah. Kondisi tersebut menuntut Korps Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD melakukan transformasi menyeluruh.
Sarasehan bertema “Kuat Bersama Rakyat, Menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur” tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Pusat Kesenjataan Arhanud (Danpussenarhanud), Mayjen TNI R. Edi Setiawan, S.H.
Tiga narasumber dihadirkan untuk memperkaya pembahasan, yakni Mayjen TNI Trias Wijanarko, S.I.P., M.H.I. (Kepala Staf Kohanudnas), Marsma TNI (Purn) R. Agung Sasongkojati (Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara periode 2023), serta Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. (Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya).
Kegiatan ini turut diikuti oleh Ketua Paguyuban Purnawirawan Arhanud (PPA) beserta jajaran purnawirawan dan pejabat TNI, di antaranya Letjen TNI Chandra Wijaya, M.A., Mayjen TNI (Purn) Heboh Susanto, Mayjen TNI (Purn) Nurcahyanto, M.Sc., Danpoltekad Kodiklatad, Danlanud Abd. Saleh, serta perwakilan Letting Bhadar 91.
Hadir pula Wadanpussenarhanud, Ir Pussenarhanud, Dirsen Pussenarhanud, Danpusdikarhanud, Brigjen TNI Dr. R. Djoko Andreas Navalino, S.I.P., M.A.B. dari Unhan RI, para Dirbin Pussenarhanud, Kabengpusarhanud, para Kasubdit, Irut, Pamen Ahli Pussenarhanud, Danwingdik 700, serta Danyon Arhanud 2/Marinir.

SARASEHAN: Pusdikarhanud saat menggelar sarasehan memperingati HUT ke 80 Arhanud TNI AD di Aula A.H. Nasution. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Danpussenarhanud Mayjen TNI R. Edi Setiawan menyampaikan bahwa usia 80 tahun bukan sekadar perjalanan sejarah bagi keluarga besar Arhanud. Momentum ini harus menjadi ruang refleksi, evaluasi, sekaligus sarana merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.
“Melalui sarasehan ini, kami ingin membangun ruang komunikasi serta pertukaran gagasan dan pemikiran yang konstruktif dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal,” ujarnya.
Ia berharap diskusi tersebut menghasilkan pemikiran, saran, dan rekomendasi strategis sebagai bahan masukan dalam pembinaan kekuatan serta kemampuan Arhanud TNI AD ke depan.
Menurutnya, karakter ancaman udara saat ini telah berubah secara signifikan. Penggunaan pesawat nirawak, loitering munition, drone swarm, rudal jelajah, hingga peperangan elektronika menjadi tantangan utama yang wajib diantisipasi.
“Kita melihat bahwa karakter peperangan modern telah berubah. Ancaman tidak lagi hanya berasal dari pesawat udara konvensional, tetapi juga berkembang melalui penggunaan drone, rudal presisi, loitering munition, hingga serangan udara secara simultan dan berlapis,” paparnya.
Perkembangan tersebut menuntut Arhanud melakukan transformasi menyeluruh, mulai dari aspek organisasi, personel, doktrin, alat utama sistem persenjataan (alutsista), hingga sistem komando dan pengendalian.
Pembangunan kemampuan pertahanan udara, lanjutnya, tidak cukup hanya berorientasi pada modernisasi alutsista. Lebih dari itu, perlu dibangun sistem pertahanan udara terintegrasi, mulai dari kemampuan deteksi, identifikasi, pengambilan keputusan, hingga penghancuran sasaran.
Integrasi sensor, radar, sistem senjata, serta pertukaran data secara cepat dan akurat menjadi kebutuhan mutlak. Dengan begitu, Arhanud dapat memiliki kemampuan merespons berbagai ancaman udara secara lebih efektif.
“Ke depan, kita ingin membangun Arhanud yang modern, profesional, adaptif, dan terintegrasi, sehingga mampu menjawab berbagai bentuk ancaman udara, baik saat ini maupun di masa mendatang,” tegasnya.
Danpussenarhanud juga menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia. Setiap prajurit harus memiliki kebanggaan terhadap korps, profesionalisme, loyalitas, disiplin, serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi.

Kehormatan Arhanud tidak cukup hanya diwariskan melalui sejarah panjang, melainkan harus dibuktikan melalui pengabdian, profesionalisme, dan prestasi dalam setiap pelaksanaan tugas.
Terdapat empat hal utama yang menjadi perhatian dalam pembangunan Arhanud ke depan:
- Pembinaan kekuatan melalui penataan organisasi, pemenuhan dan modernisasi alutsista, serta pengembangan sarana dan prasarana pendidikan maupun latihan.
- Pembinaan kemampuan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, kemampuan pengoperasian dan pemeliharaan alutsista, serta interoperabilitas antarsatuan.
- Pengembangan doktrin dan taktik untuk mengantisipasi ancaman udara modern, termasuk drone dan peperangan elektronika.
- Penguatan integrasi pertahanan udara melalui sinergi dan interoperabilitas dengan unsur pertahanan udara TNI lainnya agar sistem pertahanan udara nasional semakin terpadu.
Penguatan pertahanan tidak hanya berbicara tentang teknologi, persenjataan, dan kemampuan tempur. Sesuai tema peringatan HUT ke-80, Edi mengingatkan pentingnya kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Pertahanan negara merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Karena itu, Arhanud membutuhkan dukungan masyarakat, sinergi pemerintah daerah, serta kerja sama berbagai elemen bangsa,” paparnya.
Prajurit juga diharapkan mampu membangun hubungan harmonis dengan masyarakat di wilayah penugasan. Kehadiran TNI harus memberikan rasa aman, menumbuhkan kepercayaan, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
“Prinsipnya, prajurit Arhanud harus kuat dalam melaksanakan tugas pertahanan udara, tetapi juga harus dekat dengan rakyat. Jangan sampai kita hanya dikenal karena alutsista yang kita miliki, tetapi tidak dirasakan manfaat kehadirannya oleh masyarakat,” tuturnya.
Pada momentum HUT ke-80 ini, ia mengajak seluruh prajurit menjaga kehormatan dan soliditas korps, meningkatkan profesionalisme, serta menjalankan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
Mayjen TNI R. Edi Setiawan juga menyampaikan apresiasi kepada para sesepuh dan senior atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan, sementara generasi penerus diminta melanjutkan perjuangan tersebut dengan semangat yang lebih besar.
“Jangan pernah berhenti belajar, berlatih, dan berinovasi. Tantangan ke depan tidak semakin ringan, sehingga kita harus selalu siap menghadapi setiap perkembangan ancaman dan tuntutan tugas. Arhanud TNI AD, kuat bersama rakyat, jaga kedaulatan udara Indonesia,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)




